
Aku pergi sembari menggendong Alif melewati Mas Angga yang masih sibuk dengan HP nya, yang katanya sebentar tapi nyatanya apa!!
Ceklek!
Saat pintu terbuka, Mas Angga menoleh kepintu dan terkejut dengan setelan kami yang sudah rapi.
"Eh, sayang mau kemana?" tanya Mas Angga.
Aku tidak menjawab perkataan nya sama sekali, Aku terus keluar dan menggendong Alif.
"Sayang!!" teriak nya lagi, tapi tetap tak ku hirau kan.
Aku capek harus seperti ini terus, karna semenjak punya HP, Mas Angga lebih memprioritaskan kan HP nya itu ketimbang kami.
Aku selalu mencoba sabar, karna Aku selalu meyakin kan hati ini 'Tidak apa-apa lah dia main game online, asal kan selalu di rumah. Dari pada keluar berkumpul dengan teman-teman nya yang hanya membawa pengaruh buruk untuk nya'
Begitulah pikir Ku, tapi semakin kesini Aku semakin kehilangan kesabaran juga, yang setiap hari di cuekin, berbicara ketika perlu nya aja, dan di ajak ngobrol di jawab seperlu nya saja.
Aku terus berjalan, Alif masih Ku gendong.
Tak lama terdengar suara motor dari arah belakang, dan berhenti tepat di samping Ku berjalan.
"Sayang, kamu kenapa, sih!!" tanya Mas Angga
"Huh, masih juga bertanya kamu, Mas. Aku lama-lama juga capek dengan sifat kamu Mas, setiap hari sibuk dengan HP kamu itu, sampai-sampai kamu tidak peduli dengan kami."
"Sudah lah Mas, Aku lagi malas berdebat dengan kamu, silah kan kamu lanjutin bermain game online kamu itu. Tidak usah hirau kan kami, mau mati kelaparan kek, apa kek." ucap Ku sudah mulai terbawa perasaan.
Aku melanjut kan langkah Ku dengan Alif yang bingung dengan yang terjadi antara Aku dan Mas Angga.
"Sayang, tunggu. Jangan seperti ini, Aku minta maaf yah, Aku salah. Seharusnya Aku tidak bertingkah seperti ini terhadap kamu dan juga Alif."
"Sudah lah Mas, kalau masalah maaf sudah sering sekali Aku berikan untuk kamu, tapi nyatanya kesalahan demi kesalahan selalu kamu ulangi, apalagi semenjak kamu punya HP itu"
"Iya aku minta maaf sayang, janji deh ngak akan mengulangi nya lagi." Jawab Mas Angga dengan raut wajah penyesalan nya.
"Oke, kali ini Aku maafin lagi, mengingat Alif sudah lapar dari tadi, Aku tidak mau menjadi ibu yang egois" ucap Ku sembari naik ke atas motor yang di kendarai Mas Angga.
Kami pergi ke pasar terdekat yang ada disana untuk membeli nasi bungkus.
__ADS_1
Tak lama kami kembali menuju pulang kerumah dengan tentengan yang lumayan banyak.
Karna Mas Angga Langsung mampir ke supermarket untuk membeli perlengkapan mandi.
"Makan yang banyak yah, Nak." ucap Ku saat membukakan satu bungkus nasi ke hadapan Alif, tentunya berdua dengan Ku karna tidak mungkin Alif akan menghabiskan satu bungkus nasi seorang diri.
"Iya Mah." jawab Alif sambil menyuap kan nasi kedalam mulut nya.
Aku biar kan Alif makan sepuas nya, karna ku lihat dia makan dengan lahap nya.
"Mah, udah" ucap Alif setelah kenyang dengan makan nya.
Ku lihat nasi tinggal sedikit, Aku senang dia makan banyak hari ini, memang Alif orang nya tidak banyak pilih dalam hal makan.
"Baik lah, Alif cuci tangan dulu yah" ucap Ku menyodor kan satu mangkok air cuci tangan.
"Alif sudah kenyang?" tanya Ku di sela-sela dia mencuci tangan nya.
"Kenyang, Mah."
"Apa Alif tidak makan di tempat oma?" tanya Ku penasaran karna melihat Alif makan begitu lahap nya.
"Ah, masa iya oma belum masak nasi? Terus makan apa saja Alif di tempat oma?"
"Makan jajan aja, opa yang belikan"
"Oma apa ngak ada ngasih uang jajan?" tanya Ku lagi mulai menginterogasi, mumpung Mas Angga lagi mandi.
"Ngak ada, oma ngak ada uang. Opa yang kasih jajan manyak-manyak" jelas nya lagi dengan kata yang sedikit kurang jelas.
"Emm gitu, ya sudah Alif nonton gih, mama mau habisin nasi nya dulu, oke." Kata Ku menyudahi pembicaraan yang menyakitkan itu.
Yah, begitulah kalau disana oma nya terbilang perhitungan dalam masalah keuangan, beda hal nya dengan opa nya yang selalu royal terhadap cucu-cucu nya.
*******
Malam nya sama seperti biasanya, tidak ada yang berubah Mas Angga masih sibuk dengan aktifitas nya.
Aku berusaha menerima hobby nya itu, karna percuma juga protes yang ujung-ujung nya hanya di beri harapan dan janji palsu.
__ADS_1
"Alif, kita bobok yuk, sudah malam"
"Bental lagi Mah, Aku masih nonton tobot."
"Baik lah, mama temani yah. Tapi janji habis ini langsung tidur, tidak boleh bobok nya sampai larut malam begini."
"Iya mah." jawab nya singkat karna fokus nya ke layar TV.
Sekitar setengah jam kemudian film yang di tontonya habis.
"Ayo mah, bobok." ajak Alif dengan mata yang sudah merah karna kantuk, dan menguap lebar.
"Tuh kan, tadi mama ajak bobok ngak mau."
Aku langsung menggendong nya ke dalam kamar.
Tak butuh waktu lama untuk nya pergi ke alam mimpi karna memang dia sudah sangat mengantuk sekali.
"Sayang, bikin kan kopi dong." ucap Mas Angga membangun kan Ku.
Sungguh ini hal yang sangat Aku tidak suka, di saat tidur di ganggu oleh orang.
"Aduh, Mas!! Aku mengantuk"
"Ayo lah sayang, bikin kan sebentar. Habis itu lanjut lagi tidurnya." ucap Mas Angga lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh ku.
"Aduh Mas!! Aku sangat mengantuk. Mas aja deh yang bikin sendiri." jawab kekek ngak mau membuat kan nya kopi.
Karna jujur, Aku benar-benar sangat mengantuk dan di tambah baru menyelami alam mimpi, tiba-tiba dibangun kan itu sungguh sangat menyebal kan menurut Ku.
"Sayang, ayo lah bantu Aku yah, ini aku lagi main game nanggung kalau harus berhenti" jawab Mas Angga terus mendesak Ku untuk membuat kan nya kopi.
Karna sangat tidak nyaman di ganggu terus, akhirnya Aku menuruti keinginan Mas Angga, dengan raut wajah yang sungguh tidak enak di pandang, karna saking kesal nya di bangun kan saat enak tidur.
Setelah membuat kan kopi nya, Aku melanjut kan lagi tidur yang sempat terganggu.
******
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE NYA YAH MAN TEMAN 😊🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA KRISAN NYA YANG MEMBANGUN 🙏