Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Penakut


__ADS_3

Satu bulan sudah Mas Angga menekuni bisnis batu Akik, sejauh ini masih berjalan dengan baik, karna memang orang-orang terutama bapak-bapak lagi suka mengoleksi batu Akik


Malam nya usai makan malam, Mas Angga di sibukan dengan mengolah batu Akik pesanan orang


Aku pun selalu menemani nya kala anak Ku Alif sudah tertidur pulas


"Sayang, nanti temani Aku yah di samping" ucap Mas Angga berdiri di ambang pintu kamar


"Baik Mas, tunggu Alif tidur dulu tapi yah"


"Iya, nanti kalau Alif sudah tidur langsung kesana, jangan sampai ketiduran pula"


"Iya.. iya bawel" jawab Ku, Mas Angga orang nya sangat penakut, maka dari itu Mas Angga sangat ngotot minta Aku menemani nya, karna memang ruangan samping itu luas, ditambah sudah lama kosong karna di jadi kan gudang


Mas Angga berlalu meninggal kan Ku yang masih menidur kan Alif


Tak lama sekitar lima belas menit berlalu, Mas Angga datang lagi kekamar


"Sayang, kok lama kali sih..?" tanya Mas Angga yang masih berdiri di ambang pintu


"Aduh Mas, perasaan belum lama ini deh kamu dari sini"


"Mana.., udah sangat lama loh sayang"


"Terserah kamu lah, Mas. Ini Alif belum juga mau tidur, masih ngajak ngobrol"


"Ah, ayo lah jagoan Papa, ini kan sudah malam waktu nya tidur, bukan nya ngegosip" ujar Mas Angga berjalan menuju ke arah Alif yang masih sibuk ngoceh tak jelas


"Lagi ngosipin apa sih jagoan Papa ini, hum..??" sambung Mas Angga sambil menciumi pipi Alif yang terlihat semakin gembul di usia nya yang sudah empat bulan


"Lagi ngosipin Papa yang penakut" sahut Ku yang membuat Mas Angga memandang Ku tak suka


"Siapa yang penakut, enak saja bilang Aku penakut"


"Ya sudah, kalau memang tidak takut, sana kerja di samping, ngapain kesini..??"


"Ah, ayo lah sayang, jangan bahas yang begituan. Lihat nih Alif sudah menguap, tandanya sudah mengantuk itu"


"Ya sudah, awas..!!, biar Aku coba untuk menidurkan nya lagi" ucap Ku menarik tangan Mas Angga agar bangun dari sana


"Baik lah, Aku tunggu di samping. Jangan lupa yah, soal nya hari ini pesanan lumayan banyak" ucap Mas Angga dan berlalu dari sana

__ADS_1


Karna memang Alif sudah mengantuk, jadi tidak butuh waktu lama untuk nya pergi ke alam mimpi


Ku taruh di sekeliling nya bantal untuk menjaga supaya Alif tidak jatuh dari atas ranjang, setelah di rasa aman Aku pun menyusul Mas Angga ke ruangan samping


"Sudah tidur Alif nya..??" tanya Mas Angga saat Aku sudah duduk kursi yang ada di sana


"Sudah, Mas. Berapa banyak pesanan untuk hari ini Mas..??"


"Ngak terlalu banyak sih, cuma Lima"


"Alhamdulillah, syukuri saja Mas. Oya mau bikin kopi lagi ngak Mas..??"


"Iya sayang, Aku selalu bersyukur kok"


"Boleh sayang" sambung Mas Angga lagi


"Oke, tunggu bentar yah Mas, Aku buat kan dulu kebelakang"


"Iya, tapi jangan lama-lama yah" ucap Mas Angga yang Aku jawab dengan anggukan saja


Tak lama Aku kembali dengan membawa satu cangkir kopi, dan juga roti untuk camilan


"Ini Mas, di taruh disini saja yah" ucap Ku, dan saat pandangan Ku beralih ke arah Mas Angga, Aku di buat kesal dengan ketelodoran Mas Angga, yang akan membuat dirinya sakit nantinya


"Ngak tau sayang, kemaren perasaan Aku taruh di sana" jawab Mas Angga enteng sambil menunjuk arah yang di maksud


"Kamu itu yah, Mas. Selalu menganggap remeh kesehatan badan sendiri, debu batu akik itu bisa membahayakan kesehatan loh Mas..!!, tunggu sebentar, jangan di lanjut dulu" ucap Ku tidak habis pikir dengan Mas Angga, dan berlalu ke kamar mencari selendang yang bisa menutupi hidung dan juga mulut Mas Angga, agar debu batu Akik itu tidak terhirup secara langsung oleh Mas Angga


Tak lama Aku kembali lagi dengan membawa selendang Ku yang tidak terpakai lagi


"Ini Mas. Sini biar Aku pakein" ucap Ku sambil mengikat kan nya di kepala Mas Angga menutupi hidung dan mulut nya


"Makasih yah sayang, kamu yang ngak pernah berubah selalu perhatian sama Aku, ngak seperti Aku"


"Itu sudah tanggung jawab Aku Mas sebagai istri kamu, sudah sana lanjut kerja lagi, takutnya nanti ngak keburu ngerjain pesanan orang"


Mas Angga kembali mengerjakan pekerjaan nya, sedangkan Aku duduk di kursi sambil membaca buku novel kesukaan Ku


Yah, Aku punya hobby membaca, apalagi kalau membaca novel. Dari dulu waktu masih di Smp Aku bela-belain nyisihin uang jajan untuk membeli buku, entah itu majalah bobo, hidayah, dan masih banyak lagi, terutama kalau novel itu Aku paling banyak koleksi nya


Karna Asyik membaca novel, Aku sampai lupa waktu, tak terasa jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, kantuk sudah mulai datang menghampiri

__ADS_1


"Mas, masih lama Kah...??"


"Ngak ini sudah hampir selesai kok, dikit lagi" jawab Mas Angga yang masih fokus memoles batu Akik tersebut


"Kenapa..??, kamu sudah mengantuk yah..??" sambung Mas Angga lagi


"Iya Mas, tapi ngak apa-apa kok, Aku tungguin kamu saja dulu"


"Iya, ini bentar lagi kok, sabar yah sayang" ucap Mas Angga, Aku hanya menjawab dengan anggukan saja


Aku kembali membuka novel yang Aku baca tadi, dan kembali melanjutkan membaca nya


Hanya ini yang bisa Ku lakukan untuk menghilang kan rasa jenuh dan kantuk, karna sampai detik ini pun kami masih belum bisa membeli smartphone, mungkin kalau ada smartphone akan lebih menyenang kan lagi


Setengah jam kemudian, Mas Angga selesai dengan pekerjaan nya


"Beres..!!, yuk sayang" ajak Mas Angga


"Kamu duluan saja kekamar nya, Aku mau bersihin badan dulu ke kamar mandi, udah berdebu semua soal nya" ucap Mas Angga lagi


"Baik Mas, Aku tidur duluan yah sudah mengantuk banget soal nya" ucap Ku saat sudah sampai di pintu kamar yang di angguki oleh Mas Angga


Mas Angga pun berlalu ke kamar mandi


*****


Pagi nya, kami bangun sedikit terlambat karna semalam tidur sangat larut


"Mas, bangun.. " ucap Ku membangun kan Mas Angga


"Mas, bangun Mas. Sudah terlambat ini loh sayang, sudah jam setengah tujuh" ucap Ku lagi sambil menggoyang-goyang kan tubuh Mas Angga


Mas Angga mengeliat, meregang kan otot-otot nya, mencoba mengumpul kan kesadaran nya


"Ada apa sayang..??"


"Bangun.., sudah jam setengah tujuh"


"Apa..!! serius kamu sayang..??" ucap Mas Angga sembari bangkit dan mencek jam di HP jadul milik nya


"Iya serius Mas, ayo cepatan bersiap. Semua kebutuhan kamu sudah Aku siap kan tuh" titah Ku

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya lagi Mas Angga segera menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi


__ADS_2