
Tepat di jam satu siang, aku pamit pulang sama mama mertua ku.
"Mah, kami pulang dulu ya,"
"Kok cepat kali pulang nya, apa ngak nanti sore aja."
"Alif udah pulang sekolah nya Mah, lagian kalau nunggu sore takut nya Aisyah ketiduran di atas motor,"
"Ya sudah kalau gitu hati-hati di jalan ya."
"Iya, Mah. Ayis salim dulu sama Oma, gih." ucap ku yang di jawab anggukan oleh Aisyah dan berlari menuju mama mertua ku untuk salim.
"Oma, aku pulang dulu ya, nanti sini lagi." ucap Aisyah sembari mencium punggung tangan mama mertua ku.
"Nanti kalau kesini ajak papa ya, bilang sama papa kata Oma ngak boleh main Hp lagi, oke."
"Baik Oma, nanti aku bilang sama papa."
"Oh ya, ini jajan untuk Ayis, nanti bagi abang ya." ucap mama mertua ku sembari menyodor kan uang lembaran dua puluh ribu.
"Terimakasih, Oma. Aku sayang Oma." jawab Aisyah girang dapat uang jajan dan berhamburan kedalam pelukan mama mertua ku.
"Ya sudah, Mah. kami pulang dulu, Assalamualaikum."
"Walaikumsalam, hati-hati bawa motor nya." ucap mama mertua ku, yang aku jawab dengan anggukan saja.
Aku langsung melajukan motor menuju sekolahan Alif. Saat sampai di sana ternyata Alif sudah menunggu di gerbang sekolahan nya.
"Kok lama sekali jemput nya, Mah." ucap Alif saat aku sudah sampai di hadapan nya.
"Kan pulang nya jam satu, ini juga baru jam satu."
"Udah dari tadi aku pulang nya lagi, Ustadz ada rapat."
"Owh, maaf Mama ngak tau. Ngak ada informasi juga dari Ustadz nya." ucap ku sambil melajukan motor butut kepunyaan kami ini.
Setengah jam kemudian kami sampai di rumah, seperti biasa Alif langsung makan begitupun Aisyah.
********
Soal kejadian tadi siang masalah 'Pelakor' yang aku WA, tidak aku bicarakan dengan mas Angga. Biarlah itu menjadi urusan aku dan si wanita itu.
Ngak peduli nanti dia akan mengadu dengan mas Angga di chat room game online nya, soal nya nomor whatsapp nya sudah aku blokir di ponsel mas Angga.
"Assalamu'alaikum." ucap mas Angga saat masuk kedalam rumah.
"Walaikumsalam" jawab ku sembari mencium punggung tangan nya.
Seperti biasa, aku tidak banyak bicara dengan mas Angga, karna aku merasa lebih nyaman seperti ini ketimbang banyak tanya bla, bla dan bla, yang akhirnya membuat dia tidak nyaman.
Aku langsung masuk kedapur untuk membuat kan kopi. Tak butuh waktu lama untuk ku membuat kan nya, dan mengantar kan ke ruang tamu dekat mas Angga duduk.
Aku taruh di meja, dan kembali beranjak ingin menuju ketempat anak-anak yang lagi asyik nonton, tapi mas Angga menghentikan langkah Ku.
"Sayang, mau kemana?"
"Nemenin anak-anak nonton."
"Disini saja lah dulu, temenin aku."
"Ngapain?"
__ADS_1
"Ngak ada, ini uang belanja dapur." ucap mas Angga sembari menyodor kan beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu.
"Tumben" batin ku.
"Alhamdulillah tadi aku dapat uang jalan." ucap mas Angga lagi, seakan mengerti apa yang aku pikir kan.
"Beli juga keperluan untuk kamu ya sayang, aku lihat bedak kamu udah pada habis." sambung mas Angga lagi.
Yah, memang benar skincare yang biasa aku pakai udah pada habis. Tapi aku tidak pernah meminta lagi sama mas Angga.
"Baik lah Mas, makasih." jawab ku singkat sambil menyimpan uang tersebut di dalam kantong baju ku.
Aku segera beranjak dari sana menuju ruang keluarga dimana anak-anak lagi nonton.
******
Seiring berjalan nya waktu tak terasa ini sudah setengah tahun berlalu semenjak kejadian yang membuat hati Ku hancur di saat itu.
Dan Alhamdulillah, berkat kesabaran dan ke ikhlasan ku menerima semua itu, kini berbuah manis.
Mas Angga memang benar-benar membuktikan ucapan nya untuk tidak mengulangi perbuatan buruk nya lagi.
Secara berlahan mas Angga mulai mengurangi aktivitas di Hp nya, yang biasanya nya saat pulang kerja yang di lihat Hp hingga tidur pun larut malam bahkan hingga pagi menjelang, suka mojok di sudut ruangan.
Tidak ada waktu untuk ku dan juga anak-anak.
Tapi sekarang Alhamdulillah, aku dan anak-anak sudah menjadi prioritas nya saat ini. Sudah kembali menjadi imam sholat untuk ku dan juga anak-anak. Sudah menyempat kan waktu untuk bermain dengan anak-anak, habis magrib selalu mengajar kan anak-anak mengaji.
Intinya mas Angga yang dulu aku kenal sudah kembali lagi. Mas Angga yang penyayang, pengertian, perhatian dan asyik saat di ajak ngobrol.
Saat bermain game pun, tidak pernah duduk di pojokan lagi, selalu rebahan di dekat aku agar aku bisa melihat juga apa yang di main kan nya.
Aku sangat dan sangat bersyukur sekali saat ini, Allah sudah mendengar kan doa ku selama ini, karna ku yakin dan percaya hanya Allah yang mampu membolak balikan hati seseorang.
Untuk saat ini Alhamdulillah berkali-kali ku ucap kan di dalam lubuk hati ku yang paling dalam, karna kebahagian yang selama ini ku harap kan sudah aku dapatkan kembali.
Alhamdulillah di kasih buah hati yang sholeh dan sholehah, anak-anak yang pintar dan tidak kurang suatu apapun yang menambah kebahagian ku saat ini.
Alhamdulillah juga dari segi rezki selalu lancar, aku hanya minta kepada sang Pencipta untuk di mudah kan rezki keluarga kecil ku seperti air yang mengalir, tidak perlu deras yang penting tetap mengalir, intinya kita harus bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah.
"Assalamu'alaikum." ucap mas Angga saat masuk kedalam rumah.
"Walaikumsalam, loh kok tumben cepat pulang nya Mas." ucap ku sembari mencium punggung tangan Mas Angga.
"Lagi ngak ada kerjaan di kantor, anak-anak mana sayang?" tanya mas Angga sambil celingak celinguk mencari keberadaan anak-anak.
"Biasa lah Mas, pada tidur siang."
"Owh, ya sudah nanti kalau anak-anak sudah bangun. Langsung siap-siap ya." ucap mas Angga membuat Aku binggung.
"Siap-siap ngapain, Mas?"
"Nanti sore kita keluar main ke taman, kebetulan tadi aku dapat uang jalan."
"Wah, Alhamdulillah ya Mas. Mudah-mudahan rezeki kamu makin lancar ya, Mas."
"Aamiin, ini semua juga berkat doa kamu kok sayang. Jadi jangan lupa juga selalu doa kan aku."
"InshaAllah, aku akan selalu mendoakan kamu di setiap sholat ku, agar kamu selalu di beri kesehatan dan di lancar kan rezeki nya, dan yang paling utama selalu sayang dengan aku dan juga anak-anak."
"Makasih ya sayang, sudah menjadi istri terbaik untuk ku selama ini, sudah sabar menghadapi sikap aku yang selalu nyakitin hati kamu, terimakasih juga sudah menjadi ibu terbaik untuk anak-anak." ucap mas Angga sembari menarik Aku kedalam pelukan nya, dan mencium puncak kepalaku.
__ADS_1
*********
Sore nya kami semua sudah ready, dan langsung menuju taman kota tempat anak-anak bermain. Tak butuh waktu lama juga akhirnya kami sampai di taman kota.
Anak-anak langsung berhamburan berlari menuju wahana permainan yang ada di taman tersebut. mas Angga mendampingi mereka bermain.
Aku hanya memperhatikan dari kejauhan, tingkah lucu ayah dan anak-anak nya. Yah terlihat sangat manis sekali.
"Ya Allah, berikan selalu kebahagian dalam rumah tangga ku, jauh kan dari masalah yang akan memperkeruh keadaan rumah tangga ku, aku tidak akan meminta banyak, cukup kebahagian saja".
Semoga kedepan nya kebahagian ini akan selalu tercipta, hingga maut memisahkan kami.
Bonus visual untuk abang Alif dan Aisyah yah
Salam sayang dari abang Alif dan adek Aisyah๐ค๐
END
***********
Assalamu'alaikum
Salam sayang dari saya Riza Afriani untuk readers setia nya 'SAKITNYA DI KHIANATI' dimana pun berada, semoga selalu di berikan kesehatan dan di lindungi oleh Allah SWT.
Alhamdulillah, akhirnya saya dapat menyelesaikan cerita 'SAKITNYA DI KHIANATI' ini. Dan terimakasih saya ucap kan kepada semua teman-teman yang sudah setia mengikuti alur cerita ini hingga selesai, dan terimakasih juga atas dukungan yang kalian berikan untuk saya๐๐๐
Ada beberapa hal yang bisa di ambil hikmah nya dari kisah ini.
Kenali lebih dalam dulu sifat dan karakter pasangan kita sebelum lanjut ke jenjang yang lebih serius lagi.
kenali juga karakter semua keluarga pasangan kita, agar suatu saat kita bisa menyikapi nya jika di haruskan tinggal satu atap dengan mertua. Tapi alangkah baik nya jika sudah menikah tinggal terpisah.
3.Jangan terburu-buru mengambil keputusan saat menghadapi masalah.
karna jujur saja saya pribadi sebenar nya saat di hadap kan dengan masalah yang pelik, ingin menyerah dan berpisah, tapi setelah di pikir-pikir kan lagi akan banyak imbas nya yang di timbul kan, baik itu kepada anak-anak maupun orang tua.
4.Jangan pernah libat kan orang tua dalam permasalahan rumah tangga kita. Selama masih bisa di selesai kan berdua, selesaikan! kenapa saya berkata begitu karna kalau kita lagi ada masalah dengan suami, terus cerita semua keburukan suami kita, otomatis orang tua kita akan berfikiran yang buruk-buruk tentang suami kita, jatuh nya image suami akan selalu jelek dimata mereka. Walaupun nanti kita berbaikan lagi.
5.Kenapa saya masih mau menerima dengan ikhlas, karna memang kesalahan yang di lakukan nya belum terlalu fatal hanya lewat online saja tidak pernah ketemu, lain hal nya perselingkuhan secara langsung bahkan sudah sampai berzina, mungkin Saya pribadi akan mundur, tidak akan memberikan maaf lagi.
Tidak ada satu pun wanita yang mau suaminya berbagi cinta, walau hanya lewat online sekali pun.
__ADS_1
Jadi untuk teman-teman semua semoga di jauh kan dari yang namanya 'Perselingkuhan' baik itu 'Pelakor' maupun 'Pebinor'.
Semoga teman-teman dan kita semua selalu dalam lindungan Allah. Aamiin allahumma Aamiin๐คฒ๐