
Satu minggu setelah kejadian ribut karna Hp untuk yang kesekian kali nya.
Semua nya tetap berjalan seperti biasa, Aku yang mudah memaafkan Mas Angga dengan ucapan manis yang keluar dari mulut nya.
Tapi satu hal yang tidak berubah hingga sekarang ini, ya apalagi kalau bukan kebiasaan Mas Angga yang hobby bermain game online yang Aku tidak paham sama sekali.
Akhir-akhir ini Ku perhatikan Mas Angga banyak berubah.
Tidak lagi peduli dengan kami, contoh nya sudah satu minggu ini Aku dan anak-anak tidur di ruang keluarga di depan televisi tepat nya, karna menemani anak-anak nonton akhirnya ketiduran disana hingga pagi menjelang.
Tapi dia malah cuek, biasanya pasti di bangunin dan nyuruh pindah ke kamar atau dianya yang ikut tidur di luar bareng kami.
Tapi sudah satu minggu ini dia berubah, suka menyendiri sambil senyum-senyum sendiri. Misal kan kalau dia tidur di kamar, Aku susul ikut kesana pasti selalu menghindar dengan alasan mau merokok tidak ingin anak-anak terpapar asap rokok yang di hisap nya, dan bla bla lain nya. Akhir nya dia tidur di luar sendirian dan yang pastinya di temani Hp milik nya.
Pernah juga saat dia mau tidur di luar, Aku juga ikut rebahan di samping nya, eh dia nya malah duduk dan pindah ke kamar.
Oh astaga, ada apa dengan nya? Kenapa selalu menghindar saat di dekati dan juga suka senyum-senyum sendiri.
Dan tepat nya di hari ini Allah mungkin ingin menunjukan kepada Ku tentang kelakuan Mas Angga yang terbilang sudah menyimpang. Dan kelakuan ini juga sudah yang kesekian kali nya di lakukan dan dengan mudah nya juga Aku selalu memaafkan nya.
Karna ada sesuatu hal yang ingin Aku cek pakai Hp milik Mas Angga, sesuatu hal tentang aplikasi yang di pertanyakan oleh ustadz nya Alif. Tidak ada niat sebenar nya untuk mencek isi Hp milik Mas Angga ini, karna memang sebelum ini untuk meminjam Hp nya ini sangat lah sulit.
"Mas, pinjam sebentar dong Hp nya."
"Untuk apa? Aku lagi main."
"Ini Ustadz nya Alif tanya tentang pengaturan cara merubah tulisan di chat-an, katanya bagus untuk membuat pengumuman atau informasi, soalnya sudah Aku kasih tutorial lewat Hp Ku, tapi katanya ngak ada di Hp milik nya, Aku hanya ingin cek di Hp kamu aja apakah sama atau gimana." jelas Ku panjang kali lebar agar Mas Angga mau meminjam kan Hp milik nya itu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Aku di kasih pinjam oleh Mas Angga.
Tanpa ragu dan curiga akan hal lain, segera mungkin Aku men-cek apa tujuan awal Aku meminjam Hp milik Mas Angga ini.
__ADS_1
Langsung Ku klik aplikasi yang berlogo kan telepon berwarna hijau yang di pakai sejuta umat itu untuk berkomunikasi.
Dan saat sudah masuk kedalam aplikasi ini.
DEGH!!
Hati Ku langsung bergemuruh hebat, perasaan Ku hancur untuk yang kesekian kali nya.
Ada satu chat-an dari nomor yang tidak Aku kenal sama sekali, karna memang nomor nya sengaja tidak di kasih nama sama Mas Angga.
" Sayang, kok lama sekali sih?" chat Mas Angga kepada orang yang ku yakini seorang wanita.
"Iya ada apa sayang," balasan pesan dari pemilik nomor tanpa nama itu.
"Kok ngak di balas."
"Sayang, kok diem aja sih?"
Pikiran Ku langsung tidak tenang, memikirkan isi chat-an sebelum ini, karna Ku yakin sebelum chat-an yang ini pasti ada sambungan nya. Karna setelah berbalas whatsapp sepertinya selalu di hapus sama Mas Angga agar Aku tidak mengetahui nya dan sengaja tidak men-save nomor nya.
Tapi Allah sepertinya lagi berpihak kepada Ku, menunjukan kelakuan buruk nya Mas Angga.
Apa yang menjadi tujuan awal Ku tadi, jadi teralih kan dengan isi chat-an Mas Angga dengan wanita itu. Langsung Ku keluar dari aplikasi yang sudah membuat perasaan dan hati Ku hancur.
"Ternyata kamu masih belum berubah yah, Mas." ucap Ku berusaha setenang mungkin agar air mata Ku tidak tumpah di hadapan nya.
"Maksud kamu apa sih sayang, belum berubah apa nya?"
"Ini, kamu pasti tau apa maksud Aku, Mas." ucap Ku sambil menyodor kan Hp miliknya.
"Ternyata memang benar yah, kalau seseorang sudah melakukan kebohongan, pasti seterusnya akan seperti itu, sangat sulit untuk nya berubah."
__ADS_1
"Apaan sih sayang, Aku ngak ngerti. Kebohongan apa maksud kamu?"
"Kamu tinggal cek aja isi whatsapp kamu Mas, pasti kamu tau kebohongan apa yang Aku maksud."
"Mau beralasan apa lagi kamu sekarang, Mas!" ucap Ku lagi dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis.
"Ah itu, kamu jangan salah paham sayang. Itu hanya bercanda kok, ngak serius."
"Alasan basi Mas, karna ini sudah yang kesekian kalinya kamu chat-an sama wanita lain dengan kata-kata tidak wajar di ucap kan oleh seorang laki-laki yang sudah beristri, Mas."
"Dan kamu bilang untuk yang kesekian kalinya ini hanya gurauan atau candaan, seharus nya kamu mikir Mas! apa kah pantas bercanda dengan kata 'Sayang-sayangan' seperti itu dengan wanita lain."
"Kalau kamu rasa ini wajar, ngak apa-apa kalau begitu Aku juga mau cari teman untuk saling bergurau seperti apa yang kamu lakukan saat ini."
"Apa kamu ngak bisa mikirin perasaan Aku kalau Aku mengetahui semua ini, Mas?, kalau boleh jujur hati Ku saat ini sakit, hancur dan kecewa atas apa yang sudah kamu perbuat di belakang Ku. Aku hanya wanita biasa yang punya hati rapuh, yang perasaan nya tidak bisa di permainkan sesuka hati kamu."
"Aku bukan pemilik hati setegar dan sesabar wanita muslimah setara istri nabi Muhammad, yang bisa menerima dengan ikhlas suaminya berbagi cinta dan raga dengan wanita lain nya."
"Jika memang kamu sudah tidak ingin kan Aku lagi, sudah berapa kali juga Aku bilang sama kamu. Tolong kembalikan saja Aku kepada orang tua Ku, karna bagaimana pun mereka tidak pernah membuang Aku."
"Dan untuk urusan anak, kamu tidak usah pikirin. Karna mereka akan Aku bawa bersama Ku, karna dari lahir hingga sekarang hanya Aku yang menemani nya baik itu bermain maupun belajar."
"Silahkan kamu bersama dengan wanita itu, jika memang itu yang kamu mau, Mas. Aku jujur saja sudah capek dengan semua ini, karna kejadian ini bukan lah yang pertama, tapi sudah yang kesekian kalinya, dengan bodoh nya Aku masih saja memaafkan setiap kali kamu minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi nyatanya sampai detik ini masih berulang dan berlanjut."
"Aku sadar diri, memang saat ini Aku bukan lagi seperti dulu sebelum kita menikah. Sekarang sudah banyak perubahan dari tubuh Ku baik dari luar maupun dalam, dan Aku pribadi tidak pernah menyesali atas perubahan yang Aku alami saat ini, karna ini bentuk perjuangan Ku menjadi seorang istri dan ibu."
"Dan jika kamu tergoda dengan wanita di luar sana yang bergelar kan 'Pelakor' yang mungkin jauh lebih bening dan segar dari pada Aku. Itu bukan lah alasan!! Karna sesungguhnya seorang laki-laki yang sudah berstatus kan 'Suami' yang paham akan agama, tidak akan tergoda oleh kemolekan wanita lain, dan pasti akan bisa menghargai perasaan istrinya." ucap ku mengeluarkan semua isi hati Ku yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Kan Aku sudah bilang, Aku hanya bercanda Kok. Semua teman game Aku juga sudah pada tahu kalau Aku sudah menikah dan punya anak." jawab Mas Angga mencoba memberi penjelasan agar Aku mau mengerti.
"Ck! Sudah lah Mas, jika memang semua nya sudah mengetahui kamu sudah punya istri dan anak, tidak mungkin juga kalian masih chat-an seperti itu hingga berlanjut ke whatsapp, kalau bukan melibatkan hati dan perasaan."
__ADS_1
"Kalau pun saat ini Aku ngasih pilihan, antara Aku atau game online kamu itu, pasti kamu akan lebih memilih game online kamu itu. Ngak apa silahkan di lanjut." ucap Ku lagi sembari bangkit dan beranjak menuju ruang keluarga menemani anak-anak yang sedang nonton televisi.