Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Melahirkan


__ADS_3

Usai sholat subuh, Aku ngajak Mama Ku untuk minum kopi di dapur, semua nya masih tidur terkapar karna kelelahan.


Aku buat kan empat cangkir kopi, untuk mama, papa, tante, dan juga sopir. Karna yang datang selain orang tua Ku juga ada tante, ponakan, kakak ipar dan juga adik Ku.


Untuk kakak ipar dan adik Ku. Aku bikin kan Teh panas karna mereka tidak suka kopi.


Usai ngopi, sekitar jam tujuh pagi. Kami di suguhi sarapan sebelum pulang.


Tak lama, setelah istirahat sejenak usai sarapan, orang tua Ku pamit untuk pulang, karna takut terlambat mengembalikan mobil yang di cater nya.


"Pak, Buk kami pamit dulu, terimakasih untuk jamuan nya." ucap papa Ku pamit kepada mama dan papa mertua Ku.


Mereka bergantian berjabat tangan.


"Sama-sama Pak, Buk." jawab mama mertua Ku dengan suara yang serak karna semalam habis menyanyi di atas panggung.


Usai pamitan, orang tua Ku langsung berlalu meninggal kan Ku yang masih merindukan mereka semua, rasanya belum cukup melepas rindu dengan mereka. Tapi semua itu harus Ku tahan dan pendam.


*********


Sore nya usai membuka amplop dari para tamu undangan. Yang mendapat kan hasil yang lumayan dalam artian bisa untuk membantu biaya dekorasi.


Aku dan Mas Angga pamitan untuk pulang, walaupun di larang tapi tetap Ku paksa Mas Angga untuk pulang.


"Mah, kami pamit dulu yah."


"Haa!! Mau pulang sekarang juga kalian, besok saja lah."


"Ngak bisa, Mah. Besok Aku kerja."


"Kan bisa pagi berangkat dari sini."


"Aduh maaf sekali lagi Mah, kasian nanti Alif kedinginan kalau harus pulang pagi-pagi, belum lagi kalau nanti hujan." ucap Ku yang membuat Mama mertua Ku sedikit tidak terima.


"Kalau hujan kan masih bisa nginap disini, sore nya di jemput sama Angga, masak iya acara baru kelar kalian sudah langsung mau pulang saja."


Apa-apaan ini, masak iya pulang kerumah sendiri di larang, lagian mau ngapain lagi di sini. Semua tamu dari keluarga Mama mertua Ku sudah pada pulang.

__ADS_1


Lagian Aku juga sudah capek dalam keadaan hamil mencuci piring yang cukup banyak, mengerjakan ini dan itu.


Aku butuh istirahat sekarang!!


Ku tatap Mas Angga memohon supaya tetap pulang kerumah.


"Maaf Mah, kami harus pulang. Soal nya pekerjaan di rumah sudah banyak yang numpuk juga."


"Terserah kalian lah." jawab Mama mertua Ku jutek.


Aku tidak peduli, yang terpenting sekarang bisa pulang, dan beristirahat dengan tenang tanpa ada yang menggangu minta tolong ini dan itu.


Akhirnya, setelah di rasa semua sudah beres aku dan Mas Angga berlalu meninggal kan rumah yang menurut Aku banyak dramanya itu.


******


Setelah semua yang di lewati beberapa hari di rumah mertua Ku.


Sekarang Aku sudah kembali dengan aktifitas sehari-hari. Entah kenapa semenjak kehamilan kedua ini Aku merasa ingin selalu bekerja intinya ingin selalu bergerak. Kalau tidak badan ini terasa capek dan pegal-pegal, aneh memang.


Dan tanpa terasa sekarang sudah dua bulan setelah acara pernikahan adik ipar Ku. Dan di bulan ini tepat nya di bulan puasa Aku merasakan mules di perut Ku.


Karena sudah ada pengalaman di anak pertama, jadi Aku tidak begitu khawatir lagi.


Jam sepuluh malam, Aku sudah merasakan kontraksi yang hilang timbul, karna Aku sudah paham kalau itu adalah kontraksi untuk melahir kan. Aku kerjakan semua pekerjaan rumah.


Mulai dari mencuci pakaian kotor, mencuci piring kotor dan merapikan rumah, semua barang untuk persalinan sudah Aku packing kedalam tas jauh-jauh hari.


Gunanya supaya nanti Aku melahirkan, semua nya sudah rapi tidak ada yang kotor. Dan di tambah karna Aku melahir kan di rumah bidan dekat rumah mertua Ku. Otomatis untuk sementara akan tinggal di sana dulu sehabis melahir kan.


Dan di jam empat subuh, saat orang-orang melakukan makan sahur, Aku dan Mas Angga sibuk untuk menuju rumah bidan yang lumayan jauh terasa di saat kontraksi yang Aku rasakan sudah sering di rasakan.


MasyaAllah, luar biasa nikmat terasa di saat itu, di jam empat subuh berangkat dengan motor tua, sambil nahan kontraksi, kebayang bukan rasanya bagaimana.


Setengah jam kemudian kami sampai di rumah mertua Ku.


Kami mampir sejenak untuk menaruh tas yang berisi baju selama kami nginap di sana. Usai sholat subuh baru Aku di antar oleh Mas Angga kerumah bidan nya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap Ku sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah bu bidan tersebut. Sebenarnya Aku ngak enak karna pasti bu bidan nya mau istirahat habis sahur. Tapi mau bagaimana lagi.


Ceklek.


Pintu terbuka dari dalam


"Walaikumsalam, eh kamu Ara."


"Iya, Bu. Ini mau periksa soal nya sudah terasa kontraksi berulang kali."


"Baik lah, yuk kita periksa dulu." ucap bu bidan tersebut sambil berlalu menuju ruang pemeriksaan, dan ku ikuti dari belakang.


Aku berbaring di tempat pemeriksaan.


"Iya, ini baru bukaan empat. Palingan nanti jam sepuluh sudah bukaan penuh." ujar bu bidan tersebut menjelaskan


"Baik lah kalau begitu bu, Aku pulang saja dulu, nanti sekitar jam sembilan kesini lagi." jawab Ku meringis kala kontraksi itu datang lagi. Yang di jawab dengan anggukan oleh bu bidan tersebut


Aku dan Mas Angga kembali kerumah, orang-orang di rumah habis sahur tidak mau untuk melanjutkan tidurnya lagi. Karna khawatir juga karna Aku akan melahir kan.


Karna ini hari minggu, jadi semua nya pada libur baik yang bekerja maupun anak-anak yang bersekolah.


Tak terasa sudah jam setengah sembilan saja, kontraksi yang kurasakan sudah makin sering Ku rasakan.


"Mas, kita ke tempat bu bidan lagi yuk, kontraksi nya sudah sering Ku rasakan."


"Baik lah." ucap Mas Angga bergegas menghidupkan motor


Lima menit sampai di rumah bu bidan tersebut, karna tempat praktek nya dekat dari rumah mertua Ku ini.


Dan di sana Aku di suruh jalan-jalan, agar dede bayi nya cepat turun. Dan benar saja satu jam kemudian sakit yang luar biasa Ku rasakan pertanda dede bayi nya sudah ingin keluar.


Aku berbaring di kasur khusus ibu melahir kan, dan sesuai intruksi bu bidan akhirnya dede bayi yang Aku kandung selama sembilan bulan lamanya muncul di dunia ini.


Aku bahagia, karna dede bayi nya berjenis kelamin perempuan, lengkap sudah kebahagian ku di karuniai sepasang malaikat kecil.


Ini adalah kejutan yang luar biasa, karna sebelum ini Aku tak pernah tes USG sama sekali. Dan Alhamdulillah semua lancar, dede bayi nya sehat tanpa ada kurang satu apapun.

__ADS_1


__ADS_2