Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Pengumuman Novel baru "Bagimu Aku Siapa"


__ADS_3


ARKANA WILANO adalah seorang pria sederhana yang masih sangat muda. Dari kecil sudah di tinggal kan di panti Asuhan. Tidak tau rupa dari kedua orang tua nya, entah masih hidup atau sudah meninggal.


Arkana anak yang sangat pintar dan cerdas, bahkan selalu mendapat kan peringkat pertama di kelas nya.


Waktu menginjak SMP Arkana minta izin kepada ibu panti Asuhan untuk tinggal sendiri di salah satu rumah 'Indekos' yang tak jauh dari tempat nya menuntut ilmu.


Arkana hanya tidak mau terus-terusan merepot kan ibu panti yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri.


Di sekolahan nya Arkana pun mendapat kan beasiswa. Jadi Arkana hanya perlu memikirkan biaya untuk makan dan juga biaya untuk bayar uang 'Kos' tiap bulan nya.


Dan semua itu di dapat dari kerja serabutan, mulai dari berdagang asongan, jual koran, semir sepatu bahkan ngamen pun pernah dia lakukan.


Di SMA pun Arkana masih melakukan pekerjaan serabutan itu. Di SMA ini Arkana punya teman dekat bernama 'Leo'. Leo ini terbilang cukup kaya, walaupun ber-ada dan berkecukupan tapi tidak pernah memandang rendah Arkana. Bahkan pernah mengajarkan Arkana nyetir mobil milik nya sampai Arkana bisa nyetir hingga sekarang.


BRAAAAkk!!


Bunyi benturan yang sangat keras mengalihkan perhatian Arkana yang saat itu lagi menjajakan dagangan nya.


"Astagfirullah!" teriak Arkana saat melihat mobil yang cukup mewah menabrak pembatas jalan, tanpa pikir panjang lagi Arkana langsung berlari menuju mobil tersebut.


TOK! TOK! TOK!


Arkana mengetok kaca mobil tersebut, karna pintu mobil tersebut terkunci. Arkana terus berusaha memanggil dan mengetok agar yang punya mobil bisa mendengar dan membuka kan pintu mobilnya.


Tak lama pintu mobil terbuka, dengan segera Arkana menolong yang ternyata seorang pria paruh baya.


"Bapak, apa bapak baik-baik saja?" ucap Arkana panik sambil memeriksa keadaan pria tersebut.


"Kepala saya tiba-tiba pusing, hingga saya tidak bisa mengendalikan laju mobil nya." jawab si pria tersebut sembari mengusap- usap kening dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Astagfirullah, pak. Ya sudah kalau begitu mari saya antar kan ke rumah sakit." ucap Arkana, dan segera memapah si pria tersebut untuk pindah ke jok belakang.


Tanpa banyak tanya lagi, Arkana langsung melajukan mobil milik si pria tersebut menuju rumah sakit terdekat.


Tak butuh waktu lama juga untuk Arkana sampai di salah satu rumah sakit di kota itu. Arkana segera keluar dan membantu si pria tersebut masuk kedalam rumah sakit.


"Dokter! dokter! " teriak Arkana memanggil dokter sembari terus memapah si pria tersebut dengan hati-hati.


"Ya, ada apa Mas, apa yang bisa saya bantu?" ucap salah satu dokter disana.


"Tolong bantu bapak ini dokter. " ucap Arkana panik.


"Tuan David, Astaga apa yang terjadi tuan?" ucap dokter tersebut saat mengetahui pria yang bersama Arkana itu adalah tuan David pemilik rumah sakit tersebut.


"Suster tolong bawakan kursi roda kesini!" teriak dokter tersebut.


Tak lama suster tersebut datang membawa kursi roda, dokter tersebut segera membawa tuan David menuju ruang pemeriksaan yang di ikuti oleh Arkana dari belakang.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka, dokter pun keluar. Arkana bergegas menemui nya.


"Bagaimana keadaan bapak tersebut, Dok?"


"Beliau hanya kelelahan saja dan kurang istirahat. Untuk sementara sebaik nya di rawat di sini."


"Ah ya baik Dok, apa sudah boleh saya menemui nya, Dok?"


"Iya silahkan, tapi jangan terlalu lama. Karna beliau butuh istirahat, baik lah kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter tersebut.


"Iya, Dok. Terimakasih." jawab Arkana yang di jawab dengan anggukan oleh dokter tersebut.

__ADS_1


Arka memasuki ruangan tersebut dengan hati-hati.


"Maaf mengganggu istirahat nya, Pak." ucap Arkana saat sudah berada di samping ranjang tuan David.


"Ngak apa-apa kok, Nak. Terimakasih kamu telah menolong saya."


"Sudah kewajiban saya juga, Pak. Oh ya, sebaik nya bapak menelpon keluarga bapak agar datang kesini menemani bapak." ucap Arkana


"Ah ya, saya hampir lupa. Tapi Hp saya di dalam mobil."


"Kalau begitu biar saya ambil kan dulu, Pak." ucap Arkana sembari pamit untuk mengambil kan Hp tuan David.


Arkana sedikit berlari menuju parkiran, dan dengan secepat kilat mengambil dan kembali menuju ruangan di mana tuan David di rawat.


"Ini, Pak." ucap Arkana menyodor kan Hp milik tuan David.


Tuan David langsung men-deal nomor putri nya.


Tasya Mahendra, Yah tuan David hanya punya putri tunggal. dia hanya punya Tasya sebagai anak satu-satu nya dari almarhumah istrinya.


Yah, istri tuan David sudah lama meninggal karna kecelakaan lalu lintas. Saat itu Tasya baru berusia dua belas tahun.


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam,"


*******


Yuhuuuuuu mari mampir😇🤗


semoga suka syukaaa... 😘

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2