Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Kedatangan Kakak Ipar


__ADS_3

Hari-hari yang Ku jalani semakin hari semakin membuat Aku tersiksa, Aku pikir akan mudah untuk beradaptasi dengan keluarga Mas Angga, ternyata sangat sulit..!!, orang yang awal nya terlihat baik ternyata setelah di dalami karakternya, sering ketemu setiap hari baru Aku tau sifat masing-masing orang di rumah ini


Mama mertua Ku yang awal nya terlihat sangat baik, ramah, ternyata punya sifat yang lain yaitu lebih berat kasih sayang nya sama anak mantu nya yang ber-uang. Kadang Aku kasihan melihat Mama mertua Ku diperlakukan seenak nya sama kakak ipar dan juga adik ipar Ku, misal kan kalau kakak ipar Ku datang berkunjung kerumah ini


Contoh nya saja hari ini Kakak ipar juga suami beserta anak-anak nya berkunjung kerumah ini, bagi Ku tidak masalah sama sekali toh ini rumah orang tua nya bukan..??


Tapi dari cara nya dalam bersikap Aku tidak suka, kalau datang kesini sudah seperti ratu saja di layani semua kebutuhan nya


Memang Ku akui dia dalam segi keuangan tidak pernah kekurangan sedikit pun, mau apapun pasti bisa dia beli, secara kan suaminya seorang PNS


Kakak ipar Ku selalu ngasih uang untuk belanja dapur selama dia menginap disini, dan itu selalu d setor sama Mama mertua Ku. Seperti biasa Mama mertua Ku kalau hal seperti itu pasti langsung terlihat bahagia


"Mah, ini uang dapur untuk beberapa hari kami nginap di sini" ucap kakak ipar Ku sambil menyodorkan beberapa lembar pecahan lima puluh ribu


"Waah, alhamdulillah..!, makasih yah, Nak" jawab Mama mertua dengan raut wajah bahagia menerima uang tersebut


"Iya Mah, nanti Mama yang kepasar yah, Aku capek..!!" titah kakak ipar Ku kepada Mama mertua yang membuat hati Ku sakit mendengar kan nya, karna bagi Ku tidak pantas seorang anak memerintah orang tua seperti itu, seharus nya kita sebagai anak yang akan membuat dia bahagia tanpa bekerja melayani kita, walaupun kita memberinya uang


Dan ini nih, yang Aku tidak suka..!!, Mama mertua yang pergi belanja kepasar, habis pulang pasar langsung memasak, tentunya Aku juga turut ikut serta menolong. Sedang kan Kakak ipar Ku dan adik ipar Ku hanya rebahan santai sambil bermain HP, nanti kalau semua selesai di kerjakan, dengan santai nya dia ngambil piring dan makan duluan tanpa menunggu Aku dan Mama mertua yang masih sibuk beberes dapur, mencuci peralatan masak yang telah digunakan untuk memasak tadi

__ADS_1


Kadang Aku hanya bisa membatin, karna di perlakukan tidak adil di rumah ini, layak nya seorang pembantu, kadang Aku bertanya-tanya dalam hati Aku ini menantu atau pembantu sih..??!


Dulu,pernah Mama mertua Ku marah-marah karna


piring kotor sudah segunung, bagaimana tidak..!!berapa banyak orang di rumah itu, kakak ipar dan keluarga kecil nya, adik ipar. Pastinya piring kotor menumpuk kalau dibiarkan saja, Aku pun tidak lagi mau mengerjakan nya, Aku biar kan saja seperti itu, biasa nya Aku yang mencuci sampai tiga kali bahkan empat kali sehari. Tapi karna batin Ku sudah sangat lelah di perlakukan seperti itu yang seharus nya pekerjaan rumah bisa di kerjakan sama-sama, tapi tidak..!! semua itu hanya menjadi tugas Ku


Aku biarkan, Aku berdiam diri di kamar mencoba untuk istirahat sejenak, untuk tidur siang bersama Alif, karna selama ini tak sekalipun Aku bisa tidur siang karna rasa tidak enak terhadap mertua Ku


Tapi kali ini Aku ingin menjadi egois, untuk menjaga hati dan pikiran ini tetap waras


Dan itu mampu membuat Mama mertua Ku naik pitam, dan mencuci piring kotor itu sambil marah-marah dan membanting-banting peralatan yang ada, dan menyindir Aku yang saat itu lagi tidur


Ya Allah, astagfirullah..!! sungguh hati Ku sangat sakit mendengar kan nya. Yah, karna mendengar berisik dari arah kamar mandi kebetulan kamar Ku bersebelahan dengan kamar mandi membuat Aku terbangun, jadi bisa mendengar ocehan Mama mertua Ku


Apakah selama ini masih kurang yang Aku lakukan di rumah ini...??, Apakah masih kurang Aku menjadi babu di rumah ini..??, sehingga Mama mertua masih menyalah kan Aku dalam hal ini, Aku juga manusia biasa yang butuh istirahat, dan kenapa tidak menyuruh anak gadis nya saja..!!, tapi itu tidak mungkin, karna selama Aku di sana tidak pernah sekalipun anak gadis nya itu mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan di suruh-suruh ini dan itu pun tidak pernah..!! yang ada selama ini piring bekas makan nya Aku yang mencuci kan nya


Dan kenapa tidak menyuruh Kakak ipar Ku..!!, ini yang tidak mungkin nya lagi, karna dia beralasan pergi nginap kerumah ini hanya untuk refresing menghilang kan penat dari rutinitas di rumah nya, dalam artian dia kesini hanya untuk bersantai tidak untuk bekerja, miris memang..!!


******

__ADS_1


Malam hari nya saat istirahat di kamar bersama Mas Angga, Aku mencoba untuk mengeluarkan apa yang selama ini Aku pendam. Yah, selama ini Aku tidak pernah bercerita perihal ini kepada Mas Angga karna takut Mas Angga akan tersinggung


"Mas, apa boleh Aku bercerita..??" tanya Ku sedikit was-was


"Mau cerita apa sayang, tumben..??"


"Tapi janji yah, Mas ngak akan tersinggung atau pun marah"


"Iya, ada apa sih..!!"


"Iya, Mas janji dulu" ucap Ku mengangkat jari kelingking Ku


"Iya, nih aku janji, ada apa..??" Mas Angga menaut kan jari kelingking nya dengan jari kelingking Ku


"Jadi gini Mas, jujur Aku sudah tidak betah tinggal satu atap dengan keluarga kamu Mas" Aku menjeda ucapan Ku dan melihat reaksi Mas Angga setelah mendengar kan ucapan Ku, dan Ku lihat Mas Angga terlihat sedikit bingung


"Soal nya Aku capek Mas, selama ini Aku yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah ini, mulai dari mencuci piring sampai empat kali sehari, membereskan rumah hingga halaman rumah pun Aku yang kerjakan, tidak bisa istirahat di siang hari. Padahal di rumah ini juga ada adik kamu yang sudah gadis, seharus nya dia juga bisa membantu kan, belum lagi kalau kakak kamu kesini, itu sungguh sangat melelah kan, Mas" sambung Ku lagi


"Jadi, kamu mau nya bagaimana sayang..??"

__ADS_1


"Entah lah Mas, Aku juga bingung. Aku ingin nya keluar dari rumah ini, ngontrak..!!, atau ngak punya pondok dari bambu pun tidak masalah untuk Ku, yang penting batin Ku tak tersiksa setiap hari, tapi di lihat dari ekonomi kita, itu sangat mustahil" ucap Ku sambil tertunduk sedih


__ADS_2