
Waktu terus bergulir, tak terasa sudah delapan bulan semenjak kami membeli kompor Gas, begitu banyak hal yang kami lewati di rumah ini, dan itu tak terlepas dari kesalah pahaman antara Aku dan kakak ipar Ku
Dan sudah beberapa bulan ini Aku tidak lagi berjualan Risoles, karna harga bahan-bahan untuk membuat nya sudah pada naik. Jangan kan untung, modal pun tidak keluar jika di terus kan untuk berjualan, karna harga jual kalau di titip di warung Aku hanya terima bersih delapan ratus rupiah perbiji nya
Dan keinginan Aku dan Mas Angga untuk memiliki Smartphone akhirnya tercapai juga, dari hasil pinjam uang dari orang tua Ku, sistem angsur selama dua bulan. Aku pinjam sebesar satu juta rupiah. Yap, berbekal HP jadul milik Ku yang Ku beli saat masih bekerja dulu, Ku beranikan diri untuk menelpon orang tua Ku, sebenar nya tak ingin merepot kan mereka dalam segi keuangan seperti ini, karna pendapatan papa Ku dari bertukang tidak seberapa, tapi yaa begitu lah nama nya orang tua selagi ada tidak akan mampu berkata "Tidak' kepada anak-anak nya
Setelah tranferan masuk, kami langsung menuju ke toko HP terdekat
"Mas, apa benar nanti sanggup buat ngangsur uang papa dan mama" tanya Ku saat motor sudah mulai melaju menuju toko HP
"InshaAllah, sayang. Mudah-mudahan di berikan kelancaran rezeki untuk kita, agar bisa ngangsur tiap bulan nya sama papa dan mama" sahut Mas Angga
Butuh waktu sepuluh menit perjalanan, akhirnya motor yang di kendarai Mas Angga berhenti di depan toko HP
Setelah memarkir motor, kami langsung masuk kedalam, dan di sambut dengan senyum ramah pemilik toko tersebut
"Selamat sore Mas, Mbak. Ada yang bisa kami bantu" sapa pemilik toko dengan sopan dan senyum ramah nya
"Mau beli Hp, Mas" jawab Mas Angga matanya menyusuri etalase yang berisikan Hp, mulai dari harga termurah sampai termahal ada di sana
"Owh, silahkan, Mas. Mau merk apa..??"
"Xiomi ada, Mas..??" tanya Mas Angga, karna memang di saat itu merk Xiomi lagi booming
"Ada, Mas. tunggu saya ambil kan dulu" jawab pemilik toko sambil bergegas mengeluarkan beberapa kotak yang berisikan Hp, dengan berbagai macam tipe dan keunggulan nya masing-masing
"Ini Mas" ucap pemilik toko tersebut sambil menyodor kan beberapa kotak kehadapan Mas Angga
Setelah di lihat, di cek ternyata yang paling murah harga nya satu juta dua ratus ribu rupiah, sedangkan uang transferan dari orang tua Ku hanya satu juta, tanpa pikir panjang lagi Mas Angga langsung menjual Hp lamanya di sana, kebetulan di toko itu menerima jual beli Hp. Dan hanya laku dua ratus lima puluh ribu saja, masih ada sisa lima puluh ribu
"Maaf, Mas. kalau saya jual Hp ini laku berapa..??" tanya Mas Angga menyodor kan Hp dengan merk samsung
"Ini sudah model lama, tipe nya juga sudah ketinggalan jauh. Saya cuma sanggup ambil dua ratus lima puluh ribu saja" ucap pemilik toko setelah melihat Hp tersebut
__ADS_1
"Ya sudah ngak apa-apa, Mas. Saya juga mau ngambil Hp yang harga nya satu juta dua ratus tadi"
"Oh, oke Mas" ucap yang punya toko sambil membungkus Hp yang di maksud
"Ini Mas" ucap nya lagi sambil menyodor kan kantong plastik yang berlabel kan nama toko nya, yang di dalam nya berisi Hp yang di pilih Mas Angga tadi
Setelah melakukan pembayaran, kami bergegas pulang kerumah
******
Malam nya Mas Angga sibuk mengotak atik Hp yang baru kami beli tadi sore
"Mas, mau makan apa gimana" tanya Ku saat masuk ke kamar
"Nanti saja lah sayang" jawab Mas Angga yang jari-jarinya sibuk mengotak atik Hp yang di tangan nya
"Lagi apa sih, Mas"
"Ngak ada, lagi menstel Hp ini aja kok"
"Tunggu yah, sayang. Ini Aku lagi daftar kartu sama pasang paket data nya" jawab Mas Angga, aku hanya manut karna tidak mengerti yang begituan. Karna selama ini Aku biasa memegang Hp Nokia jadul model lama yang hanya bisa untuk menelpon dan SMS, yang kalau SMS kepanjangan sebagian teks nya suka 'Hilang'. Orang-orang sudah pada punya Hp 'Blackberry' di saat itu, Aku masih setia dengan Hp Nokia 'Senter'
Lima menit berlalu, belum juga ada tanda-tanda Mas Angga menyudahi aktivitas nya dengan Hp itu
"Aduh, Mas..!!, kok lama banget sih..!!"
"Iya, iya. Ini..!!" jawab Mas Angga sedikit kesal yang membuat Aku tidak enak hati menerimanya
"Untuk apa sih..!!" sambung nya lagi
"Mau cek FB Aku, Mas. sudah lama ngak pernah login soal nya" jawab Ku langsung mengklik aplikasi FB yang sudah tersedia di Hp ini. Sudah sangat lama sekali Aku tidak login k akun sosial media Ku yang satu ini, terakhir setelah kenal dengan Mas Angga. Dulu kalau mau buka FB harus pergi ke 'Warnet' dulu, pergi habis magrib pulang habis isya dengan biaya tiga ribu per jam nya, padahal cuma mengapload foto saja, dan melihat notifikasi siapa yang mengomentari status yang Aku bikin. Hah, sungguh..!! jika di kenang sangat manis dan alay nya di saat itu
Saat sudah masuk, luar bisa banyak nya notifikasi yang masuk, karna memang sudah hampir dua tahun lama nya, Ku buka satu persatu dan ternyata ada satu notifikasi komentar dari mantan Ku dulu yang Aku putusin tanpa alasan yang kuat, karna pilihan Ku jatuh pada Mas Angga di saat itu
__ADS_1
Setelah menikah Aku langsung mengubah status di FB dengan 'Menikah', dan foto profil di ganti dengan foto Aku dan Mas Angga saat bersanding di pelaminan
"Oh, jadi ini alasan kamu ninggalin Aku dulu, ngak apa-apa kok, Aku ikut bahagia kalau kamu bahagia. Semoga SAMAWA yah" begitulah bunyi komentar nya
Sungguh Aku merasa bersalah, karna tidak ada yang salah dengan hubungan kami di saat itu, tiba-tiba Aku mutusin dia tanpa alasan yang kuat. kalau di bilang baik, dia orang nya baik, pengertian dan penyayang juga
Selalu ngasih apa yang Aku mau, bahkan sering ngasih uang untuk jajan juga setiap kali kami bertemu
Tapi sayang nya dia bukan berasal dari daerah yang sama dengan Ku, dia orang Jawa yang saat itu bekerja di salah satu wahana pasar malam, otomatis tempat kerjanya juga berpindah-pindah tempat
Beruntung sebenar nya Aku punya dia di saat itu, selain baik, penyayang, pengertian, royal, dia juga tampan. Tapi itulah yang dinamakan 'Tidak jodoh'
Sedang asyik, eh Mas Angga malah minta Hp nya kembali
"Sudah, sayang.. "
"Ah, Mas ini lagi, baru juga sebentar"
"Aku juga perlu loh sayang" jawab Mas Angga cemberut
Aku paling malas ribut cuma gara-gara hal sepele ini, langsung Aku keluar dari aplikasi itu dan saat di layar utama ternyata sudah banyak aplikasi sosial media lain nya, ada 'Twitter', dan 'Blackberry. Ah sudah lah Aku ngak mau ambil pusing, langsung Ku serah kan Hp nya kepada Mas Angga dengan sedikit kesal dan beranjak untuk tidur
"Ini..!!" ucap Ku menaruh di atas ranjang dengan ketus, dan menuju ranjang
"Hei, sayang. Jangan marah gitu dong" ucap Mas Angga karna paham dengan sifat Ku, Aku diam tidak menjawab dan melanjutkan merebahkan tubuh Ku di samping Alif
"Sayang, masak iya cuma gara-gara itu kamu marah" ucap Mas Angga lagi sambil memegang bahu Ku
"Sudah lah Mas, ini baru permulaan kamu sudah seperti itu" jawab Ku dengan posisi masih memunggungi Mas Angga
"Sudah sana main saja Hp nya, Aku janji ngak akan ganggu kamu lagi Kok" sambung Ku lagi
'Huuuuufff'
__ADS_1
Terdengar Mas Angga menghela nafas nya