
Ini adalah hari pertamanya Aku tinggal di rumah kontrakan. Memang terasa berbeda kalau kita tinggal sendiri seperti ini. bebas mau ngapain aja!!
Aku juga sudah mempersiapkan segala sesuatu nya untuk jualan.
Aku join sama tante nya Mas Angga untuk jualan lontong dan gorengan nya.
Yah, tante nya Mas Angga ini adalah orang satu-satu nya tempat Ku berbagi cerita selama tinggal disini. Dia orang nya terbuka dan selalu memberikan Ku masukan dan juga selalu menasehati Ku.
Dia sudah Ku Anggap seperti orang tua Ku, karna memang sedikit mirip dengan mama Ku.
"Tan, nanti mampir yah, kerumah baru Aku." Kata Ku saat bertemu dengan tante nya Mas Angga di warung.
"Rumah baru?? Dimana??"
"Di depan rumah mama kok, Tan."
"Rumah kontrakan, yang punya buk Dewi itu yah??"
"Iya Tan. Nanti biar bisa join kita."
"Join apaan lagi, Nih?"
"Jualan Tan, Aku mau jualan lontong sama gorengan. Kalau Tante ngak keberatan ayuk kita join."
__ADS_1
"Baik lah, nanti Tante kerumah kamu, Yah."
"Oke Tan, di tunggu loh yaa. Jangan sampai tidak datang pula nanti." ujar Ku sambil berlalu pulang meninggal kan Tante Ipit yang masih belanja.
Yah, nama Tante Mas Angga adalah 'Fitri' biasa kami panggil dengan Tante Ipit.
*******
Walaupun tinggal sendiri, tetap pekerjaan rumah tidak Ku lupakan. Karna Mas Angga orang nya tidak suka rumah yang kotor.
Bayang kan saja, saking bersih nya hampir setiap menit menyapu rumah. Kadang bikin Aku risih juga jadinya. karna yang namanya punya anak balita, pasti nya rumah itu tidak bisa di pastikan bersih setiap saat.
Siang nya sedang asyik memasak di dapur, ada yang ngetok-ngetok pintu.
"Assalamu'alaikum" ucap suara dari luar
"Walaikumsalam.Iya tunggu sebentar" Teriak Ku dari dapur, cepat-cepat Ku mati kan kompor dan bergegas pergi membukakan pintu
Saat pintu di buka, ternyata Tante Mas Angga yang datang.
"Eh, Tante. Silahkan masuk."
"Wah, wangi sekali. Lagi masak apa?"
__ADS_1
"Sambel terasi Tan. Tante suka sambel terasi?"
"Suka, tapi ngak pernah bikin sendiri. Biasanya di beli aja."
"Bagusan di bikin sendiri Tan, dapat banyak. Kalau beli kan cuma dikit." ucap Ku sembari melangkah kedapur di ikuti oleh Tante Pit di belakang.
"Iya sih, cuma kan Tante sibuk jualan bunga. Di tambah ngak tau cara buat nya." ucap Tante Pit cengegesan
"Helleh!! gaya aja ngak tau cara buat nya, Masakan Tante itu enak loh, sebelas duabelas lah sama masakan mama Aku di kampung." ucap Ku sembari mengaduk-aduk cabe yang ada di wajan.
"Ini serius loh Tante belum pernah bikin sambel terasi sendiri, nanti bagi resep nya lah biar Tante praktekin di rumah.?
"Oke, sip!! "
Tak lama sambel terasi ala-ala Aku siap di hidang kan. Lengkap dengan lauk dan lalapan nya.
"Yuk Tan, makan dulu."
Tante Pit tanpa banyak bicara lagi langsung mengambil nasi dan menyantap nya dengan lahap.
Bukan nya memuji diri sendiri, tapi memang benar sambel terasi buatan Ku terbilang cukup enak. Karna Aku dapat resep nya saat bekerja di Resto pecel lele dulu nya.
Jadi sambil menyelam minum air, begitu lah kira-kira.
__ADS_1
Usai makan, kami lanjut membahas masalah jualan yang akan di jalani kedepan nya