Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Hari Pertama Jualan


__ADS_3

"Jadi kapan kamu mau mulai jualan nya, sayang..??" tanya Mas Angga saat kami beristirahat di kamar


"Besok lusa Mas, soal nya besok mau beli bahan-bahan nya dulu kepasar"


"Apa kamu yakin sayang..??, takut nya nanti Alif akan mengganggu aktivitas kamu membuat Risoles nya"


"InshaAllah, yakin kok Mas, lagian Aku membuat nya kan malam saat Alif sudah tidur, menggoreng nya subuh, jadi aman lah" jelas Ku


"Rencana Aku mau di titip ke warung-warung dekat sini, sama di kolam renang, kan lumayan Mas. Mudah-mudahan saja banyak peminat nya" sambung Ku lagi


"Apa kamu ngak akan kecapean kalau seperti itu, karna pasti membuat nya butuh waktu lama hingga tengah malam, subuh nya sudah bangun lagi untuk proses menggoreng, belum lagi untuk nganter ke warung-warung nya tambah kerjaan rumah" ucap Mas Angga, yang membuat hati Ku bahagia mendengar nya, karna sudah memberikan perhatian kepada Ku


"Kamu ngak usah pikirin itu Mas, InshaAllah aku mampu Kok, karna sudah terbiasa juga sedari dulu. Tapi makasih yah Mas, kamu sudah khawatir dan peduli dengan Aku"


"Iya sama-sama sayang, lagian itu juga tugas Aku untuk selalu ngingetin kamu, bukan...??. Ya sudah tidur yuk, Aku sudah ngantuk banget soal nya" ucap Mas Angga mengacak-acak rambuk Ku, dan merebahkan tubuh nya di samping Alif


Aku pun ikut merebah kan tubuh di samping Alif yang sudah tertidur pulas


*********


Subuh nya Aku bangun untuk menyiapkan bekal untuk Mas Angga, karna kasihan semenjak gabung masak dengan mama mertua Ku, Mas Angga tidak pernah sama sekali membawa bekal makan siang


Setelah semua beres, Aku bergegas ke kamar untuk membangun kan Mas Angga


"Mas, bangun Mas. Sudah hampir pagi nanti telat lagi"


"Mas.. ayoo..!!" Kata Ku lagi, karna Mas Angga tak bergeming juga saat Ku bangunkan


"Humzz, bentar lagi sayang" jawab Mas Angga sembari menarik kembali selimut menutupi tubuh nya


"Astaga..!!, mana bisa seperti itu Mas. Nanti telat pergi kerjanya, karna sebentar lagi kamar mandi pasti antri" ucap Ku menarik kembali selimut yang di pakai Mas Angga

__ADS_1


Yah, kamar mandi di rumah ini cuma satu, jadi kalau pagi pasti antri


Mas Angga meregang kan otot-otot tubuh nya, dan beranjak bangun tanpa banyak kata-kata dan melangkah menuju kamar mandi setelah menyambar handuk di belakang pintu dan juga keranjang sabun


Semenjak Aku memutus kan untuk mandiri, bukan dalam hal memasak saja, tapi perlengkapan mandi pun Aku beli sendiri, mulai dari sabun mandi kami dan juga Alif, sabun cuci piring, sabun cuci baju, odol dan lain-lain nya


Dan kenapa keranjang sabun di taruh di kamar...??, yaa karna di rumah ini begitu banyak orang,pernah dulu sebelum menyimpan nya di kamar, Aku menggantung nya di kamar mandi, baru dua hari Aku membeli nya sudah habis semua..!!, Oh, astaga itu benar-benar membuat Aku frustasi, bagaimana tidak..!! dengan keuangan yang masih jauh dari kata cukup, Aku bela-belaian untuk membeli nya dengan tujuan agar tidak merepot kan mama mertua Ku. Semenjak hari itu langsung Aku menyimpan nya di kamar


Tak lama Mas Angga masuk ke kamar, dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Eiiizzzztt jangan membayang kan seperti di dunia novel yah, karna Mas Angga tidak memiliki Roti sobek kebanyakan cerita di novel-novel


Mas Angga badan nya termasuk kurus sedang, tapi Aku sangat menyukai nya, karna jujur Aku tidak suka dengan laki-laki yang badan nya seperti di cerita-cerita novel yang sering Aku baca, yang berotot dan perut nya berbentuk Roti sobek. Oh no tidak..!!


Tak butuh waktu lama untuk Mas Angga bersiap dengan baju yang sudah Aku siap Kan


"Sayang, Aku langsung berangkat saja, yah" pamit Mas Angga


"Iya Mas, kamu hati-hati yah" ucap Ku mencium punggung tangan Mas Angga


"Waalaikumsalam" jawab Ku. Mas Angga pun berlalu pergi setelah mencium pipi Alif yang sedang tertidur pulas


Setelah kepergian Mas Angga, Aku langsung pergi ke warung untuk membeli bahan-bahan untuk membuat Risoles, karna kalau kepasar lama dan lumayan jauh juga, Aku tidak mau merepot kan Mama mertua Ku dengan menjaga Alif


"Wortel, kentang, mie kuning, telur, tepung terigu, apa lagi yah" gumam Ku sambil mencek bahan-bahan yang di perlukan


"Ah ya, tepung panir, daun sop nya belum" gumam Ku lagi sambil mengambil bahan yang Aku maksud


Setelah semua di rasa cukup, Aku segera membayar nya dan bergegas pulang, karna takut Alif kebangun dari tidur nya


Saat sampai di rumah, Ku cek Alif ke kamar ternyata dia masih tidur dengan pulas nya


Aku lanjut lagi memotong-motong kentang dan wortel untuk isian nya, biar nanti tinggal menumis mumpung Alif masih tidur

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, semua nya selesai Aku kerjakan, dan menyimpan nya di kulkas


"Lagi apa kamu, Ara..??" tanya Mama mertua Ku yang kebetulan lewat


"Ini Mah, lagi nyiapin bahan-bahan untuk membuat Risoles"


"Risoles..??, untuk apa..??" tanya Mama mertua Ku bingung, karna memang masalah ini aku belum cerita sama Mama mertua Ku


"Untuk jualan Mah, nanti akan Aku titip ke warung-warung dan juga kolam renang yang ada di gang depan"


"Owh, gitu. Kalau begitu nanti Mama pesan yah sepuluh ribu"


"Baik Mah" jawab Ku sembari tersenyum,


******


Malam nya setelah Alif tidur, Aku mulai berkutat di dapur seorang diri, mulai dari menumis isian untuk Risoles nya, sampai membuat kulit Resolesnya. Yang membuat lelah itu di bagian membuat kulit Risoles nya, karna memakan waktu yang cukup lama


Star dari jam delapan malam, selesai nya jam setengah dua belas malam, untuk takaran 1kg tepung, dapat nya delapan puluh biji Risoles. Lumayan


Setelah membereskan peralatan dapur, Aku bergegas untuk tidur, takut subuh terlambat bangun nya, tak lupa Aku menyetel alarm di HP jadul milik Mas Angga


*********


Bunyi alarm yang sangat memekak kan telinga membuat Aku terbangun, dan segera bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka, setelah itu langsung menggoreng Risoles sebanyak empat puluh biji


Jam enam pagi, semua nya selesai Aku goreng, sebelum melanjutkan ke proses selanjutnya Aku membangun kan Mas Angga terlebih dahulu, agar nanti tidak terlambat berangkat kerjanya


Tak lupa Ku buat kan secangkir kopi dan juga beberapa Risoles untuk teman ngopinya


Setelah itu Ku lanjut lagi membungkus Risoles khusus untuk kolam renang, kalau ke warung-warung cukup pakai kotak saja, satu warung Aku titipin sebanyak sepuluh biji, sebagai tes pasar dulu takutnya nanti tidak laku

__ADS_1


Setelah semua beres, Aku lanjut mengantar ke warung-warung


__ADS_2