Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Bisnis Batu Akik


__ADS_3

"Terus bagaimana sayang, Aku sebenar nya juga mau kita mandiri, tinggal terpisah dari keluarga Ku. Tapi kondisi kita tidak memungkinkan untuk itu, gaji Ku hanya satu juta enam ratus perbulan nya. Untuk makan, bensin dan rokok saja kadang kita masih kurang"


"Iya Aku paham Mas, Aku tidak memaksa juga harus pindah sekarang kok, Aku hanya ingin berbagi cerita saja sama kamu, karna tidak enak kalau di pendam sendiri, mau cerita sama orang tua Ku tidak mungkin"


"Iya, Aku minta maaf yah karna belum bisa membuat kamu bahagia, hanya bisa membuat kamu menangis, baik dari sifat Ku atau karna perlakuan keluarga Ku, Aku mohon kamu bersabar saja dulu yah, mudah-mudahan nanti Allah ngasih kita jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi ini" jawab Mas Angga sembari menggenggam jari tangan Ku untuk memberikan semangat dan kekuatan untuk Ku. Ini kadang yang membuat Aku terlalu sulit untuk marahan terlalu lama dengan nya, kalau sudah berkata manis seperti ini hati Ku langsung luluh


"Oh iya, sayang. Aku rencana nya mau coba bisnis batu Akik, kan sekarang lagi pada heboh tuh orang-orang nyariin batu Akik, gimana menurut kamu sayang..?" ucap Mas Angga lagi dengan raut wajah bahagia


"Batu Akik...??, emang kamu bisa Mas bikin batu cicin nya..??" tanya Ku sedikit ragu, karna sebelum nya Mas Angga tidak pernah mencoba hal semacam itu


"InshaAllah bisa, lagian alat nya kita sudah punya kan, jadi tidak terlalu banyak makan modal"


"Kalau kamu sudah yakin dengan apa yang akan kamu kerjakan ngak apa-apa Mas, Aku pasti selalu dukung kamu kok, selama itu masih dalam hal yang positif"


"Baik lah, kalau begitu besok setelah pulang kerja Aku akan beres kan ruangan samping untuk tempat pembuatan nya, sekalian beli peralatan yang lain nya"


"Tapi, apa nanti Mama ngak akan marah Mas, kalau ruangan di samping itu di gunakan untuk tempat membuat batu Akik..??"


"Kamu tenang saja sayang, biar nanti Aku yang bilang sama Mama, lagian ruangan itu sudah jadi gudang juga kan"


"Oke Mas, mudah-mudahan di beri kemudahan dan kelancaran untuk usaha baru kamu yah Mas"


"Aamiin allahumma aamiin..!!, makasih sayang" Ucap Mas Angga menggamini perkataan Ku, dan membawa Ku kedalam pelukan nya


******


Paginya sebelum berangkat kerja Mas Angga menemui Mama nya terlebih dahulu untuk membicarakan perihal semalam


"Mah, lagi apa..??, sibuk..??" tanya Mas Angga saat memasuki kamar Mama mertua Ku


"Ngak lagi ngapa-ngapain, ada apa..??"

__ADS_1


"Ini Aku mau minta izin sama Mama, mau pakai ruangan yang di samping untuk membuat batu Akik, Mah"


"Membuat batu Akik..??, emang nya kamu punya modal untuk membuka usaha itu"


"Alhamdulillah Aku punya sedikit tabungan Mah, lagian alat nya sudah ada kok Mah, tinggal nanti beli bahan mentah untuk batu Akik nya"


"Ya sudah kalau begitu, pakai saja ngak apa-apa kok, biar nanti Mama bilang sama Papa untuk bantu membersihkan nya" ucap Mama mertua Ku. Yah, Mama mertua Ku dengan Mas Angga cukup penyayang, karna katanya dulu saat Mas Angga masih Asi, Mama mertua Ku hamil lagi di umur nya belum genap enam bulan, maka dari itu Mama mertua Ku kalau sama Mas Angga dari kecil hingga sekarang tidak bisa marah, semua permintaan Mas Angga selalu di turuti. Karna Mama mertua merasa bersalah dengan nya


"Baik lah, kalau begitu makasih yah, Mah. Aku berangkat kerja dulu" Pamit Mas Angga


Aku sudah menunggu di luar untuk melepas Mas Angga pergi Kerja


"Bagaiman Mas..??" tanya Ku saat Mas Angga sudah berada di dekat Ku


"Sudah beres, Mama ngasih izin kok. Ya sudah Aku berangkat dulu yah" Pamit Mas Angga sembari mencium puncak kepala Ku dan juga Alif yang saat itu masih tertidur dalam gendongan Ku


Mas Angga segera menghidupkan motor nya dan berlalu dari hadapan Ku. Aku pun langsung masuk kedalam rumah untuk melakukan pekerjaan rutin Ku setiap hari di rumah ini


******


"Assalamu'alaikum" ucap Mas Angga saat masuk kedalam kamar


"Walaikumsalam, Mas" jawab Ku sembari mencium tangan nya


"Ini yang Mas maksud kemaren bahan-bahan untuk membuat batu Akik nya bukan..??" tanya Ku sambil mencek yang di bawa Mas Angga


"Iya, kebetulan Mas punya teman yang punya usaha batu Akik juga, ya udah Mas beli sama dia aja. Ngak apa-apa sedikit dulu untuk percobaan" jawab Mas Angga menjelaskan sambil nyengir kuda


"Iya Mas, yang penting berusaha aja dulu, segala sesuatu itu butuh percobaan dan proses bukan"


"Iya, sayang. Semoga ini awal yang baik juga untuk kita kedepan nya, agar keinginan kita bisa terwujud"

__ADS_1


"Aamin..!!" ucap Ku sambil mengangkat tangan mengamini perkataan Mas Angga


Mas Angga langsung mengalihkan perhatian nya kepada Alif yang sedang tertidur pulas di atas ranjang


"Yaaah, jagoan Papa tidur, ngak bisa deh main perang-perangan nya" ucap Mas Angga sembari menciumi pipi gembul Alif, yang di ciumi tidak terusik sedikit pun


"Aneh..!!, anak sekecil itu malah di ajak main perang-perangan" ujar Ku


"Biarin..!!, ya kan, Nak" Mas Angga berusaha membangun kan Alif dari tidur nya. Itu lah kebiasaan Mas Angga sehabis pulang kerja selalu mengganggu anak nya kalau lagi tidur, saat sudah bangun lepas tangan, ngak mau tanggung jawab


"Maaaaass....!!!, jangan ganggu dia tidur kenapa sih, selalu saja begitu, nanti kalau sudah bangun, Ngak mau tanggung jawab"


"hehe, iya iya. Aku mandi dulu yah, habis itu mau keruangan samping menyusun barang-barang ini" Mas Angga langsung menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi


Aku pun segera keluar, untuk menyiapkan makanan dan juga kopi untuk Mas Angga. Tak butuh waktu lama untuk Ku menyiapkan semua itu, langsung Ku taruh di ruangan samping tempat Mas Angga akan bekerja nanti


Tak lama Mas Angga pun masuk ke kamar dengan wajah yang sudah segar


"Mas, makanan sama kopi kamu sudah aku taruh di ruangan samping"


"Oke, makasih yah istri Ku" ucap Mas Angga sembari mengedip kan satu mata nya ke arah Ku


"Iiih..!!,mulai lagi deh. kamu kenapa sih Mas beberapa hari ini bersikap manis begitu sama Aku, jadi curiga"


"Salah lagi kan, memang yah wanita selalu benar"


"Bukan begitu, kan aneh aja. Karna semenjak menikah kamu jarang banget bersikap manis seperti itu"


"Anggap saja sekarang ini sebagai tebusan karna selama ini Aku sudah cuekin kamu, karna bermain PS seharian"


"Baik lah, mudah-mudahan selalu seperti ini terus yah"

__ADS_1


"Baik sayang Ku, ya sudah Aku ke ruangan samping dulu yah" ucap Mas Angga dan berlalu keluar menuju ruangan samping


__ADS_2