
Hari berlalu begitu cepat, semua nya berjalan dengan mulus dan baik, tapi tidak untuk hari ini..!!
Kesalah pahaman antara Aku dan kakak ipar aku kembali terjadi
Satu minggu sudah Aku berjualan Risoles, Alhamdulillah semua nya selalu habis terjual tanpa sisa
Dan pagi ini juga kembali Aku menggoreng Risoles untuk warung-warung langganan Ku seperti biasa, sedang asyik menggoreng, tiba-tiba Gas nya habis. Oh, astaga cobaan apa lagi ini..!!, padahal baru setengah yang tergoreng, masih banyak lagi kurang nya
"Aku harus apa sekarang..??, tunggu pagi pasti ngak keburu lagi untuk menggoreng" gumam Ku sambil mondar-mandir bak setrikaan
"Ah ya, Aku pakai Gas kak Yen saja dulu kali yaa, palingan tinggal dua kali goreng lagi" gumam Ku lagi sembari melirik ke arah gas kakak ipar Ku
Tanpa banyak pikir lagi, langsung Ku pasang Gas nya ke kompor milik Ku. Yah, mama mertua Ku pernah ngasih kompor Gas satu tunggu dari hasil bantuan dari pemerintah, karna tidak terpakai oleh mama mertua Ku makanya di kasih kan kepada Ku
Setelah Gas terpasang, Aku bergegas untuk melanjutkan menggoreng Risoles nya, hanya satu kali gorengan saja, karna takut nanti kakak ipar Ku marah kalau makai Gas nya, kalau bukan karna terpaksa dan mendesak tidak akan mau Aku pakai milik kakak ipar Ku ini, karna mulut nya itu sungguh luar biasa kalau bicara, pedas..!!
Tak butuh waktu lama untuk menggoreng, Ku tiris kan Risoles nya, lalu Ku copot lagi Gas milik kakak ipar Ku dan menaruh nya di tempat semula
Aku melanjut kan proses selanjut nya, membungkus Risoles nya. Setelah semua beres, Aku mencuci piring kotor sekalian peralatan yang ku pakai untuk memasak tadi, ya sampai sekarang mencuci piring di rumah ini masih menjadi tugas Ku
Setelah semua beres, Aku masuk ke kamar untuk membangun kan Mas Angga
"Mas... bangun Mas"
"Mas.. " ucap Ku lagi sambil menggoyang goyang kan badan nya
"Iya sayang" jawab Mas Angga dengan suara khas orang bangun tidur
"Ayo Mas, sudah jam enam lewat ini, nanti antri loh kamar mandinya" ucap Ku sembari menarik selimut yang di pakai oleh Mas Angga
Mas Angga pun meregang kan otot-otot nya, dan bangkit menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi dengan langkah sempoyongan karna masih mengantuk
Aku merapikan ranjang, dan melipat selimut yang di pakai Mas Angga tadi, sedang kan Alif masih tertidur dengan nyenyak nya, tidak terganggu oleh aktifitas Ku
Di jam setengah tujuh, Aku bergegas mengantar kan jualan Ku seperti biasa
"Mas, Aku titip Alif bentar yah, Mau ngantar jualan ke warung" pamit Ku, saat mas angga masuk ke dalam kamar
"Iya, tapi jangan lama-lama yah, takut nya nanti Aku terlambat berangkat kerjanya"
"Iya, sebentar aja kok Mas, Aku berangkat" ucap Ku bergegas pergi agar nanti Mas Angga tidak terlambat
Tak butuh waktu lama untuk Ku mengantar kan nya, lima belas menit Aku sudah kembali ke rumah
"Sayang, Aku langsung berangkat yah" pamit Mas Angga
Astaga.., bekal makan siang Mas Angga belum Aku siapin..!! mati Aku
"Aduh Mas, bisa tunggu sebentar tidak..??"
"Kenapa sayang..??"
__ADS_1
"Itu, bekal untuk makan siang kamu belum Aku siapin, bentar aja kok" ucap Ku bergegas mengambil kotak bekal nya tanpa menunggu jawaban dari Mas Angga
"Ini Mas" ucap Ku menyodor kan kotak bekal ke arah Mas Angga
"Makasih yah sayang, kamu selalu ingat apa yang aku butuh kan" ucap Mas Angga mengecup puncak kepala Ku
"Iya, sama-sama, Mas" jawab Ku sumringah karna di perlakukan manis pagi ini
"Ya sudah Aku berangkat, yah. Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Ku sembari mencium punggung tangan Mas Angga
Selepas kepergian Mas Angga Aku kembali melanjutkan pekerjaan rumah, dan rupanya kakak ipar Ku lagi ngomel-ngomel di dapur
"Entah lah, heran...!!, baru kemaren beli Gas, masih garis kuning, sekarang sudah kosong aja" ujar kakak ipar Ku ngomel-ngomel di dapur
Deg..!!
Hati Ku terasa sedih, mendengar nya. Karna yang memakai Gas nya subuh tadi kan Aku, otomatis omelan nya tertuju untuk Ku
Memang, Gas nya itu kalau selesai memasak selalu di buka dari slang nya, tujuan nya agar tidak ada yang memakai nya, tapi tadi subuh itu terpaksa Aku meminjam untuk menggoreng Risoles, Aku rasa tidak akan membuat Gas nya habis. Tapi kenapa tadi dia berkata kalau Gas nya habis..?. Ah, itu sangat mustahil..!!
Tapi Aku tetap diam, karna memang salah Ku juga tidak meminta izin kepadanya sebelum memakai tadi, tapi bagaimana mau minta izin, orang nya saja masih tidur, kan tidak mungkin juga ngedor-ngedor pintu kamar nya hanya untuk minta izin memakai Gas nya
Setelah semua pekerjaan Ku selesai, dan suara kakak ipar Ku tidak terdengar lagi, baru Aku ke warung yang ada di sebelah rumah untuk membeli Gas yang habis semalam
Tak lama Aku kembali, dengan membawa Gas yang baru, sampai rumah langsung Ku minta tolong papa Mertua Ku untuk memasang nya, karna sudah Ku coba pasang sendiri tapi selalu mengeluarkan bunyi
"Kenapa..??"
"Ini sudah berapa kali Ku coba bunyi terus, ngak tau salah nya dimana"
"Coba tengok, ini karet nya yang baru kan..??"
"Iya, karet bawaan Gas nya"
"Mungkin karna karet nya, coba kamu minta lagi karet yang baru sama yang punya warung nya" ucap papa mertua Ku saat memeriksa karet Gas nya, Aku pun tanpa banyak bicara langsung ke warung lagi untuk meminta karet Gas yang di suruh Papa mertua Ku
Tak lama Aku kembali, dengan membawa karet Gas yang baru, sesuai permintaan Papa mertua Ku tadi
"Ini, Pah" Aku menyodor kan nya kepada Papa mertua Ku, yang langsung di terima dan memasang nya
Klek..!!
Papa mertua Ku langsung men-Tes kompor nya
Ternyata benar, kompor nya langsung nyala tanpa mengeluarkan kan suara seperti yang Aku pasang tadi
"Makasih yah, Pah" ucap Ku yang di jawab dengan anggukan oleh papa mertua Ku
*****
__ADS_1
Sorenya keributan kembali terdengar, setelah Aku memasak sambal, kali ini Aku memakai kompor punya kakak ipar aku, kompor mama mertua Ku sudah lama di pindah ke depan, karna mama mertua ku juga jualan 'Nasi Goreng' di depan rumah
Kompor yang biasa Aku pakai, entah kenapa tiba-tiba mengeluarkan api di bagian bawah nya, padahal sedang memasak sambal yang tinggal menggoreng cabenya saja
Mama mertua Ku menyarankan untuk memakai kompor milik kakak ipar Ku untuk menggoreng cabe nya, takut kalau di terus kan memakai kompor milik Ku akan meledak
Akhirnya Ku copot lagi Gas milik Ku, dan di pasang di kompor milik Kakak ipar Ku, tak lama kakak ipar Ku datang sambil ngomel-ngomel
"Irfan... irfan... "
"Irfan.. sini bentar.. " panggil nya lagi, irfan adalah anak sulung nya, tak lama irfan pun datang
"Ada apa sih mah, teriak-teriak"
"Tolong beli Gas ke warung sebelah sebentar, Gas ini baru beberapa hari yang lalu di ganti, sudah habis saja, heran..!!" ujar kakak ipar Ku, Aku hanya mengelus dada karna posisi nya Aku lagi makai kompor nya saat ini
"Kenapa di beli, bukan nya isi nya masih ada" sahut Ku, karna yang Ku tahu memang isi Gas nya masih penuh
"Apa nya yang ada, jelas-jelas sudah kosong" jawab kakak ipar Ku sinis
Karna mendengar ribut-ribu Papa mertua Ku datang menghampiri
"Ada apa ini, ribut-ribut"
"Ini haa, Gas Ku beberapa hari yang lalu baru di ganti sudah habis saja"
"Habis bagaimana"
"Mana Aku tau, masak aja jarang, tapi Gas bisa habis begini" jawab nya lagi seakan-akan menyindir ku
Aku segera menyelesaikan memasak nya, ku cuci piring kotor, dan mencopot kembali Gas yang terpasang di slang kompor milik kakak ipar aku
"Jangan su'udzon begitu kamu tidak baik" ucap Papa mertua Ku
"Lagian Ara tadi pagi beli Gas baru Kok, karna Papa yang bantu pasang kan tadi pagi" sambung Papa mertua Ku lagi
"Ya terus bagaimana bisa habis seperti ini Gas nya, kalau tidak ada yang memakai nya"
"Coba lah di pasang dulu" sahut Ku lagi tidak terima dengan ucapan nya seakan- akan menuduh Ku
"Iya, coba di pasang dulu, baru ngomel-ngomel tidak menentu seperti itu"
"Apa nya mau di pasang, orang Gas nya memang sudah kosong" ujar nya lagi ngotot dengan ucapan nya
Papa mertua Ku tanpa babibu lagi, langsung memasang Gas nya
Dan sungguh itu membuat dia malu sendiri
"Tuh, tengok lah Gas yang kamu bilang habis, masih penuh" ujar papa mertua Ku sedikit kesal juga dengan sifat anak sulungnya itu
"Haa..!!, kok bisa..!!, tapi pagi Aku coba kosong" ucap nya nyengir kuda karna malu
__ADS_1
Aku langsung masuk kekamar mama mertua Ku sambil ngomel-ngomel karna kesal dengan ucapan kakak ipar Ku tadi, dan mengambil alif yang sedang bermain dengan adik ipar Ku dan berlalu masuk kamar. Di sini lah air mata Ku tak bisa di bendung lagi