Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Pelakor


__ADS_3

"Sayang jangan ngomong seperti itu, Aku janji untuk kali ini ngak akan ngulangi nya lagi, mungkin benar Aku salah karna sudah keterlaluan dalam bercanda nya sesama teman game Aku."


"Sudah lah Mas, Aku tidak mau terlalu berharap lagi sama kamu. Aku sudah berikan kebebasan untuk kamu mau ngapain aja. Bukan kah itu yang kamu mau!"


"Lagian kamu tenang saja Mas, untuk tanggung jawab Aku sebagai seorang istri tidak akan pernah Aku lupakan. Aku juga sudah ngak butuh janji, tapi bukti, jadi untuk sekarang lebih baik kita seperti ini saja." sambung Ku lagi.


"Sayang, Aku mohon jangan seperti ini. Kali ini Aku benar-benar ngak akan ngulangi nya lagi." ucap mas Angga sembari menahan Ku agar tidak pergi dari sana.


"Mas, Aku mohon untuk kali ini tolong hargai keputusan Ku, dan tolong mengerti lah. Dan untuk janji kamu silahkan saja buktikan jika memang benar yang kamu ucapkan itu serius." jawab Ku sembari bangkit dan beranjak dari hadapan mas Angga.


Aku kembali sibuk dengan aktifitas Ku sebagai seorang ibu rumah tangga, yang pekerjaan seakan tiada habis nya.


******


Ini sudah hampir satu bulan semenjak kejadian yang menurut Ku sangat tidak mengenak kan itu.


Pagi nya seperti biasa Aku di sibukan dengan menyiapkan keperluan Alif kesekolah, mulai dari nyiapin baju seragam sekolah nya, bikin sarapan dan nyiapin bekal untuk nya kesekolah.


Saat mau ngambil seragam Alif di lemari yang berada di kamar, tiba-tiba Hp milik mas Angga menyala ada notif pesan masuk. Sebenar nya Aku sudah tidak ingin lagi mengetahui apa isi Hp mas Angga ini, tapi dari layar nya bisa dj lihat dengan jelas nomor whatsapp yang sama seperti satu bulan yang lalu.


Jiwa kepo Ku langsung meronta-ronta ingin mengetahui isi pesan nya. Langsung Ku sambar Hp nya dan segera melihat isi pesan nya.


Saat di klik, ternyata hanya emoticon ' 👀' yang di kirim kan nya, tanpa pikir panjang lagi langsung Aku Screenshot dan kirim ke Hp Ku. Setelah itu nomor nya langsung Aku blokir dan menghapus pesan nya.


'Mau main-main kamu rupanya yah pelakor, awas saja kamu nanti! ' gumam Ku sambil menaruh kembali Hp milik mas Angga di tempat semula.


"Alif, ini bajunya udah mama siapin yah, sarapan nya juga udah mama siapin di atas meja. Nanti seperti biasa jangan lupa bangunin papa." ucap Ku memberi kan titah yang di angguki oleh Alif yang baru saja habis mandi.


Aku bergegas mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari mencuci piring kotor sampai beberes rumah. Selesai dengan tugas itu Aku lanjut memandikan Aisyah.


"Ayis, ayo mandi." ucap Ku sambil menyambar handuk yang di gantung di pintu kamar.


Aisyah sama seperti abang nya, tidak takut dengan air, bahkan kalau di ajak mandi pasti sangat girang sekali.


"Ayo, Mah. Aku mandi sendili yah."


"Tidak untuk hari ini sayang, biar Mama saja yang mandikan Ayis, oke. Soal nya kita hari ini mau ketempat oma sekalian ngantar abang kesekolah."


"Holeeeeee, pelgi tempat oma." teriak Aisyah kegirangan


Usai memandikan Aisyah dan memakai kan nya baju, Aku juga nyiapin sarapan untuk nya.


"Ini makan dulu sarapan nya, oke. Mama mau siap-siap dulu, jangan sampai baju nya kotor makan yang bagus." ucap Ku yang di jawab anggukan oleh Aisyah.


Aku langsung bergegas mandi, tak butuh waktu lama juga untuk Ku mandi dan bersiap-siap. Alif pun sudah menjalan kan tugas nya, karna mas Angga sudah memasuki kamar mandi untuk cuci muka.


Sekitar lima belas menit kemudian, semua nya sudah beres, dan kami semua berangkat. Aku antar kan terlebih dahulu mas Angga ke tempat nya bekerja. Setelah itu lanjut ngantar Alif ke sekolah nya yang lumayan jauh menurut Aku dengan mengendarai motor butut ini.


**********

__ADS_1


"Belajar yang rajin tau, jangan nakal-nakal, patuhi apa yang di ucap kan sama ustadz nya." ucap Ku memberikan nasehat kepada Alif yang sudah berada di lokasi sekolahan nya.


"Iya Mah, nanti Aku pulang sama siapa?"


"Sama mama aja, nanti kalau sudah pulang tunggu saja disini, jangan kemana-mana.Dengar kan?"


"Iya Mah, ya sudah Aku masuk dulu. Assalamu'alaikum." ucap Alif sembari salim mencium punggung tangan Ku.


"Walaikumsalam."


Aku lanjut menuju kerumah mama mertua Ku, karna memang semenjak Alif sekolah dan pulang dengan ustadz nya, kami jarang berkunjung kerumah mama mertua Ku ini.


Butuh waktu lima menit untuk sampai disana.


"Assalamu'alaikum." ucap Ku saat memasuki rumah mama mertua Ku.


"Walaikumsalam."


"Eh, cucu Oma yang paling cantik rupanya yang datang." ucap mama mertua Ku sambil mencium dan memeluk Aisyah.


Aisyah pun menyalimi semua orang yang ada disana, pagi ini formasi terlihat lengkap pada ngumpul semua.


Hubungan Aku dan juga Mama mertua Ku dan juga ipar-ipar Ku saat ini Alhamdulillah sudah jauh lebih baik, mungkin karna sudah tidak satu atap dan juga sudah mengenal karakter nya masing-masing, jadi sudah paham bagaimana caramenyikapi nya kalau lagi ada selisih paham.


Bahkan sekarang Aku, kakak ipar dan juga adik ipar Ku sudah layak nya seperti saudara kandung, banyak hal yang di ceritakan kalau sekali-sekali bertemu seperti saat sekarang ini.


"Sama siapa kesini, Ra?" tanya Mama mertua Ku


"Angga mana?" tanya Papa mertua Ku


"Mas Angga kerja, Pah."


"Oo" Papa mertua Ku hanya menjawab dengan ber 'O' ria saja.


"Kenapa jarang kesini, biasanya sekali seminggu pasti kesini" Mama mertua Ku kembali bersuara.


"Iya maaf Mah, soal nya sekarang Alif udah sekolah. Dan Alhamdulillah pihak sekolah menyediakan Bus sekolah untuk antar dan jemput Alif, makanya jarang kesini."


"Kan bisa pas weekend" kali ini kakak ipar Ku yang bersuara.


"Itu lah kak Yen, kadang weekend ada aja kerjaan yang mau di kerjakan, maklum lah pekerjaan rumah tidak pernah habisnya." jawab Ku.


Usai bercerita panjang lebar, semua orang kembali dengan aktivitas masing-masing. Aku pun memilih keluar sedang kan Aisyah sudah bermain dengan anak kakak ipar dan juga anak adik ipar Ku.


Aku raih Hp di dalam tas slempang Ku, langsung Aku buka aplikasi whatsapp. Dan langsung menyimpan nomor yang tadi aku screenshot di Hp mas Angga.


'Bismillah'. gumam Ku sebelum mengirim pesan ke nomor 'Pelakor' itu.


"Assalamu'alaikum." tulis Ku dan mengirim nya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk Ku menunggu balasan nya.


"Walaikumsalam, maaf siapa?"


"Kamu anggota game SOS yah." jawab Ku


"Maksud nya"


"Kamu kenal pisang ngak" yap, 'Pisang' adalah nama Akun game mas Angga.


"Maksud nya kak Angga?"


"Ah yah, Angga. Ada hubungan apa kamu sama dia."


"Maaf ini siapa?"


"Aku istri nya."


"Ah kak Ara yah, maaf kak kenapa bertanya begitu."


"Jawab aja! ada hubungan apa kamu sama suami Ku, hah!"


"Ngak ada hubungan apa-apa kok kak, hanya temanan doang."


"Temanan kamu bilang, sampai manggil sayang-sayangan seperti itu sama suami orang. Apa kamu tidak tau kalau mas Angga itu sudah punya istri dan punya anak."


"Tau kok kak, kak Angga sudah pernah cerita kalau sudah punya istri dan anak."


"Lah, kalau sudah tau kenapa masih chat'an sama mas Angga nya, pakai sayang-sayangan lagi."


"Aduh maaf yah Kak, sumpah Aku ngak ada niatan apapun kok, hanya bercanda aja. karna kak Angga orang nya asyik untuk di ajak ngobrol."


Yah, Ku akui mas Angga memang asyik untuk di ajak ngobrol, tapi itu dulu Aku merasakan nya pada saat masih pacaran, sekarang semenjak fokus nya hanya ke Hp dan bermain game, semua itu tak lagi Ku rasakan.


"Tapi ngak harus manggil sayang-sayangan juga kan, apa kamu tidak mikirin perasaan Aku sebagai istri nya saat mengetahui ini semua."


"Iya kak sekali lagi maaf, kalau aku bercanda nya sudah keterlaluan."


"Oke kali ini Aku maaf kan. tolong lain kali jangan lagi ulangi hal seperti ini, baik itu dengan suami Ku atau sama laki-laki lain yang sudah berstatus kan 'Suami' orang, tidak baik jika harus menjadi 'PELAKOR' , masih banyak kok di luaran sana yang masih lajang, yang bisa kamu jadikan tempat curhat atau untuk di ajak ngobrol sepuas kamu, tanpa harus menyakiti hati wanita lain yang berstatus kan istri."


"Aku bukan pelakor yah Kak"


"Lah kalau bukan pelakor apa namanya, sudah tau punya istri dan anak, masih juga ngirim whatsapp pakai sayang-sayangan, aneh!"


"Kan aku udah minta maaf kak, dan itu cuma bercanda doang kok ngak ada maksud apa-apa."


"Hay sayang, menurut kamu iya hanya bercanda, tapi Aku sebagai istrinya tidak bisa terima kalau suami Ku di panggil sayang-sayang begitu sama wanita lain.Paham kamu!"


"Iya kak, sekali lagi maaf."

__ADS_1


Aku tak lagi membalas pesan tersebut, malah langsung memblokir nomor nya. Karna sudah tidak ingin berurusan lagi dengan nya.


__ADS_2