
Siang nya seperti biasa setelah Alif tertidur, Aku berkutat lagi di dapur untuk memasak sambel, Aku memasak oseng-oseng tahu tempe
Tak butuh waktu lama juga untuk Ku masak, dan menyimpan nya di kamar, yang di saat itu jadi pertanyaan dan teguran juga dari mama mertua Ku
"Ara, kok nyimpan makanan nya di kamar, Mama lihat sekarang apa-apa di kamar sampai makan pun di kamar"
"Maaf sebelum nya, bukan nya Aku mau membantah perkataan Mama kali ini, Aku sedari dulu juga sudah di ajar kan oleh orang tua Ku untuk tidak membawa makanan kekamar apalagi sampai makan di kamar, tapi kondisi saat ini yang membuat kami melakukan nya Mah. Kalau habis masak sambel nya Aku taruh di luar, yang ada Mas Angga pulang kerja ngak makan Mah, seperti hari pertama Aku nyiapin sambel kesukaan Mas Angga, pas mau makan semua nya sudah pada habis" jelas Ku
"Dan maaf juga Mah, bukan nya Aku perhitungan. Tapi kondisi keuangan kami saat ini masih jauh dari kata cukup, Mah" sambung Ku lagi
"Ya sudah kalau memang alasan nya seperti itu" jawab Mama mertua Ku, tanpa banyak kata lagi dan berlalu menuju kamar nya
Aku kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda, mencuci peralatan memasak bekas pakai Ku tadi, setelah semua nya beres aku kembali ke kamar
Ku lihat Alif masih tertidur dengan pulas nya, Aku pun ikut merebah kan tubuh Ku di samping Alif, jujur saat ini badan Ku sangat lelah dan di tambah mengantuk juga
****
Sore nya sekitar jam lima, saat Mas Angga sudah pulang kerja, Aku pamit untuk menjemput hasil jualan yang Aku tumpangi ke warung-warung
"Mas, Aku titip Alif bentar yah"
"Mau kemana memang nya sayang..??"
"Mau jemput hasil jualan yang Aku titipin di warung tadi pagi, Mas"
"Owh, baik lah. Kamu hati-hati yah sayang" jawab Mas Angga yang Aku jawab dengan anggukan saja
Aku pun pergi dengan mengendarai motor butut milik papa mertua Ku
"Assalamu'alaikum, Buk" ucap Ku saat sudah sampai di warung pertama
"Walaikumsalam" jawab ibu warung
"Eh, nak Ara" ucap nya lagi saat menoleh ke arah Ku
"Iya, Buk. Aku mau ngambil kotak jualan tadi pagi, Buk"
"Ah ya, ambil saja disana nak Ara, seperti nya Risoles punya kamu habis semua"
"Wah, Alhamdulillah kalau begitu, Buk" ucap Ku sumringah sambil berjalan mengambil kotak tersebut, dan ternyata benar semua nya ludes
"Ini uang nya, nak Ara" ucap Ibu warung menyodor kan beberapa lembar uang pecahan seribuan, Aku menerimanya dengan senyum selalu terukir di bibir Ku
"Terimakasih yah, Buk"
"Iya, sama-sama. Besok di banyakin lagi nitipin nya, soal nya besok orang-orang pada panen di kebun, pasti orang-orang beli gorengan, biasanya seperti itu" ucap Ibu warung
__ADS_1
"Baik lah, Buk. Kalau begitu Aku pamit dulu yah Buk, Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Ibu warung, Aku pun berlalu meninggal kan warung tersebut, dan lanjut lagi menuju warung yang kedua
Tak butuh waktu lama untuk Ku
"Assalamu'alaikum, Om"
"Walaikumsalam"
"Om, mau ngambil kotak jualan tadi pagi"
"Yaa, silahkan" ucap yang punya warung singkat, karna memang lagi ramai pembeli
Lagi, senyum terukir di bibir Ku karna kotak tersebut kosong, itu tandanya jualan Ku juga habis
Ku tunggu sampai pembeli nya sepi, baru Aku menghampiri pemilik warung tersebut
"Bagaimana..??, apa ada sisa..??" tanya yang punya warung
"Ngak Om, kotak nya kosong"
"Berapa tadi pagi nitipin nya, Om lupa"
"Cuma sepuluh biji, Om"
"Terimakasih, Om" jawab Ku sambil menerima uang tersebut, dan berlalu menuju tempat terkahir yaitu kolam renang
Jarak warung kedua dan juga kolam renang cukup dekat, jadi tidak butuh waktu lama untuk kesana
"Assalamu'alaikum, Mbak"
"Walaikumsalam, yang tadi pagi nitipin Risoles, bukan...??"
"Iya, Mbak. Bagaimana Mbak, laku kah..??"
"Alhamdulillah, laris manis" jawab Mbak nya tersenyum ramah, sembari menyodor kan uang sebesar dua puluh empat ribu
"Wah, Alhamdulillah. Makasih yah Mbak" jawab Ku tak kalah bahagia, yang di jawab dengan anggukan oleh si Mbak nya
"Besok masih buka kan Mbak..??" tanya Ku lagi sebelum berlalu
"Kami buka setiap hari Kok, jadi kalau mau nitip lagi boleh kok"
"Baik Mbak, terimakasih. Assalamu'alaikum" pamit Ku
"Walaikumsalam" jawab si Mbak nya, Aku pun melajukan motor kembali kerumah, dengan senyum selalu terukir di bibir Ku, karna tidak menyangka jualan hari pertama Ku habis terjual
__ADS_1
Saat sampai rumah, langsung Ku peluk Mas Angga karna saking bahagia nya
"Eh, ada apa ini sayang..?? kok peluk-peluk Aku begini, hum..??" tanya Mas Angga sembari membalas pelukan Ku
"Aku bahagia sekali hari ini, Mas"
"Bahagia kenapa..??"
"Risoles yang Aku titipin di warung tadi pagi, Alhamdulillah habis terjual, Mas. Bahkan besok di suruh banyakin lagi nitipin nya" ucap Ku sambil menarik diri dari pelukan Mas Angga
"Wah, Alhamdulillah kalau begitu sayang. Tapi apa kamu ngak capek sayang..??"
"Capek pasti, Mas. Tapi semua terbayar saat yang Aku jual laku, dan hasil nya lumayan untuk tambah-tambah jajan Alif"
"Baik lah, pokok nya kamu jangan paksain juga yah, nanti sakit"
"Iya, Mas. Oya apa sudah makan, Mas..??"
"Sudah sayang" jawab Mas angga
"Kebetulan jagoan papa tadi ngak rewel, yah" sambung nya lagi sambil melirik ke arah Alif yang sibuk dengan mainan nya
"Alif anak nya baik, pinter Mas. Aku pun di rumah kalau lagi kerja ngak pernah di ganggu, ngak pernah rewel juga" ucap Ku sambil menggendong Alif
"Mama..., Aku mau main" rengek Alif saat Ku gendong
"Lagi main apaan sih, hum..??"
"Mobil kebakalan, sama lobot"
"Wah, Alif mau jadi pemadam kebakaran, yah..??"
"Mau.. mau Mah" jawab Alif antusias, walaupun Alif belum paham betul apa itu kebakaran, tapi Alif suka nonton di salah satu saluran di televisi, walaupun nontonnya bisa sekali-kali saja, karna kami belum punya TV, saat ini hanya menumpang di kamar Mama mertua Ku, kadang bikin ngak enak hati harus nonton di sana
Pengen rasanya nya punya TV sendiri, biar Alif bisa nonton film kartun kesukaan nya, Zaman dahulu, Upin dan Ipin, Boboiboy dan banyak lagi
Tapi keadaan juga lah yang membuat Aku menahan keinginan itu
"Baik lah, tapi tunggu Alif besar dulu, yah. kalau gitu Alif lanjut main lagi yah" ucap Ku yang di angguki oleh Alif
Setelah menaruh Alif, Aku bangkit menuju ke keranjang kain yang tadi sore habis Aku angkat, Aku melipat baju satu persatu
Yah, pakaian yang habis di cuci tidak pernah Aku gosok, karna ngak enak harus pakai setrika, takut nanti biaya listrik menjadi bengkak, kasian Mama mertua Ku
"Sayang, Aku ke kamar mama bentar yah, mau nonton MotoGP" izin Mas Angga. Motogp adalah tontonan kesukaan Mas Angga apalagi ada jagoan nya di nomor '46' siapa lagi kalau bukan 'Valentino Rossi'
"Oke, Mas. tapi ingat jangan sampai malam-malam nonton nya" ujar Ku yang di angguki oleh Mas Angga
__ADS_1