Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Terulang Lagi


__ADS_3

Awal sekolah Alif sangat antusias sekali menceritakan setiap aktif aktifitas nya di sekolah, mulai dari perkenalan nya dengan teman-teman baru nya, dan juga pelajaran yang alhamdulillah di sukai nya.


Karna alif tidak TK, jadi ini adalah pengalaman pertama untuk nya bersosialisasi dengan lingkungan umum.


Biasanya di rumah Alif tidak begitu Aku perbolehkan bermain di luar rumah. Karna seperti yang di bilang Mas Angga anak-anak di sini cara nya dalam berbicara dan berprilaku Aku tidak suka.


"Mah, tadi Aku punya banyak teman"


"Oh ya, senang dong punya teman baru?"


"Senang lah Mah, teman baru Ku baik-baik."


"Syukur lah kalau kamu senang dan punya teman baru, tapi bagaimana pelajaran nya tadi?"


"Tadi hanya perkenalan diri, sama hafalan surah pendek saja."


"Terus apa kamu bisa?" tanya Ku menelisik, soal nya Aku tau Alif masih minim ilmu karna tidak TK, di tambah di rumah jarang belajar juga waktu itu.


"Belum, Mah."


"Ngak apa-apa, nanti kita belajar lagi, oke. Kalau gitu kamu ganti baju dulu habis itu makan." ucap Ku memberi semangat untuk nya.


Alif langsung bergegas berganti pakaian dan lanjut makan.


*******


"Assalamu'alaikum" ucap Mas Angga saat masuk kedalam rumah.


"Walaikumsalam" jawab Ku sembari mencium punggung tangan nya.


"Anak-anak mana sayang?"


"Pada tidur, soal nya habis pulang sekolah tadi main terus, mungkin capek." jawab Ku menjelaskan


"Yaaah, padahal tadi Aku beli es krim untuk mereka." ucap Mas Angga sembari menyodor kan kantong plastik yang berisi beberapa es krim.


Yah, anak-anak pada suka es krim. Setiap kali Mas Angga pergi kerja pasti selalu berpesan minta di belikan es krim kalau pulang nya.

__ADS_1


"Ya sudah ngak apa-apa, kan bisa di simpan di kulkas. Jangan di ganggu pula mereka nya Mas, kamu kebiasaan kalau mereka tidur di bangunin." ucap Ku memperingati Mas Angga sebelum melangkah menuju ke kulkas.


"Iya.. iya" jawab Mas Angga sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil cengengesan.


"Mas mau mandi dulu apa gimana?" tanya Ku, saat ini sudah duduk di samping Mas Angga yang sibuk dengan HP nya.


"Mau mandi dulu sayang, tapi tunggu bentar lagi. Soal nya Aku lagi main ini."


"Ck, kapan sih kamu akan berubah, Mas?"


"Berubah ngapain?"


"Itu, kerjaan kamu yang selalu memprioritaskan Hp, game online dan juga teman-teman online kamu itu."


"Kami juga butuh perhatian dari kamu loh, Mas. terutama Aku yang harus tetap menjaga kewarasan Ku menghadapi sifat kamu yang seperti ini, yang entah kapan akan bisa memprioritaskan kami."


"Sayang jangan mulai lagi deh, nanti ribut lagi."


"Ya Aku ngak akan banyak bicara kalau kamu bisa berubah Mas, kalau kamu punya waktu untuk Aku dan juga anak-anak."


"Sekarang Alif juga sudah masuk sekolah, butuh kamu juga sebagai figur seorang ayah yang membimbing dia baik itu dalam menemani dia belajar mau pun di bidang akhlak nya terutama mengajar kan dia tentang 'Tauhid'."


"Jadi Aku mohon sama kamu, Mas. Tolong luang kan waktu kamu habis sholat magrib untuk menemani nya belajar dan mengaji, sebentar saja."


Ku lihat Mas Angga malah fokus ke Hp yang ada di tangan nya sembari tersenyum.


Astagfirullah!! ku urut dada Ku berkali-kali untuk meredam kesal bercampur emosi yang sudah terasa di ubun-ubun.


Dari tadi Aku berbicara dengan panjang kali lebar, tapi nyatanya apa!! zonk.


Pengen rasanya Aku merebut dan membanting Hp yang selalu di nomor satu kan nya itu, yang selalu membuat lupa akan kehadiran kami, yang selalu membuat dia tersenyum bahagia entah karna apa. Tapi sayang, Aku tidak punya keberanian untuk melakukan itu.


Dengan segenap kesabaran yang Ku punya, Aku beranjak dari sana menuju kamar untuk menenangkan kekesalan di hati Ku.


Sekitar satu jam kemudian, Mas Angga menyusul masuk ke kamar.


"Sayang, tolong ambilin makan yah, Aku mau mandi dulu. Sekalian sama kopi nya." ujar Mas Angga tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.

__ADS_1


"Maaf Mas, kepala Ku sakit. Jadi ambil saja sendiri atau mungkin kamu bisa suruh Hp atau bahkan teman online kamu itu." ucap Ku berusaha setenang mungkin.


"Ya Allah, maaf kan diri Ku ini, Aku tau ini salah dan sangat berdosa jika Aku membantah perintah suami, karna Aku tau surga Ku saat ini ada pada ridho suami Ku. Tapi hati Ku tidak lah sesabar hati istri nabi Muhammad terdahulu" batin Ku dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.


"Loh, kamu kenapa sih sayang? dari tadi sensi terus."


Ya Allah ya Rob, sekarang dia malah mempertanyakan Aku kenapa?? kenapa malah dia yang menyalah kan Aku.


"Entah lah Mas, sekarang jangan lagi mempertanyakan Aku kenapa, ngak usah hiraukan Aku dan anak-anak lagi."


"Ya sudah sana mandi, Aku mau istirahat kepala Ku sakit." sambung Ku lagi sambil memunggunginya.


Tanpa banyak kata lagi, Mas Angga langsung beranjak ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama juga untuk Mas Angga Mandi, tak lama terdengar suara lemari di buka, pertanda Mas Angga lagi mencari baju ganti.


Tapi Aku tetap dengan posisi awal, tidak ada niat sedikit pun untuk membantu nya, karna hati Ku masih terasa sakit jika mengingat sifat dan prilakunya yang selalu memprioritaskan hp milik nya itu.


*********


"Alif, Ayok bangun." ucap Ku sambil menggoyang-goyang kan tubuh nya.


Tanpa banyak drama seperti biasanya, Alif langsung bangun dan menuju kamar mandi.


Seperti biasa habis mandi, dan memakai seragam sekolah nya, kami lanjut sholat shubuh bersama dengan Aku sebagai imam nya.


Aneh memang, Aku yang jadi imam sholat untuk anak-anak Ku, yang seharus nya posisi imam itu di isi oleh Mas Angga. Tapi kenyataan nya sampai detik ini setelah memiliki Hp itu, tak lagi pernah dia menginjak kan kakinya di atas sajadah sebagai imam sholat kami.


Kadang Aku iri melihat orang-orang yang juga berkeluarga, yang suaminya selalu ada waktu untuk anak dan istri nya, selalu membimbing anak dan istrinya kejalan yang di ridhoi Allah, dan suami yang menjadi imam sholat untuk anak dan istrinya.


"Habis ini makan, terus bangunin papa yah." ucap Ku memberi titah kepada Alif.


"Baik Mah, nanti Aku pulang sama siapa Mah?"


"Sama ustadz aja yah, nanti mama jemput kerumah ustadz nya."


"Oke, Mah." jawab Alif sembari menyuap nasi goreng kedalam mulut nya.

__ADS_1


Sesuai perintah, habis makan Alif langsung membangun kan Mas Angga yang masih tertidur dengan pulas nya, padahal di luaran sana matahari sudah menyingsing naik.


__ADS_2