Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Kesal


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu, itu artinya usia Ayis juga satu minggu.


Sesuai kesepakatan Aku dan Mas Angga, kami akan pulang kerumah dinas kalau usia Ayis sudah satu minggu.


Selama satu minggu disini, Aku di perlakukan sangat baik oleh mama mertua maupun ipar-ipar Ku, karna habis lahiran mungkin kali ya. Semua makanan khusus ibu menyusui selalu di sediakan oleh mama mertua mau pun kakak ipar Ku.


Tapi tetap urusan mengurus anak Ku, Aku yang kerjakan walaupun habis lahiran seperti saat sekarang ini, mulai dari mandikan nya sampai begadang malam hari pun Aku yang urus.


Karna Aku tipikal orang yang tidak mau bergantung sama orang lain, selagi bisa ku kerjakan sendiri, yaa ku kerjakan tanpa harus meminta bantuan orang lain.


Dan Alhamdulillah, untuk pulang ke rumah dinas yang kami huni, Mas Angga meminjam mobil kantor tempat nya bekerja.


Setelah semua beres di packing, kami pun berangkat.


"Mah, Pah kami pulang dulu yah." ucap ku pamitan kepada mertua ku.


"Iya, jangan terlalu di paksakan nanti kerja di rumah yah, nanti Asi mu berkurang, kasihan Ayis." ucap mama mertua ku mengingat kan ku.


"Iya, Mah."


Usai berpamitan dan naik ke atas mobil, Mas Angga pun melajukan mobil yang di kemudikan nya meninggal kan rumah mertua ku.


Setengah jam kemudian, kami sampai di rumah dinas. Setelah menurun kan semua barang-barang bawaan kami. Mas Angga pamitan lagi untuk mengantar mobil kantor.


"Ya sudah, kamu hati-hati di rumah yah sayang, Aku mau ngantar mobil kantor dulu."


"Iya, Mas. Tapi pulang nya jangan lama-lama yah, air belum di tampung soal nya."


"Iya, Aku sebentar kok, mau ngantar mobil aja habis itu langsung pulang."


"Oh ya satu lagi, nanti beli nasi padang aja untuk makan sore. Stok di kulkas udah pada habis."


"Iya, nanti sekalian Aku beli stok untuk ngisi kulkas, biar ngak susah untuk memasak nantinya."


"Ya sudah, Aku berangkat. Alif tolong di liatin nanti takut nya adek nya di apa-apain lagi."


"Iya, Mas hati-hati." jawab ku, dan di angguki oleh Mas Angga.


Selepas Mas Angga pergi, Aku langsung masuk dan menutup pintu, dan menaruh Ayis di atas kasur.

__ADS_1


"Alif, jangan lompat-lompat nanti yah, adek nya bobok, Alif dengar?" ucap ku memperingati Alif, karna dia suka sekali lompat-lompat di atas kasur.


"Iya, dengal Mah."


"Ya sudah, bagaimana kalau kita juga ikut bobok, sini."


"Ayo Mah." jawab Alif dan merebahkan tubuh nya di samping Ku dan memeluk Ku layak nya guling. Sudah menjadi kebiasaan Alif kalau tidur seperti ini, mau nya sama Aku dan itu harus sambil meluk Aku.


******


Sore nya sekitar jam tiga, Mas Angga pulang dengan membawa belanjaan yang cukup banyak. Mulai dari perlengkapan mandi, sampai untuk dapur lengkap semua nya.


"Mas, tolong Air nya di hidup kan dulu yah. Soal nya bentar lagi Aku mau mandiin Ayis."


"Baik lah, ini belanjaan nya Aku taruh di sini saja ngak apa kan?"


"Ngak apa-apa, Mas. Biar Aku aja yang nyusun ke kulkas." jawab Ku sambil meraih kantong plastik tersebut dari tangan Mas Angga.


Mas Angga pun berlalu untuk menghidupkan air. Sedangkan aku segera mungungkin menyusun bahan-bahan masakan kedalam dapur sebelum Alif bangun, karna kalau dia sudah bangun, bisa di pastikan dia akan ikut mengacau.


Tak lama Mas Angga masuk kedalam rumah, sambil mengeluarkan HP milik nya. Ku perhatikan terus gerak gerik nya, duduk di ruang tamu sambil mengutak-atik HP nya, entah apa yang di lihat dan di main kan nya.


Tapi tak Aku ambil pusing, biar kan aja toh dia masih berada di rumah, masih bisa di awasi, dari pada nongkrong keluar bareng teman-teman nya pikir ku.


"Mah, Aku lapal."


"Anak mama bangun bobok langsung lapar yah, kalau gitu mandi dulu yah, udah ucuuk banget ini." ucap ku sambil menggoda Alif


Tanpa banyak perdebatan, Alif langsung nurut. Kali ini dia tidak minta mandi berenang, bahkan hanya manut saat dimandikan, mungkin karna sudah sangat lapar kali yah.


Usai mandi dan memakai baju, ku ambil kan nasi yang tadi di beli oleh Mas Angga.


"Ini, Alif suap sendiri bisa kan?"


"Bisa, Mah. Sini." jawab nya sambil meraih piring yang berisi nasi tersebut dari tangan Ku.


"Makan yang banyak, biar cepat gede nya, supaya nanti Alif bisa jaga adek Ayis."


"Iya, Mah." jawab Alif sambil menyuapkan nasi kemulut nya.

__ADS_1


"Ini minum nya, mama taruh disini yah. Mama mau ke tempat papa dulu." ucap ku yang di angguki oleh Alif.


"Mas, tolong ambilin air mandi Ayis yah, Aku mau mandiin dia, sudah sore soal nya." ucap ku saat sudah sampai di dekat Mas Angga.


Tak ada respon sama sekali, membuat Aku kesal sampai ke ubun-ubun.


"Mas!! dengar tidak sih Aku ngomong!" teriak ku.


"Apaan sih sayang. Aku dengar kok, jangan teriak-teriak begitu, Aku ngak budek kok."


"Kalau ngak budek, terus kenapa tadi Aku ngomong ngak di dengerin, hah!"


"Iya, ini Aku lagi main, kamu datang-datang ganggu Aku lagi main aja."


"Astaga Mas, setan apa yang sudah merasuki kamu. Perasaan sudah lama kamu ngak main game online, malah kemaren-kemaren kamu rajin ibadah. Tapi sekarang apa!! sudah ngak lagi kan, malah waktu kamu habis kan bermain game terus."


Diam tanpa kata lagi yang Ku terima. Ya sudah karna sudah terlalu kesal dan muak. Aku kembali lagi ke tempat Alif.


"Sudah habis, Nak."


"Belum, Mah. Aku mau tambah."


"Tambah? yakin Alif bisa ngabisin nya nanti, Nak?"


"Iya, yakin mah, selatus pelsen." jawab Alif yang membuat Aku tertawa.


Aku langsung mengambil kan lagi nasi untuk Alif.


"Ini, di habis kan tapi yah, ngak boleh mubazir, nanti Allah marah." ucap Ku yang di jawab dengan anggukan oleh Alif.


Aku masuk ke kamar, Kulihat Ayis masih tertidur dengan nyenyak nya.


Oya Aisyah, kami panggil dengan sebutan Ayis, karna lebih mudah di ingat dan di ucap kan.


Aku keluar dari kamar, menuju kamar mandi untuk menyiapkan kan air mandi untuk Ayis, kalau menunggu Mas Angga, pasti Ayis tidak akan mandi sampai malam menjelang.


Setelah semua di rasa beres, Aku kembali ke kamar untuk meyiap kan baju yang akan di pakai nya habis mandi nantinya, tak lupa kain bedong.


Di usianya satu minggu ini, Ayis masih Aku kasih bedong. Karna kata orang-orang tua kalau tidak di bedong nanti kakinya bisa liter O lah dan bla bla bla lain nya, ya sudah Aku turuti saja demi kebaikan anak ku.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk Ku memandikan Ayis, karna dia sudah terbiasa Ku mandi kan dengan air dingin suhu ruang sedari bayi, jadi Ayis sudah terbiasa dan tidak menangis lagi saat di mandikan.


Usai di pakai kan bedong, Aku langsung meng-Asinya.


__ADS_2