Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Rencana Jualan Gorengan


__ADS_3

"Sayang, Aku berangkat kerja dulu yah" ucap Mas Angga berpamitan


"Nanti jangan lupa, kalau masak nyimpan nya di kamar saja" sambung nya lagi sebelum keluar dari kamar


"Iya Mas, kamu hati-hati yah Mas. Ingat kami di rumah menunggu kepulangan kamu" jawab Ku memperingati Mas Angga


"Iya, Aku berangkat. Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Ku sembari menyalami dan mencium punggung tangan Mas Angga, setelah itu Mas Angga berlalu dari hadapan Ku


Sekarang tinggal Aku seorang diri merenungi nasib kedepan nya bagaimana. Karna Alif masih tertidur dengan pulas nya


Tiba-tiba Aku kepikiran ingin mencoba berjualan gorengan 'Risoles'. Karna dulu waktu masih sekolah Aku pernah kerja di Resto, dan belajar membuat Risoles


"Ah yaa, sebaik nya Aku coba saja bikin Risoles, mana tau banyak peminat nya, lagian Alif sudah besar jadi tidak akan merepot kan" gumam Ku sembari mengusap-usap rambut Alif


Keyakinan Ku untuk membuat usaha kecil-kecilan sudah bulat, kebetulan Aku punya simpanan yang selama ini Aku kumpul kan dari sisa ke pasar, Alhamdulillah cukup lah untuk modal membuat Risoles


Tapi tetap Aku meminta izin Mas Angga terlebih dahulu


Setelah puas bergelut dengan pemikiran Ku, Aku beranjak untuk membereskan kamar ini, biar nanti tidak terlalu berantakan kalau harus menyimpan masakan disini


Aku pindah kan Rice cooker kekamar, galon air pun tak lupa Aku pindah kan biar ngak susah ngambil minum nya


Ini sebenar nya tidak di benar kan, orang tua Ku pun dulu melarang keras untuk membawa makanan kekamar, apalagi sampai makan di kamar. Tapi mau bagaimana lagi demi kenyaman dan ketenangan hati


Usai membereskan semua nya, Alif bangun dari tidur pulas nya


"Ma... mama" panggil Alif yang masih tiduran di atas ranjang


"Eh, anak mama sudah bangun..??" ucap Ku menghampiri Alif dan menggendong nya


"Mandi yuk, sudah busuk ini" sambung Ku lagi sembari menutup hidung menggoda Alif


"Ayo, mandi belenang yah, Mah" ucap Alif semangat. Yah, Alif belum bisa mengucap kan huruf 'R' dengan tepat, sering di ganti huruf 'L'


Yah, Alif sangat suka bermain air, jadi tidak susah untuk mengajak nya mandi. Berendam di dalam baskom besar yang biasa di sebut nya berenang, itu sudah membuat nya senang


"Ayo, tapi tidak lama-lama yah, sebentar saja nanti masuk angin" ucap Ku, Alif menggangguk tanda setuju Aku pun bangkit sambil menggendong Alif menuju kamar mandi


Ku biar kan Alif bermain air, melihat dia bermain dengan bahagia nya seperti ini, timbul rasa bersalah dan sedih di hati Ku. Karna selama ini jarang mengajak nya pergi jalan-jalan keluar, hanya terkurung di dalam kamar yang sempit itu

__ADS_1


"Mah, mama... " teriak Alif membuat Aku tersadar


"Eh, iya. Sudah berenang nya, hum..??"


"Sudah, Mah. Dingin..!!"


"Ayoo, mama sabunin dulu badan nya yah, biar wangi" ucap Ku sembari membaluri badan nya dengan sabun cair khas baby


Tak butuh waktu lama untuk Ku memandikan Alif, Aku gendong kembali ke kamar dan memakai kan baju nya


"Huuum, wangi nya anak ganteng Mama" ucap ku menciumi tubuh nya


"Sudah, Mama. Geli..!!" teriak Alif sambil tertawa


"Aku lapal, mau mamam" sambung nya lagi


"Baik lah, Alif tunggu di sini dulu yah, biar Mama ambilin dulu" ucap Ku yang di angguki oleh Alif


Tak lama Aku kembali lagi dengan membawa piring, karna nasi sudah ada di kamar, Aku sendokan sedikit nasi kedalam piring, dan telor ceplok sebagai lauk nya


Alif makan dengan lahap nya, tak terasa nasi yang ku ambil kan tak tersisa sedikit pun


"Oke, mama" jawab nya sambil sambil meraih mainan mobil-mobilan nya, Aku beranjak membawa piring kotor keluar, tak lupa ku tutup pintu kamar biar Alif tidak keluar


Tak lama Aku kembali, Ku lihat Alif masih sibuk dengan mainan nya


"Alif, ngak apa-apa mama tinggal bentar yah, Alif main nya di kamar saja, mama mau masak sambel dulu untuk papa yah"


"Iya Mah" jawab Alif singkat, karna memang dia lagi sibuk dengan mobil-mobilan nya, jangan di tanya lagi keadaan kamar, sudah seperti kapal pecah karna mainan nya sudah berserakan dimana-mana


Aku keluar, sesegera mungkin menyelesaikan acara masak memasak nya, sebelum Alif rewel


Aku memasak sambel kesukaan Mas Angga lagi, yaitu gulai kuning tahu tempe. Yah, Mas Angga orang nya tidak suka pedas, jadi sambel seperti ini sangat di sukai nya, dengan telur dadar saja sudah membuat Mas Angga makan sampai dua piring, begitulah Mas Angga tidak terlalu memilih masalah makan


Usai memasak, seperti biasanya Aku sisih kan untuk mama mertua Ku. Sisanya sesuai titah Mas Angga langsung Ku simpan di dalam kamar


Saat masuk kedalam kamar, kulihat Alif masih asyik dengan mainan nya, Aku pun menemani nya bermain, karna kasihan dari tadi di tinggal main sendiri


Karna capek bermain, Alif akhirnya tertidur setelah Aku kasih Asi


******

__ADS_1


Pintu kamar terbuka


"Assalamu'alaikum" ucap Mas Angga saat pintu terbuka


"Walaikumsalam" jawab Ku sembari mencium punggung tangan Mas Angga


"Masak apa sayang..??" ucap Mas Angga mendudukan bokong nya di ranjang


"Gulai kuning kesukaan kamu, Mas. Kenapa..??" jawab Ku


"Apa mau makan dulu..??" sambung Ku lagi


"Iya lah sayang, laper banget soal nya"


"Baik lah, tunggu sebentar yah Aku ambilin piring nya dulu" ucap Ku bergegas keluar


Tak lama Aku kembali dengan membawa piring dan gelas, segera Ku ambil kan nasi dan sambel nya untuk Mas Angga


"Ini, Mas." Ku serah kan piring yang berisikan nasi lengkap dengan sambel nya, tanpa banyak bicara lagi Mas Angga langsung melahap nya


"Pelan-pelan saja makan nya, Mas. Nanti keselek lagi"


"Laper sayang, di tambah sambel buatan kamu juga enak"


"Bisa saja kamu, Mas" ucap Ku bahagia atas pujian yang di lontar kan Mas Angga


"Besok, bawa bekal saja yah, Mas. Soal nya kita kan sudah masak sendiri sekarang" ucap Ku memberikan saran, yang di jawab dengan anggukan oleh Mas Angga


Usai makan, Mas Angga beristirahat sejenak sebelum mandi


"Mas, besok Aku mau jualan gorengan rencana nya, boleh yah, Mas"


"Gorengan apa..??"


"Risoles rencana nya, Mas. kebetulan Aku pernah belajar membuat nya dulu waktu kerja di Resto, dan modal untuk membuat nya pun Aku sudah ada"


"Ya sudah, terserah kamu saja. Aku akan selalu mendukung kamu kok, yang penting jangan lupa sama Alif"


"Beres..!!, kalau itu Aku ngak akan lupa kok Mas"


"Baik lah, Aku mandi dulu yah sayang, gerah habis makan" ucap Mas Angga bangkit meraih handuk dan berlalu ke kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2