
Mas Angga tetap pada pendirian nya karna telah janji dengan teman-teman nya untuk ikut.
Ku hela nafas panjang, Ku hembus kan berlahan mencoba menenangkan emosi yang sudah memuncak.
Walaupun lagi kesal dengan Mas Angga tapi tetap, perasaan Ku tak tenang jika dia belum di rumah. Takut terjadi apa-apa di luar sana.
Sudah Ku coba telpon, tapi nomor nya tidak aktif, berkali-kali ku coba tapi tetap tidak aktif membuat hati Ku tak tenang.
Sudah menjelang subuh jam setengah tiga pagi, baru terdengar deru suara motor pertanda Mas Angga pulang.
TOK! TOK! TOK
TOK! TOK! TOK
Karna saking kesal nya karna nomor HP nya tidak aktif, Aku biar kan dia mengetuk pintu beberapa kali, biar tau rasa..!!
KRAK!KRAK! KRAK!
Anggap saja seperti itu bunyi kaca kalau di gedor yah.
Untuk ketukan yang kesekian kali, bukan lagi di pintu masuk tapi di kaca jendela kamar yang di gedor-gedor nya. Karna kasihan ya sudah Aku bukakan pintu dengan wajah di buat seakan-akan baru bangun. Padahal karna khawatir menunggu dia pulang tak sedikit pun mata Ku terpejam.
Ku abaikan dia, tanpa bertanya sedikit pun dan kembali menuju kamar untuk tidur, karna sedari tadi mata Ku sudah mengantuk, tapi karna tidak ada kabar dan tidak bisa di hubungi membuat Aku khawatir dan tidak bisa tidur walaupun sudah mengantuk.
*******
Paginya, karna memang ini hari sabtu hari liburnya bekerja. Jadi sengaja tak Ku bangun kan, ditambah memang masih kesal karna semalam.
Ku kerjakan pekerjaan rumah, mulai dari mencuci pakaian, nyuci piring, beberes rumah, sampai memandikan anak-anak dan menyuapi mereka makan.
Baru sekitar jam setengah sembilan, Mas Angga bangun. Cuci mungka dan duduk di ruang tamu, tanpa HP di tangan nya. Aku heran dong, kok tumben ngak megang HP biasanya kan selalu nomor satu. Apa karna merasa bersalah kali yah, pikir Ku kegeeR'an.
Aku tetap diem, ngak mau bertanya sedikit pun.
Tiba-tiba dia ngomong nyuruh di buat kan kopi.
"Sayang, buat kan kopi yah."
Tanpa banyak bicara dan pertanyaan, langsung Ku buat kan kopi yang di minta nya.
Tak butuh waktu lama juga untuk Ku membuat kan nya.
Kutaruh di atas meja, dan saat akan beranjak pergi, langkah Ku terhenti oleh ucapan nya.
__ADS_1
"Sayang, kamu masih marah yah, maaf."
"Pikir saja sendiri, Mas. Apa kamu mikirin Aku di rumah khawatirin kamu belum pulang hingga larut bahkan hingga subuh, di telpon juga ngak aktif."
"Maaf, hp nya nyemplung ke kolam tempat Aku mancing."
Oh astaga.. astaga!! apa katanya barusan, nyemplung!! Hp nya nyemplung ke kolam!!
Entah lah, apa Aku harus sedih atau bahagia saat ini, sedih mungkin hp android satu-satu nya yang kami punya sudah tidak ada lagi, bahagia mungkin karna Allah mengabul kan doa Ku agar hp nya rusak.
Lama Aku terdiam, dan Akhirnya bertanya penyebab nya.
"Kok bisa nyemplung?"
"Ngak tau juga, Aku sadar nya saat mau cek jam, pas mau ngambil hp udah ngak ada, cari dekat Aku duduk ngak ada. Pas lihat dalam kolam, ternyata ya gitu."
"Terus bagaimana lagi, sekarang kita sudah ngak punya hp lagi. Tapi Aku ngak tau deh sekarang mendengar hp ini rusak, entah harus sedih atau bahagia."
"Lah, kenapa gitu?"
"Sebenar nya Aku seneng kalau hp kamu rusak, jadi udah ngak perlu lagi main game online yang ngak ada guna dan manfaat nya itu. "
"Kamu kok gitu sih sayang, Aku sekarang ngarasa ada yang mengganjal, ngrasa ada yang kurang gitu."
"Entah lah, emang Aku pikirin! lebih baik mungkin kamu itu ngak punya hp sekalian, karna membawa pengaruh buruk untuk kamu."
Biarin!! emang peduli apa Aku soal hp nya rusak, emang ini mau Ku, ini yang Aku ingin kan. Mudah-mudahan kedepan nya dia bisa berubah lagi seperti dulu.
******
Semenjak hp nya rusak, sekarang Mas Angga lebih banyak waktu untuk Ku mau pun Anak-anak nya, malam hari selalu bermain dengan Alif dan Ayis hingga anak-anak tertidur, dan nanti di lanjut dengan menonton televisi.
Seperti itu seterus nya, yang membuat Aku menaruh harapan supaya ini akan berlangsung lama.Tapi lagi-lagi yang Aku harap kan tidak sesuai dengan yang terjadi selanjutnya nya.
Yah, kali ini Mas Angga dan keluarganya meminjam dana KUR. Sebenar nya mama mertua Ku yang ingin meminjam, tapi karna faktor usia jadi sudah tidak bisa, mau minjam data kakak ipar Ku juga ngak bisa, karna suami nya seorang PNS, pakai data adik ipar Ku juga tidak bisa karna sudah galbay dana KUR waktu masih gadis.
Akhirnya makai data Mas Angga, dengan angunan BPKB milik mama mertua Ku. Dan setelah semua syarat nya cukup dan tim Survey sudah datang meninjau keadaan kami.
Pengajuan kami di terima sesuai dana yang kami ajukan sebanyak dua puluh juta.
Saat itu Aku menyetujui nya karna niat ikut minjam untuk menutup hutang yang lama belum di lunas, jadi nya Aku setuju minjam sebanyak sepuluh juta.
Saat dana nya cair, semua niat awal berubah yang katanya untuk bayar semua hutang. Malah berubah haluan membayar hanya setengah hutang saja.
__ADS_1
Dan saat itu juga, Aku juga di belikan Hp android untuk jualan online untuk Ku. Karna Ku pikir kalau ada hp Aku bisa membantu mencari uang dengan berjualan online nantinya.
Awalnya Mas Angga tidak mau membeli hp untuk nya, katanya saat itu sayang duit nya.
"Aku ngak jadi lah beli hp nya sayang."
"Lah, kenapa Mas?"
"Kan uang nya untuk bayar hutang, untuk beli hp kamu aja sudah satu juta dua ratus, tinggal sekarang cuma delapan juta, sedang kan hutang yang mau di bayar kan banyak."
"Ya sudah kalau memang seperti itu, Mas. Aku dukung banget malah, soal nya niat awal kan memang uang nya untuk bayar hutang."
"Iya sayang, ya sudah yuk pulang."
Kami pun pulang kerumah, Aku pun sedikit merasa bahagia karna saat ini sudah punya hp android sendiri, dan Mas Angga pun tidak mau membeli hp untuk diri nya sendiri, itu artinya masih aman.
Tapi semua itu tak seindah yang Ku pikir, selang beberapa hari ada notifikasi masuk ke hp Ku. Saat di buka Aku heran bukan main, ada notifikasi uang keluar sebanyak dua juta, karna saat pengajuan dana KUR makai nomor hp Ku.
Langsung Ku telpon Mas Angga untuk menanyakan nya.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, Mas. Lagi dimana?"
"Tempat teman, ada apa sayang?"
"Ini Aku mau nanya soal penarikan uang dua juta, untuk apa narik uang sebanyak itu?"
"Oh itu, tapi kok kamu bisa tau kalau Aku habis narik duit."
"Ada SMS banking barusan."
"Oh gitu, nanti lah sampai di rumah Aku jelasin."
"Lah, kenapa harus di rumah. Kan bisa sekarang aja Mas."
"Nanti saja, ini Aku lagi liat hp soal nya."
"Hp?"
"Iya, teman Ku ada yang jual hp, bagus katanya."
Langsung luruh Aku saat mendengar nya, apa-apaan ini?? katanya ngak akan beli hp, mau bayar hutang!! lalu apa ini??"
__ADS_1
Mau beli hp dengan harga dua juta, baru pula. Sedang kan Aku hanya mencari hp murah second demi apa coba!! demi menghemat uang.
Tapi dia malah membeli hp dengan harga yang lumayan mahal, wah parah!!