
Hari demi hari berlalu seperti biasa, tidak ada yang berubah, bahkan jauh lebih berat dari biasanya
Aku masih dengan aktivitas yang sangat melelahkan setiap hari nya, meski pun di rumah ini sudah ada anggota baru, tetap saja pekerjaan tidak berkurang malah makin bertambah
Setiap hari Aku menahan hati di rumah ini, rasanya tidak sanggup lagi bertahan satu atap dengan keluarga Mas Angga, tapi tidak bisa berbuat banyak selain tetap diam dan menjalani nya
Hal yang selama ini Ku takuti tinggal berbaur dengan kakak ipar Ku akhirnya terjadi juga
Dimana sering terjadinya kesalah pahaman antara Aku dan kakak ipar Ku, entah itu perkara anak, makan dan pekerjaan rumah. Hampir setiap hari ribut..!!, kadang pengen saat itu juga angkat kaki dari rumah ini, tapi mau kemana...?? pulang kampung ke rumah orang tua aku..??, Oh itu sangat tidak mungkin Aku lakukan. Karna Aku tidak ingin kedua orang tua Ku merasa sedih atas apa yang Ku hadapi disini
Malam nya seperti biasa Aku selalu mengeluarkan keluh kesah Ku kepada Mas Angga
"Mas, kapan yah kita bisa nya ngontrak..??" ucap Ku membuka percakapan sambil berbaring di atas ranjang
"Ada apa lagi, hum..??" tanya Mas angga
"Biasa lah Mas, semenjak kakak kamu tinggal di sini sering terjadi kesalah paham, kadang perkara anak pun di perpanjang" jelas Ku memain-main kan rambut Alif yang sedang tertidur
"Rasanya pengen angkat kaki dari rumah ini, Mas" sambung Ku lagi
'Huuufffttt'
Mas Angga menghela nafas nya berat, sebelum mengeluarkan kata-kata nya
"Sekarang Aku hanya bisa memberikan kamu semangat saja sayang, belum bisa mengabulkan apa yang kamu mau" ucap Mas Angga tertunduk lesu
"Entah lah Mas, apalagi masalah dapur, memang iya kakak mu ikut ngasih biaya, tapi tidak seenak nya juga kan, Aku yang capek memasak tiap hari untuk orang di rumah ini, tanpa ada yang ngebantuin sedikit pun, giliran sudah masak sambel nya pun di umpetin entah dimana, Aku mau makan cuma tinggal sisa cabe nya saja, sedih sebenar nya Mas" ucap Ku menjelaskan semua yang Ku jalani sehari-hari
"Aku cuma mau minta izin saja sama kamu, rencana nya Aku mau kita masak sendiri saja lagi" ucap Ku lagi
"Ya sudah, kalau memang menurut kamu itu yang terbaik ngak apa-apa, Aku dukung kok"
"Baik lah,Mas.kalau begitu besok Aku mulai memasak sendiri untuk kita, sekalian minta izin juga sama Mama"
__ADS_1
"Minta izin buat apa..??"
"Kan kita belum punya peralatan masak sama sekali Mas, apalagi Rice cooker dan kompor"
"Ah iya.. ya. mudah-mudahan nanti kita punya rezeki lebih yah, biar bisa beli peralatan dapur"
"Aamiin..!!, semoga yah Mas, biar kita ngak ngerepotin mama lagi"
"Iya sayang, ya sudah tidur yukk, Aku capek banget soal nya" ucap Mas Angga, sembari naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Alif
Tak butuh waktu lama Mas Angga sudah pergi ke alam mimpinya, karna memang seharian ini dia pergi keluar kota ngantar Atasan nya dinas luar
*******
Pagi nya, usai melakukan tugas Ku di rumah ini. Aku menemui mama mertua ku membahas perihal semalam
"Mah, lagi apa..??" tanya Ku mengintip kedalam kamar Mama mertua Ku
"Ngak lagi apa-apa, ada apa Ara..??" jawab Mama mertua Ku yang lagi asyik nonton televisi
"Apa..??, kenapa ngomong nya jadi gagap gitu"
"Emm, aku mau minta izin sama mama, Aku dan Mas Angga sudah sepakat untuk memasak sendiri, biar kami bisa mandiri mah"
"Emm begitu, ya sudah ngak apa-apa, kenapa harus minta izin juga sama Mama"
"Iya sekalian minta izin makai peralatan dapur, juga Rice cooker lama Mama kan tidak kepake lagi, Aku mau pinjem dulu Mah" ucap Ku dengan rasa khawatir, khawatir tidak di perbolehkan
"Iya pakai saja ngak apa-apa, kapan memang nya mau memasak sendiri..??" tanya Mama mertua Ku
"Belanja saja di pasar bahan-bahan untuk memasak, nanti bisa di simpan di kulkas, biar ngak sering-sering ke warung nya" sambung Mama mertua Ku memberi saran
"Hari ini rencana nya Mah, iya nanti Aku mau kepasar, titip Alif nanti yah Mah"
__ADS_1
"Di tidurin saja Alif nya terlebih dahulu sebelum kamu pergi kepasar nanti, takut nya nanti rewel saat kamu pergi"
"Baik lah Mah, Aku ke kamar dulu mau mandiin Alif yah Mah" ucap Ku dan berlalu dari sana
Setengah jam berlalu, Aku keluar dengan pakaian yang sedikit rapi untuk pergi kepasar, Alif sesuai titah Mama mertua Ku sudah Aku tidur kan
"Mah, Aku pamit yah. Titip Alif yah Mah, dia lagi tidur di kamar"
"Baik lah, kamu hati-hati yah" jawab Mama mertua Ku, yang Ku jawab dengan Anggukan
Mama mertua Ku itu orang nya susah di tebak, dia tidak jahat hanya saja suka membeda-bedakan dari segi keuangan, sedikit pelit juga
Setelah berpamitan, Aku segera melajukan motor menuju pasar, takut nya Alif kebangun dan merepot kan Mama mertua Ku
Aku paling tidak bisa membeban kan anak Ku kepada orang lain, apalagi kepada mertua Ku. Selama Aku tinggal disana dan punya Alif, tidak pernah sekali pun Aku merepot kan Mama mertua ku masalah anak Ku, kalau mau mengerjakan pekerjaan rumah biasanya Alif aku tidur kan terlebih dahulu, kalau mau menyuci pakaian pun Alif aku bawa ke sumur, mau mandi sore pun Alif Aku bawa ke kamar mandi sekalian dia juga mandi
Jadi tidak pernah bergantung kepada orang lain dalam menjaga anak Ku
Sesampainya di pasar, Aku bergegas membeli bahan-bahan memasak, mulai dari cabe, sampai sayur untuk Alif tidak lupa Ku beli
Tak butuh waktu lama untuk Ku berbelanja, setelah di rasa cukup, Aku pun bergegas pulang takut Alif akan bangun
Sepuluh menit perjalan, Aku sampai di rumah dengan menenteng beberapa barang belanjaan Ku menuju dapur, saat masuk berpapasan dengan kakak ipar Ku
"Eh, dari mana tuh, bawa belanjaan banyak banget"
"Ini habis dari pasar kak" jawab Ku singkat
"Owh, untuk apa..??, kok banyak banget belanja nya..??" tanya nya lagi
"Sengaja kak, untuk stok biar ngak sering-sering kewarung nya" ucap Ku dan melanjutkan langkah Ku menuju dapur, dan di ikuti oleh kakak ipar Ku di belakang. Mungkin dia penasaran
Sampai di dapur, Ku lihat Alif di kamar masih tidur dengan nyenyak
__ADS_1
Aku pun langsung menyusun belanjaan ke Kulkas, dengan kakak ipar Ku masih berdiri disana dengan ekspresi bingung
"