
Sebenar nya, Aku tidak mendukung ide Mas Angga membuka Cafe ini. Karna rumah kita jauh dari jalan raya, tapi Mas Angga tetap ngotot dengan keputusan nya.
Akhirnya setelah sekian lama, Cafe sudah bisa di operasikan. Semua menu sudah tersedia mulai dari makanan, camilan, dan juga berbagai minuman.
Cafe ini kami kasih nama ' D'Cafe Block D '.
Saat Opening, lumayan ramai yang datang berkunjung. Yang membuat Mas Angga sedikit bernafas lega.
"Alhamdulillah yah, sayang." ucap Mas Angga dengan senyum yang selalu mengembang di bibir nya.
"Iya Mas,mudah-mudahan kedepan nya makin ramai dan berkah."
"Iya sayang, semoga ini awal yang baik untuk keluarga kita."
"Aamiin!!" ucap Ku mengamini perkataan Mas Angga.
Setelah semua pengunjung pulang, baru kami tutup Cafe nya sekitar jam dua belas malam.
Jangan ditanya capek nya, pasti capek banget!!
Soal nya semua di lakukan sendiri. Mulai dari melayani pembeli, membuat kan pesanan, belum lagi kalau Alif rewel. MasyaAllah, luar biasa nikmat nya.
*****
Pagi nya sekitar jam enam,Aku sudah bangun kembali. Mengerjakan pekerjaan rumah rutin, menyiapkan keperluan Mas Angga kerja, mulai dari baju, kopi dan bekal untuk makan siang nya.
"Mas, bangun." ujar Ku membangun kan Mas Angga.
"Mas, sudah setengah tujuh. Ayo bangun." ucap Ku lagi sambil menarik selimut Mas Angga.
"Sebentar lagi sayang" jawab Mas Angga dengan mata yang masih tertutup.
"Mas, ini sudah jam setengah tujuh loh, nanti bisa terlambat ke kantor nya."
"Aku masih mengantuk, sayang."
"Ya terus, ngak mau kerja hari ini? Ayo lah Mas, jangan seperti itu."
__ADS_1
Mas Angga meregang kan otot-otot tubuh nya, dan mengerjab kan mata nya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadaran nya.
Tak lama Mas Angga bangkit dan menyambar handuk. Dan berlalu ke kamar mandi.
"Mama, upin ipin." suara Alif yang baru bangun tidur
"Eh, anak Mama sudah bangun rupanya yah."
"Upin ipin, Mah." ucap Alif sembari menunjuk TV
"Pagi-pagi gini mau nonton upin ipin?" tanya Ku yang di jawab dengan anggukan oleh Alif, yang masih rebahan di atas ranjang. Aku melangkah menuju Tv dan menghidupkan nya.
"Sudah Mama hidup kan, Alif nonton di sini yah, jangan keluar. Mama mau jemur pakaian dulu di luar, dengar?"
"Iya mah, dengal." jawab Alif yang mata nya fokus ke Tv yang sedang menayang kan dua kembar yang berkepala botak itu, karna memang jam tayang nya setiap pagi.
Aku keluar, untuk menyelesaikan tugas Ku menjemur pakaian. Agar bisa cepat istirahat karna sore nya akan kembali membuka Cafe.
Tak lama Aku masuk lagi ke kamar setelah menyelesaikan kan jemur pakaian nya. Ku dapati Mas Angga sudah rapi dengan pakaian yang Aku siap kan tadi.
"Mas, nanti pulang jam berapa?"
"Baik lah, Mas. Oya nanti malam tutup nya jangan kemalaman yah, Mas. Kasian kamu pagi nya juga harus kerja kan."
"Iya, nanti Aku bikin jam operasional Cafe nya, biar pengunjung nya bisa tau kita tutup nya jam berapa. Semalam itu karna kita Opening, di tambah orang-orang belum pada tau jam tutup nya."
"Oke, Mas. Nanti kalau berangkat jangan lupa bekal nya Aku taruh di meja sana yah." ucap Ku menunjuk ke meja yang Ku maksud.
"Nanti pintunya jangan lupa di tutup, nanti Alif keluar. Aku mau ke kamar mandi dulu." sambung Ku lagi sebelum melangkah menuju kamar mandi, yang di jawab dengan anggukan oleh Mas Angga.
******
Sore nya jam tiga, Mas Angga sudah berada di rumah. Sudah rapi juga, karna akan membuka Cafe.
Aku pun sibuk mengurus Alif, bagaimana pun kalau jualan kita harus terlihat rapi dan bersih.
Jam empat, Aku dan Alif sudah stanby di Cafe, sambil mencek Hp yang Ku pinjam sama Mas Angga.
__ADS_1
"Mas, pinjam Hp sebentar. Aku mau cek Facebook." ucap Ku, tanpa berdebat Mas Angga memberikan nya kepada Ku.
Aku mulai meluncur di media sosial Ku itu, dan tak sengaja Aku melihat postingan teman semasa Smk dulu berjualan produk kosmetik yang sudah ternama ' Oriflame ' , dan sedang mencari patner.
Jujur Aku tertarik untuk gabung dengan nya, tapi karna untuk join harus pakai modal. Mau tidak mau Aku harus minta izin dulu sama Mas Angga, karna keuangan sekarang dia yang mengelolah.
"Mas, Aku mau join di bisnis ini, boleh?" tanya Ku memperlihatkan iklan tersebut kepada Mas Angga.
Mas Angga membaca semuanya.
"Terserah kamu saja, kalau di lihat cara jualan nya pakai tutup poin, apa kamu bisa?"
"Makanya di coba dulu Mas, kalau tidak di coba mana tau bisa atau tidak nya."
"Ya sudah ngak apa-apa, kamu coba saja dulu kalau begitu, nanti biar Aku bantu promosiin nya di kantor."
"Baik lah, makasih yah Mas." jawab Ku bahagia.
"Eh, Mas mau di bikinin minuman apa?" ucap Ku lagi.
"Cappuccino dingin aja, sama Risoles nya juga."
"Yang di tanya minuman loh Mas, bukan camilan nya juga."
"Lah kan biar ada teman nya gitu, lagian Aku kan belum makan habis pulang kerja tadi."
"Iya deh iya, tunggu sebentar Aku bikin kan dulu, titip Alif yah." jawab Ku dan bangkit dari duduk menuju dapur yang sudah tersedia di sana.
"Jangan lupa Alif nya di tengok kan, Mas. Nanti kejalan lagi." ucap Ku lagi sebelum masuk ke dalam dapur.
"Iya sayang."
Tak lama Aku kembali dengan satu gelas Cappucino dingin, dan risoles lengkap dengan saus nya
"Ini, Mas" ucap Ku menyodor kan nya ke hadapan Mas Angga.
"Mau, pah." ujar Alif yang berada di pangkuan Mas Angga.
__ADS_1
"Alif mau..., harus cium papa dulu." jawab Mas Angga menyodor kan pipinya ke arah Alif
Tanpa babibu Alif langsung mencium pipi Mas Angga, karna tidak tahan dengan godaan risoles kesukaan nya itu.