Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Gatot Istirahat Siang


__ADS_3

"Alhamdulillah, malam ini lumayan lagi hasil penjualan kita sayang." ujar Mas Angga sambil menghitung hasil jualan nya.


"Iya, Alhamdulillah yah, Mas. Mudah-mudahan akan seperti ini setiap hari nya, ngak apa-apa ngak ramai yang penting lancar setiap hari nya."


"Iya sayang, mudah-mudahan aja yah." jawab Mas Angga, tangan nya terus bergerak menghitung uang yang ada di kotak.


"Mas, Aku tidur duluan yah, sudah ngantuk banget soal nya. Besok pagi juga bangun nya pagi-pagi sekali untuk nyiapin keperluan kamu kerja."


"Iya sayang, kamu duluan saja. Nanti Aku nyusul kalau sudah kelar ngitung uang masuk dan keluar Cafe ini." jawab Mas Angga, yang Ku jawab dengan anggukan saja, karna sudah sangat mengantuk sekali.


Aku langsung merebahkan kan tubuh Ku di samping Alif yang sudah lebih dulu tertidur.


******


Kegiatan pagi yang tak pernah habis nya setiap hari, kadang membuat tubuh Ku terasa remuk rasanya, tapi mau mengadu sama siapa disini??


Sama mertua?? Hahaha, sangat tidak mungkin!! kerja rajin saja kadang masih juga di pandang sebelah mata, apalagi sampai mengeluh persoalan tubuh Ku yang capek kerja setiap hari di rumah ini. Bisa-bisa Aku langsung di depak dari rumah ini.


Mau tidak mau!! sanggup tidak sanggup!! yaa harus tetap di kerjakan.


Kakak ipar Ku hanya mengerjakan pekerjaan di sekitar rumah yang di huni nya saja. Tidak pernah sekali pun dia membantu membersihkan rumah utama. Bagian dapur yang kotor-kotor pun, tidak pernah juga di sentuh nya.


Adik ipar Ku, jangan di tanya lagi!! karna dia anak bontot nya mama mertua Ku jadi sedikit di manja, tidak pernah di suruh ini dan itu. Kerjaan nya hanya rebahan main Hp,makan dan ke Wc. Hanya itu!!


"Sayang, Aku langsung pergi yah, sudah jam tujuh lewat, Nih! " ujar Mas Angga, yang berada di ambang pintu belakang, saat itu Aku lagi menjemur pakaian.


"Baik lah, Mas hati-hati yah. Oya bekal nya sudah di ambil?"


"Belum, ngak ada di tempat biasa pun."


"Iya memang ngak di tempat biasa kok Aku taruh, takut di makan kucing soal nya. Aku taruh di dalam kotak laci meja rias itu loh, Mas." ucap Ku.


"Baik lah, Aku langsung berangkat yah. Alif masih tidur di kamar."

__ADS_1


"Iya, hati-hati di jalan. Tolong pintu kamar nya di tutup yah, Mas" ucap Ku yang di angguki oleh Mas Angga


Selepas kepergian Mas Angga, Aku lanjut lagi jemur pakaian nya biar nanti bisa kering. Aku menyuci masih manual mengandalkan tenaga tangan Ku, jadi harus menjemurnya pagi-pagi begini biar kering maksimal terkena sinar matahari.


Sebenar nya di rumah ini ada mesin cuci, punya kakak ipar Ku. Tapi ya begitulah ngak bisa kongsi dengan kita-kita ini.


Dulu, pernah Aku memakai nya sekali, karna cuaca mendung dan hampir setiap hari hujan. Aku pakai lah mesin cuci nya, itu pun hanya untuk mengering kan nya saja, untuk mencuci nya tetap Aku pakai tenaga sendiri.


Eh, kakak ipar Ku datang ngomel-ngomel tak menentu, intinya tentang mesin cuci yang Aku pakai itu, katanya dia juga mau mencuci. Astagfirullah!! Aku terpaksa urut dada lagi, tanpa menjawab sedikit pun. Semenjak itu tak pernah lagi Aku memakai milik nya, apapun itu!!


*****


Siang nya, Aku sempat kan untuk istirahat sejenak setelah selesai dengan semua pekerjaan yang sangat melelahkan.


Alif pun sudah tertidur, karna ini memang sudah jam tidur siang nya.


Ku rebah kan tubuh Ku di atas ranjang sambil memeluk Alif.


Baru mau memejam kan mata, tiba-tiba suara musik yang begitu besar membuat Ku terkejut. Dan itu berasal dari rumah kakak ipar Ku. Bunyi nya sangat memekak kan telinga, di tambah musik yang di stel pun 'Dj', membuat mata ini tidak bisa di pejam kan.


Pengen rasanya Aku timpuk dengan batu, tapi sayang nya Aku tidak punya keberanian sebesar itu. Lagi dan lagi hanya bisa mengelus dada untuk bersabar.


"Mah, mamam." ucap Alif saat bangun tidur.


"Mamam??, lapar yah anak Mama?" yang di angguki oleh Alif


"Enak bobok nya??"


"Ngak, belisisk."


"Sabar yah, Nak. Do'akan Mama dan papa punya rezeki biar kita bisa beli rumah yah." ucap Ku sambil memeluk tubuh mungil nya itu.


"Iya, Mah. Aku mau beli mainan, boleh."

__ADS_1


"Boleh, kalau ada rezki mama yah, nanti mama belikan Alif mainan baru."


"Yey!! makasih Mama."


"Alif senang??"


"Senang, Mah. ucap Alif mengecup pipi Ku.


" Baik lah, Alif tunggu sebentar yah. Mama mau ambil piring dulu." ucap Ku beranjak keluar meninggal kan Alif yang masih rebahan di atas ranjang.


Tak lama Aku masuk lagi ke kamar dengan membawa piring yang terbuat dari plastik, takut makai yang kaca. Nanti pecah!


"Ini, makan yang banyak, biar cepat gede" titah Ku.


Alif tanpa babibu lagi langsung star, memang Alif orang nya tidak pemilih dalam hal makanan, semua nya mau. Seperti lagunya Ayu ting-ting 'Samba Lado'


*****


ASSALAMU'ALAIKUM


MAAF HANYA BISA MENYICIL SAMPAI SINIπŸ™


KARENA ADA SESUATU HAL YANG HARUS DI KERJAKAN DI DUNIA NYATA πŸ˜ŠπŸ˜‡


BIASA....!!


SEBENTAR LAGI MAU LEBARAN, BUKAN...???


MAKA DARI ITU PASTI SIBUK DI DAPUR MEMBUAT KUE LEBARAN UNTUK JAMUAN TAMU DI HARI NAN FITRI NANTI.


PARA READER'S TERSAYANG SEMUANYA, SUDAH PADA BIKIN KUE, BELUM NIH??


DAN ADA YANG MAU MUDIK TIDAK..?? πŸ˜πŸ€—

__ADS_1


TERIMAKASIH πŸ™


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN DI FAVORIT YAH 😍


__ADS_2