Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Ayoo joom mampir


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Apa kabar nya nih teman-teman semua nya? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat walafiat, Aamiin Allahumma aamiin 🤲🙏


Kalau boleh tau teman-teman semua kenal dengan novel 'Sakitnya Di Khianati' ini dari mana?? Dan asal dari mana saja??


Oya perkenal kan juga karya kedua ku Bagimu Aku Siapa.


Jangan lupa mampir ya teman-teman, di tunggu kedatangan nya😊😇🤗


Dan yang paling penting jangan lupa krisan nya😊


Agar bisa lebih bagus lagi kedepan nya.


❤❤❤❤❤❤



"Cik, gue duluan ya, mau dandan dulu sebelum jalan sama babang tampan." ucap Tasya saat jam pelajaran telah usai, dan bersiap-siap untuk pulang.


"Oke, loe hati-hati. Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi gue."


"Siap, bestie ku." ucap Tasya, dan bergegas pergi meninggal kan Cika yang masih membereskan buku nya.


"Dasar aneh!" gumam Cika, melihat tingkah sahabat nya itu.


Usai merapikan buku nya, cika pun berlalu dari kelas tersebut menuju parkiran dimana motor nya terparkir.


Yap, Cika hari ini memilih berangkat kesekolah mengunakan motor kesayangan nya.


Setelah memakai astribut keselamatan, Cika pun melajukan motor tersebut menuju pulang kerumah nya.


Sepanjang perjalanan Cika bersenandung kecil, dan tanpa di sangka-sangka motor yang di kendarai nya itu menabrak bagian belakang mobil pengendara lain.


BRAAAAK!!


"Astagfirullah," ucap Leo terkejut mobil nya di tabrak oleh pengendara lain. Yap, yang punya mobil tersebut adalah Leo.


"Astaga!! " pekik Cika, dia juga sama terkejut nya dengan Leo, karna tidak menyangka akan mengalami kejadian naas tersebut.


Untung saja Cika mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang, sehingga tidak mengalami luka sama sekali. Hanya saja motor kesayangan nya yang rusak bagian depan, dan mobil tersebut ringsek bagian belakang nya.


Leo pun turun untuk memeriksa keadaan mobil nya. Sedang kan Cika sudah menstandar motor milik nya, berniat untuk mengecek keadaan mobil yang barusan di tabrak nya.


"Astaga!!" ujar Leo saat melihat keadaan mobil nya yang lumayan ringsek akibat di tabrak oleh Cika.


"Hey, kamu ini bagaimana sih!! Bisa tidak bawa motor nya. Lihat nih mobil saya jadi rusak begini." ucap Leo menatap Cika dengan sorot mata yang tajam.


"Yee gitu doang juga, kan tinggal di masukin kebengkel." ucap Cika dengan entengnya.

__ADS_1


"Apa kamu bilang!! Enteng sekali mulut kamu itu ngomong setelah menabrak mobil saya."


"Lah, salah saya dimana bang. Kan kalau mobil nya rusak perbaiki nya di bengkel bukan. Lagian Abang ngak kenapa-napa juga kan." ucap Cika dengan gamblang nya meraba-raba tubuh Leo, memeriksa keadaan nya.


"Cukup!! Saya tidak suka di pegang-pegang sama perempuan, paham kamu!!" ujar Leo menepis tangan Cika yang menyentuh tubuh nya, yang membuat Cika meringis kesakitan. Karna Leo menepis tangan nya cukup kuat.


"Augh! Apaan sih bang, kasar banget sama perempuan." ucap Cika memegang tangan nya yang sakit.


"Makanya jadi perempuan itu jangan murahan, main pegang laki-laki sembarangan."


"Astaga!! Eh bang saya cuma mau mengecek keadaan Abang saja kok, tidak lebih. Jadi jangan seenak jidat Abang saja ngatain saya murahan." pungkas Cika meninggi kan suaranya.


"Dasar bocah ingusan" gumam Leo, dan beranjak memasuki mobil milik nya. Percuma juga melawan bocah ingusan seperti itu, pikir Leo.


"Apa!! Yang ada Abang tu pohon pisang, punya jantung, tapi tidak punya hati." Teriak Cika kesal di bilang bocah ingusan oleh Leo.


Leo yang mendengar pun kembali turun dari mobil nya menghampiri Cika.


"Apa kamu bilang barusan?"


"Abang tu kayak pohon pisang, punya jantung tapi tidak punya hati."


"Berani ya kamu ngatain saya seperti itu, kalau begitu tolong kamu perbaiki kerusakan mobil saya."


"Ogah!! Perbaiki saja sendiri wahai pohon pisang."


"Iih apaan sih bang main ngancem-ngancem segala, ngak laki banget deh."


"Sudah sini nomor ponsel kamu, saya tidak punya waktu untuk meladeni bocah ingusan seperti kamu." ujar Leo yang membuat Cika tambah kesal di buat nya.


"Kita perbaiki sendiri-sendiri saja, motor saya juga rusak karna mobil Abang. Lihat tuh udah pada copot." ucap Cika sembari menunjuk ke arah motor nya yang rusak.


"Itu bukan urusan saya, karna yang menabrak mobil saya kan kamu, jadi kamu harus bertanggung jawab."


"Oke! Oke. Tapi tolong antar kan saya pulang ya bang, motor saya udah ngak bisa di bawa jalan lagi."


Leo menghela nafas nya kasar, dan menggusar wajah nya frustasi.


"Saya janji akan bertanggung jawab, tapi tolong ya bang, antar kan saya pulang. Please!!" ucap Cika memohon sembari mengatup kan kedua tangannya, dan tak lupa memasang wajah memelas nya.


Leo tidak tega, akhirnya memberikan tumpangan untuk Cika.


"Baik lah, ayo masuk." ucap Leo sembari masuk kedalam mobil nya, di ikuti Cika masuk di samping pengemudi.


Leo pun melajukan mobil milik nya.


"Mana nomor ponsel mu." ucap Leo lagi


"Iih, masih juga ingat." sungut Cika dengan mulut yang komat-kamit.

__ADS_1


"Jelas lah, kalau tidak ada nomor ponsel mu, kemana saya akan meminta tagihan nya nanti."


"Perhitungan banget sih bang sama dedek." ucap Cika yang membuat Leo bergidik ngeri.


"Bang, tidak baik menindas bocah ingusan tau. Apa Abang tidak takut dosa?"


"Jangan bawa-bawa dosa dalam permasalahan ini. Ayo tulis nomor ponsel kamu disini." ucap Leo menyodorkan ponsel nya ke arah Cika.


Cika mengambil nya dengan kasar dari tangan Leo. Dan menulis kan nomor whatsapp nya disana.


"Nih, saya cuma punya nomor whatsapp." ucap Cika menyodorkan kembali ponsel milik Leo tersebut.


"Bagus, yang penting bisa menghubungi kamu."


"Pelit amat sih, kaya tapi perhitungan." gumam Cika yang masih terdengar oleh Leo.


Leo hanya tersenyum tipis mendengar gumamam Cika tersebut.


Cika pun meraih ponsel milik nya dari dalam tasnya. Dan mendial nomor seseorang.


"Assalamu'alaikum." sahut seseorang di seberang sana.


"Walaikumsalam. Mas tolong jemput motor saya di jalan Veteran dekat lampu merah ya. motor Scoopy warna hitam merah, besok saya ambil." ucap Cika memberi titah ke tukang bengkel langganan nya.


"Baik, Mbak." sahut tukang bengkel tersebut, dan sambungan telepon pun terputus.


Cika kembali memasukan ponsel nya kedalam Tas.


Tidak ada lagi perdebatan antara Cika dan Leo. tapi tiba-tiba Cika tersadar akan sesuatu.


"Astaga Abang!! ini sudah lewat dari rumah saya." teriak Cika, saat menyadari rumah nya telah terlewat jauh.


"Ya mana saya tau rumah kamu dimana," jawab Leo dengan santai nya.


"Ya sudah putar balik, atau jangan-jangan Abang ada niatan buat nyulik saya ya?" tuduh Cika yang membuat Leo kesal di buat nya.


"Eh ngak ada untung nya saya nyulik kamu tau ngak, yang ada rugi saya. Lagian siapa juga yang mau sama bocah ingusan seperti kamu ini."


"Biariin!! mata Abang nya saja yang rabun, tidak bisa melihat kecantikan dedek." ucap Cika mengibas kan rambut nya penuh percaya diri.


"Bodo'!! Cepatan!! Ini dimana nya rumah kamu, saya masih ada urusan."


"Noh di depan," tunjuk Cika


"Kompleks indah permai itu?"


"Hu'um" jawab Cika singkat.


"Ternyata nih anak orang ber-ada juga rupa nya." batin Leo. Karna setau Leo penghuni komplek tersebut orang yang berduit saja.

__ADS_1


__ADS_2