Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Hari Pertama Sekolah


__ADS_3

"Sayang, tadi sudah Aku tanyakan ke pihak sekolah, katanya memang anak-anak akan daring sampai waktu yang tidak bisa di tentukan."


"Nah kan, kalau begitu tahun depan saja Alif daftar sekolah nya, langsung masuk SD saja. Karna percuma juga kan daftar sekarang kalau ujung-ujung nya daring. Untuk apa kita bayar sekolah kalau akhirnya kita juga yang ngajar." jiwa emak-emak Ku meronta.


"Mas, besok daftarin Alif di sekolahan dekat sini saja, biar dekat untuk antar jemput sekolah nya." ucap Ku memberi saran.


"Aku ngak setuju, soal nya aku dengar sekolah dekat sini kurang bagus, kebanyakan anak-anak nya itu kelakuan nya tidak baik, suka berkata kotor juga. Aku mau nya nanti Alif masuk sekolah di dekat rumah mama saja, ada sekolah SD IT yang baru buka."


"Yakin kamu daftarin Alif di sana, Mas?"


"Lah kenapa kamu nanya gitu sayang, ya yakin lah, kan di sana pendidikan agamanya banyak. Aku pengen nya Alif di bentengi dengan ilmu agama dari sekarang."


"Bukan masalah ilmu agamanya Mas, kalau maslah itu Aku juga sangat setuju. Siapa sih yang ngak mau anak nya jadi penghafal Al-Quran, Aku hanya keberatan di jarak tempuh nya saja."


"Kesana itu butuh waktu setengah jam perjalanan bahkan lebih, kasian juga nanti Alif nya. Dan apa kamu sanggup setiap hari ngantar jemput sejauh itu, bagaimana pekerjaan kamu?" ucap Ku lagi keberatan dengan usul Mas Angga.


"Iya, Aku sudah pikirin dengan matang ko sayang, dan itu sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi."


"Ya sudah kalau memang itu menurut bagus kamu Mas."


***********


Ini adalah tahun ajaran baru, sesuai kesepakatan bersama, akhirnya Alif daftar di sekolah SD IT dekat rumah mama mertua Ku.


Sebenar nya Aku kurang setuju dengan usulan Mas Angga ini karna mengingat jarak nya lumayan jauh dari tempat tinggal kami.


"Assalamu'alaikum ustadz"


"Walaikumsalam"


"Eh Bapak, Ibuk silah kan masuk." ucap ustadz tersebut mempersilahkan kami masuk.


Kami pun masuk kedalam ruangan mesjid, yang memang sekolah ini baru berdiri, jadi untuk belajar masih menggunakan mesjid ini untuk proses belajar mengajar nantinya.


"Ada yang bisa kami bantu, Pak, Buk?"


"Iya ustadz, jadi kami kemaren dapat brosur pendaftaran sekolah ini, dan kami tertarik untuk mendaftar kan putra kami di sini, tapi masalah nya putra kami tidak memiliki ijazah TK ustadz." jawab Mas Angga menjelaskan tujuan kami kesana.


"Emm iya bapak, ngak apa-apa kalau tidak punya ijazah TK. Nanti cukup lampir kan fto Kk, KTP, pas foto, dan akte lahir nya saja."


"Baik lah ustadz, cuma untuk sekarang kami hanya punya uang sebesar satu juta lima ratus ustadz."


"Ngak apa-apa Pak, untuk sekarang yang wajib di bayar uang pendaftaran sebesar seratus ribu, uang seragam sebesar delapan ratus ribu, dan juga uang buku paket untuk satu tahun sebesar empat ratus ribu."

__ADS_1


"Sisanya bisa di cicil di kemudian hari. Begitu Bapak Ibuk." ucap ustadz itu lagi.


"Baik lah ustadz, untuk baju sendiri kami sudah menerima yang jadi nya saja kan ustadz?"


"Iya Pak, nanti anak-anak akan mendapat kan satu stel baju merah putih, baju olahraga, baju pramuka dan baju khas SD kita Pak."


"Baik lah ustadz."


"Baik lah, untuk pendaftaran silahkan di isi formulir ini terlebih dahulu Pak." ucap ustadz tersebut sambil menyerah kan beberapa lembar kertas formulir.


Aku pun langsung mengisi formulir tersebut tanpa adanya kendala berarti. Dan menyerah kan nya kembali kepada ustadz tersebut.


"Baik lah, untuk anak ustadz. Perkenalkan nama ustadz, Habib. Yang akan menjadi guru kamu nantinya." ucap Ustadz tersebut berbicara dengan Alif.


"Nama nya siapa?" tanya Ustadz


"Alif, " jawab Alif singkat


"Baik lah, kita tanya jawab dulu yah. Alif umur nya berapa sekarang?"


"Enam tahun."


"Enam setengah tahun ustadz." Sela ku


"Mau."


"Apa sudah bisa mengaji?"


"Sudah."


"Baik lah, kalau begitu ustadz tes dulu yah."


Alif di tes menebak beberapa bacaan huruf hijaiyah, dan Alhamdulillah bisa menebak semua nya, karna memang untuk huruf hijaiyah Alif sudah hafal karna Aku mengajar kan nya di rumah.


"Bagus sekali, untuk sementara sampai di sini saja dulu, mohon di rumah di ulang-ulang terus bacaan nya, ya Alif."


"Iya." jawab Alif singkat, karna memang begitu lah anak nya, kalau belum kenal sama seseorang dia akan irit bicara, tapi kalau sudah kenal lama jangan di tanya cerewet minta ampun.


Usai melakukan pendaftaran kami pun izin pulang.


"Baik lah ustadz, kalau begitu kami permisi dulu." ucap Mas Angga pamitan.


"Iya Pak, jangan lupa untuk bajunya langsung saja ke Taylor yang saya kata kan tadi untuk ukur baju nya, dan juga untuk PBM akan di mulai di bulan Juli awal."

__ADS_1


"Baik ustadz, kami permisi. Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


Kami pun langsung pulang, dan menempuh perjalanan setengah jam perjalan.


*******


Dua bulan berlalu setelah pendaftaran, sekarang tiba saat nya hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Alif.


Hari yang selalu di tanya kapan datang nya, karna sudah tidak sabar untuk masuk sekolah, setiap saat baju seragam yang sudah di bagikan seminggu yang lalu, selalu di tes nya.


Dan ini adalah hari pertama Alif masuk sekolah.


"Alif, ayok bangun." ucap Ku membangun kan Alif


Tanpa banyak drama, Alif langsung bangun dan mandi walaupun saat ini masih jam lima subuh, usai mandi langsung sholat shubuh.


"Hari ini Aku sekolah kan, Mah."


"Iya, hari ini pertama nya Alif masuk sekolah, habis pakai baju ini, kamu makan dulu biar perutnya tidak lapar saat di sekolah nanti." ucap Ku sambil memakai kan baju nya.


"Baik lah, mah."


Usai pakai baju, Alif sesuai perintah Ku langsung makan. Sedangkan Aku langsung memandikan Ayis karna kami juga akan ikut mengantar Alif ke sekolahan nya.


"Mah, kita juga ikut?" tanya Ayis yang saat ini usianya sudah tiga setengah tahun.


"Iya, kita juga akan mengantar abang sekolah."


Tak butuh waktu lama juga untuk Ku memandikan dan memakai kan baju untuk nya.


"Oke, Ayis juga makan dulu yah, ini nasi nya sudah mama siap kan di meja." ucap Ku menunjuk ke arah meja yang sudah tersedia nasi dan juga lauk nya, yang di jawab dengan anggukan oleh Ayis.


Aku pun bergegas membereskan rumah, mencuci piring kotor dan juga kain kotor, agar nanti pulang tidak terlalu repot.


Usai mengerjakan semua nya, Aku lanjut membangun kan Mas Angga.


"Mas, ayoo bangun. Ini hari pertama nya Alif masuk sekolah, nanti telat." ucap Ku sambil menggoyang-goyang kan tubuh Mas Angga.


Tanpa banyak berdebat dan banyak alasan, Mas Angga langsung bangkit dan beranjak menuju kamar mandi.


Di jam enam lewat dua puluh menit, kami langsung berangkat karna mengingat jarak yang lumayan jauh, di tambah kalau pagi-pagi itu sering macet, karna banyak nya orang kantoran dan juga anak-anak sekolah.

__ADS_1


Jam setengah delapan kami sampai di sekolahan Alif, hari ini jadwal nya hanya peresmian sekolahan nya saja yang baru berdiri, dalam artian kata Alif adalah angkatan pertama di sekolah ini.


__ADS_2