
"Iya Mama ngerti kok keadaan kalian saat ini, lagian kita hanya memikirkan biaya dapur dan juga resepsinya saja kok. Untuk kamar sudah di tanggung oleh calon adik kamu." jelas Mama mertua Ku sedikit bangga menceritakan calon menantunya yang dalam artian ber-ada lah dari segi ekonominya.
"Baik lah, Mah. Kalau begitu mana baik nya saja lah menurut Mama, Aku setuju-setuju saja." ucap Mas Angga.
"Kalau begitu kami pulang dulu yah, Mah." sambung Mas Angga pamit.
"Ya sudah, kalian hati-hati yah, nanti Mama kabari saja kapan pastinya." ujar Mama mertua Ku yang kami jawab dengan anggukan saja.
Kami pun berlalu meninggal kan rumah mama mertua Ku dengan mengendarai sepeda motor butut punya papa mertua Ku.
********
Hari begitu cepat berlalu, dimana hari yang di nantikan oleh Ruri adik ipar Ku telah datang, tepat di hari ini adalah hari dimana Ruri akan di persunting oleh calon suami nya.
Semua persiapan sudah siap, mulai dari hidangan untuk tamu, sampai dekorasi ruangan untuk resepsi sudah tertata rapi dengan indah nya.
Tak lupa semua anggota termasuk Aku juga sudah rapi dengan make up tipis menempel di wajah Ku.
Setelah semua di rasa cukup, acara akad segera di mulai dan di lanjut dengan resepsi.
"Saaaaah!! " teriak para saksi yang menyaksikan proses ijab qobul tersebut.
Terlihat wajah-wajah bahagia dari semua anggota keluarga. Terutama mama mertua Ku, karna Ruri adalah anak bungsu nya yang saat ini sudah sah menjadi seorang istri.
Setelah selesai dengan pembacaan doa, dan penandatanganan buku nikah. Dilanjut kan dengan proses selanjutnya, yaitu resepsi
Untuk resepsi pagi ini Ruri kembali ganti kostum, yang semula pakai kebaya sekarang memakai pakaian adat Sumbar.
Para tamu sudah mulai berdatangan, termasuk kedua orang tua Ku yang turut di undang. Aku sangat bahagia atas kedatangan kedua orang tua Ku, karna sudah sangat lama tidak pernah berjumpa.
__ADS_1
Dan sudah di pastikan lebaran tahun itu tidak bisa mudik ke kampung, karna perkiraan Ku untuk melahirkan di akhir bulan Mei 2018, sedangkan lebaran bulan Juni tanggal 12 di kala itu.
Siang nya karna ngak ada aktivitas, semua orang sibuk dengan acara yang sedang berlangsung, dan mengabaikan kehadiran orang tua Ku dari kampung.
Jadi Aku punya inisiatif untuk mengajak kedua orang tua Ku kerumah yang kami huni. Biar mereka juga tau dimana anak nya tinggal saat ini, jadi gampang kalau suatu saat nanti mereka ingin berkunjung.
"Mah, Pah, bagaimana kalau kita kerumah Ku saja, biar bisa istirahat di sana."
"Apa tidak masalah sama mertua mu nanti." jawab Mama Ku sedikit ragu
"Ngak apa kok mah, soal nya sebelum ini juga sudah Aku bilang kok, lagian di sini mau istirahat dimana, semua ruangan sudah pada penuh."
"Baik lah kalau memang begitu, kasihan juga sopir nya pasti capek dan butuh istirahat." jawab papa Ku setuju
"Tunggu sebentar yah Mah, Pah. Aku mau pamit dulu sama mas Angga dulu." ucap Ku dan berlalu menuju ketempat mas Angga yang sibuk dengan teman-teman nya.
"Baik lah, tapi Aku ngak bisa ikut yah."
"Iya ngak apa kok Mas, biar Aku aja. Mas di sini aja ngak enak juga sama Mama nantinya."
"Tapi ingat, jangan sampai macam-macam, karna aku sudah hafal banget bangaimana teman-teman kamu, dan disini juga lagi ada orang tua Ku, Aku tidak ingin dia Melihat kamu nantinya berprilaku tidak baik, paham kan maksud Aku." sambung Ku mengingat kan Mas Angga agar tidak lupa, biar tidak terpengaruh sama teman-teman nya.
"Iya, Aku ingat dan paham kok."
"Baik lah, kalau begitu Aku pamit yah." ucap Ku dan berlalu meninggal kan Mas angga, dan menuju ketempat Mama mertua Ku untuk meminta izin juga.
"Mah, Aku mau izin kerumah dulu sama orang tua Ku."
"Lah, kok kerumah kamu, ngapain jauh-jauh kesana. Sudah jelas di sini lagi ada acara." jawab Mama mertua Ku sedikit keberatan.
__ADS_1
"Mereka mau istirahat Mah, disini kan ngak ada ruangan lagi untuk istirahat. Selain itu biar orang tua Ku tau juga di mana Aku tinggal sekarang Mah." jelas ku memberi pengertian.
"Ya sudah terserah kamu saja kalau begitu, nanti untuk makan disana kamu bungkus saja soto."
"Baik lah, Mah." ucap Ku dan berlalu pergi.
Sebenar nya hati Ku saat ini belum begitu enak terhadap Mama mertua ku ini. Karna beberapa hari yang lalu saat proses belanja kepasar untuk membeli bahan masakan untuk acara jamuan di hari ini.
Aku pun ikut membeli bahan masakan, beberapa lauk dan teman-teman nya yang lain untuk di jadikan hidangan untuk orang tua Ku jika mampir kerumah Ku.
Niat Ku bukan untuk apa-apa, tapi Aku hanya ingin di saat orang tua Ku datang berkunjung sekali-kali kerumah Ku. Aku ingin memaksakan mereka dengan hasil tangan Ku sendiri, yang pasti nya dengan menu kesukaan mereka.
Tapi malah membuat mama mertua Ku marah di saat itu. Di kala Aku lagi membersihkan lauk yang ku beli di pasar.
"Siapa yang suruh beli ikan ini?" tanya mama mertua berkacak pinggang.
"Dan itu juga belanjaan siapa?" sambung nya lagi sambil menunjuk ke arah keranjang yang berisi belanjaan Ku.
"Ngak ada yang suruh Mah, ini ikan untuk Aku masak di rumah besok, kalau orang tua Ku datang kesini. Dan itu juga belanjaan Ku." jawab Ku sambil menunduk karna di lihat banyak orang.
Yah, di saat itu orang lagi ramai karna lagi rewang.
"Astaga!!, kenapa harus masak lagi di rumah kamu, dan ngak perlu juga di lakukan. Jangan bodoh-bodoh kali lah kamu itu, kan di sini kita ada acara dan pastinya juga masak dengan menu yang banyak. Kan bisa makan disini saja. Jangan bikin malu lah." ucap Mama mertua ku dengan suara yang cukup keras, sehingga orang-orang yang lagi rewang di sana melihat ke arah kami.
Malu?? pasti di saat itu Aku sangat malu di kata-katain seperti itu, tapi Aku tidak lagi mau menjawab perkataan nya. Aku hanya diam dan menerus kan pekerjaan Ku dengan mata yang sudah terasa berair tapi tetap Ku tahan agar tidak jatuh.
Setelah semua nya selesai, Ku taruh di kulkas. Mood Ku sudah hancur tidak ada lagi semangat untuk menolong rewang di dapur.
Usai Ku tutup Kulkas, Ku berjalan kedepan dan ngumpul sama tante Pit yang kebetulan ada disana. Perkataan Mama mertua Ku selalu terngiang-ngiang di telingaku. Yang membuat Ku banyak diam.
__ADS_1