Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Kecewa


__ADS_3

Sudah satu tahun berlalu, Alif sekarang sudah menginjak usia enam belas bulan, sudah bisa jalan dan juga belajar berbicara


Sedang kan usah sampingan Mas angga di batu Akik hanya berjalan beberapa bulan saja, karna memang usaha batu akik itu musiman


Kehidupan kami juga masih sama, belum ada perubahan sama sekali, masih menumpang di rumah orang tuanya Mas angga


Tapi kali ini ujian kesabaran Ku di uji lebih lagi oleh Allah, karna di rumah ini Aku bukan lagi tinggal dengan kedua orang tua Mas angga, adik nya, tapi sekarang kakak nya juga ikut tinggal disana


Yah, kakak nya memutus kan pindah kembali kerumah ini, dengan alasan nya saat itu anak-anak nya kurang kasih sayang dari Omah dan Opah nya, karna di atas rumah ini hanya anak Ku Alif cucu mertua Ku. Jadi dia beranggapan anak Ku akan menguasai kasih sayang kedua orang tuanya. Padahal tidak sama sekali, Karna Aku tidak pernah membeban kan anak Ku kepada orang tua Mas Angga, selalu Aku yang mengurus semua kebutuhan anak Ku. Entah lah mungkin dia merasa cemburu


Karna sebelum kakak ipar Ku memutus kan pindah kerumah ini, Aku pernah meminta izin sama mama mertua Ku untuk memakai ruangan samping tempat Mas Angga membuat batu Akik kemaren untuk kami tempati. Ruangan itu sudah sama seperti rumah, karna ada kamarnya dan ruangan tamu juga di sekat dengan rumah utama. Tujuan Ku agar Alif bisa leluasa bermain karna kamar yang kami tempati sekarang sedikit sempit


"Mah, maaf sedikit lancang, sebenar nya Aku ngak ada hak atas rumah ini, cuma kalau mama mengizinkan apa boleh kami menempati ruangan di samping, mengingat Alif sudah mulai aktif kesana kemari" ucap Ku meminta izin, terlihat mama mertua Ku sedikit berpikir


"Kalau mama sih tidak jadi masalah, silahkan kan saja, tapi harus mama bicara kan dulu sama kakak Angga, karna bagaimana pun dia juga harus tau biar tidak ada kesalahpahaman nantinya" jelas mama mertua Ku


Jujur, hati Ku sedikit kecewa mendengar jawaban dari mama mertua Ku, tapi ya sudah lah karna memang Aku ngak ada hak atas rumah ini


"Baik lah Mah, mama tanya kan lah dulu sama kak Yen, kalau begitu Aku kekamar dulu yah mah, takut Alif kebangun" ucap Ku dan beranjak dengan kekecewaan

__ADS_1


*******


Satu minggu setelah Aku minta izin untuk memakai ruangan sebelah, Kakak Ipar Ku mulai bereaksi. Dia mulai memindah kan anak-anaknya sekolah di sini, dan selang satu minggu kemudian, kakak ipar Ku tiba-tiba datang dengan mobil pick up membawa barang-barang milik nya


Saat melihat itu semua, harapan Ku hilang begitu saja, selain kecewa Aku juga merasa kedepan nya Akan lebih berat lagi ujian nya


"Eh kalian sudah datang..??" tanya mama mertua ku datang dari dalam rumah dengan senyum selalu mengembang di bibirnya


"Iya Mah, kebetulan ada mobil pick up teman nya Mas Bram" jawab kakak ipar Ku sembari mengulur kan anak bungsu nya kepada mama mertua Ku


"Emm gitu, ya sudah kalau gitu kalian lanjut saja dulu beberes nya, biar si Rumana sama mama saja dulu ya" ucap mama mertua Ku sambil berlalu masuk kedalam rumah utama


Kakak Ipar Ku dan juga suami nya sibuk menyusun dan menata ruangan yang sempat Ku mintai izin untuk di tinggali kemaren


******


Malam nya, Aku cerita perihal kejadian hari ini kepada Mas Angga karna Aku tidak ingin memendam ini sendirian, nanti malah menjadi penyakit


"Mas, kok kakak kamu gitu yah" ucap Ku saat kami sedang bermain dengan Alif

__ADS_1


"Gitu gimana sayang..??" tanya Mas Angga bingung


"Iya, dua minggu yang lalu Aku pernah minta izin sama mama untuk kita tinggal sementara di ruangan samping, karna mengingat Alif sudah sangat aktif, eh ngak tau nya kakak kamu tiba-tiba datang untuk pindahan menempati ruangan sebelah itu" jelas Ku sedikit sedih


"Biarin saja lah sayang, ngak usah di ambil pusing"


"Ihh, kamu gimana sih Mas, Aku bukan nya ngambil pusing atau bagaimana nya, cuma kan Aku ngrasa kakak kamu itu tidak memberi izin kita menempati ruangan itu, padahal ruangan itu sudah lama jadi gudang, kenapa baru mau pindah sekarang di saat Aku punya niat untuk kita tinggal disana, memang mama waktu itu bilang nya harus ngomong dulu sama kakak kamu"


"Aku tau, Aku ngak ada hak atas rumah ini, Mas" sambung Ku lagi


"Sudah, jangan di pikirin lagi yah sayang. Ngak apa-apa kita di sini saja dulu ya, biar pun kecil tapi paling tidak ini sudah lebih dari cukup untuk kita tinggali"


"Iya Mas, Aku hanya sedikit kecewa saja sama semua yang sudah terjadi, karna tidak sesuai dengan yang Aku harap kan" ucap Ku menghela nafas panjang


"Tapi, ya sudah lah Mas, kamu benar ini sudah lebih dari cukup untuk kita, paling tidak kita masih di beri izin untuk numpang tinggal di rumah ini" sambung Ku lagi


"Kamu yang sabar yah sayang, semoga kedepan nya kita di beri rezeki berlimpah, agar kita bisa punya rumah sendiri" ucap Mas Angga sambil menarik Ku kedalam pelukan nya


Luluh sudah air mata yang Ku tahan sedari tadi, Aku menangis dalam pelukan Mas Angga tanpa suara

__ADS_1


"Sudah, jangan menangis lagi yah, malu di liatin sama Alif tuh" goda Mas Angga , Aku pun menarik diri dari pelukan Mas Angga dan menghapus air mata Ku


"Iih, apaan sih Mas. Aku hanya sedikit sedih aja kok, ya udah kita tidur yuk, aku sudah mengantuk soal nya" ucap Ku sambil merebahkan tubuh Ku di samping Alif, di ikuti oleh Mas Angga yang juga tidur di samping Alif


__ADS_2