
Ini adalah hari pertama Aku dan tante Pit jualan lontong dan gorengan. Semua sudah di persiapkan, mulai dari lontong, gulai, kerupuk, sampai gorengan nya sudah nangkring di atas meja.
Tante Pit pun sudah stanby di rumah Ku untuk membantu jualan nantinya.
"Tan, tolong cobain gulai lontong nya dong, nanti takut nya keasinan." ucap Ku menyodorkan seujung sendok kuah gulai kepada tante Pit.
"Sudah pas kok, enak malah." jawab tante Pit setelah mencobanya.
"Ah, Tante bisa aja,"
"Iya serius enak loh, pasti nanti pelanggan banyak yang suka dan kembali lagi."
"Aamiin!!" jawab Ku mengamini ucapannya tante Pit.
"Ya sudah kalau gitu, kita angkat saja keluar lagi Tan, tadi etalase nya sudah Aku bersihin ko, tinggal nyusun aja lagi." sambung Ku lagi, dan bergegas masuk di ikuti oleh tante Pit.
Aku dan tante Pit mulai menata semuanya kedalam etalase yang sudah di sedia kan oleh Mas Angga dan juga suaminya tante Pit.
Alhamdulillah, suami tante Pit yang om kandung nya mas Angga juga sangat mendukung dalam hal ini, walaupun dia mempunyai kekurangan di bagian kaki nya, berjalan selalu pakai tongkat. Tapi tidak pernah sedikit pun mengeluh akan hal itu, selalu berusaha untuk tetap menafkahi keluarga nya.
"Sudah beres." ucap Ku sambil merapikan tisu.
"Iya, tinggal tunggu pembeli nya saja lagi." sahut tante Pit yang baru keluar dari dalam rumah membawa wajan.
"Tan, Aku kedalam dulu yah mau memandi kan Alif."
"Iya, biar warung nya Tante yang jaga." jawab tante Pit
Aku pun masuk dan memandikan Alif, karna Alif saat Aku bangun subuh tadi dia juga ikut bangun.
"Alif, ayo mandi dulu."
"Ngak mau, Mah." tolak Alif. Yah, Alif selama tinggal disini ngak mau lagi kalau di ajak mandi paginya, karna air di sini seperti air es dingin nya kalau di pagi hari, karna disini tidak memakai air sumur tapi Pam.
"Ayo lah, Nak. Nanti kalau Alif ngak mandi busuk loh, ngak mau orang main sama Alif lagi, Mau..??"
"Dingin mama" rengek Alif
"Ngak dingin Kok, ayoo" ucap Ku sembari membuka baju nya, Alif nurut walaupun suara rengekan nya masih terdengar.
Setelah baju nya terbuka, Aku langsung menggendong nya ke kamar mandi. Tanpa banyak bicara lagi langsung Ku mandi kan Alif, walaupun dia menangis tetap Ku mandikan.
Tak lama ritual mandinya selesai, segera Ku gendong dan memakai kan nya baju dan jacket biar Alif ngak kedinginan lagi.
"Nah, ini baru wangi dan ganteng." ucap Ku menciumi Alif
"Alif mau makan lontong?"
"Mau, Mah. Pakai bakwan." jawab Alif semangat, dia sangat suka bakwan.
"Baik lah, tunggu disini yah, biar mama ambil kan dulu." Aku pun langsung keluar mengambil kan lontong untuk nya.
Saat Aku keluar, ternyata sudah ada pembeli. Aku biar kan tante Pit melayani pembeli terlebih dahulu.
__ADS_1
Tak lama, pembeli nya pergi. Karna hanya di bungkus tidak makan di tempat.
"Alhamdulillah, yah Tan."
"Iya, mudah-mudahan laris manis yah hari ini."
"Aamiin!!" ucap Ku mengamini ucapan tante Pit, dan membuat kan lontong untuk Alif.
"Untuk siapa??" tanya tante Pit.
"Alif Tan, habis mandi pakai air Pam lapar perut nya, pengen makan lontong dan bakwan katanya."
"Apa ngak kepedasan Alif nya nanti."
"Ngak Tan, dia suka makan yang pedas-pedas kok."
"Bagus kalau gitu, kadang anak-anak banyak yang ngak suka pedas."
"Kalau Alif alhamdulillah suka Tan, dan ngak banyak memilih kalau masalah sambel untuk makan." jawab Ku, sambil meracik lontong untuk Alif.
"Aku kedalam bentar yah, Tan." ucap Ku setelah semuanya beres yang di jawab dengan anggukan oleh tante Pit.
"Alif, ayo duduk dulu." ucap Ku, Alif lagi nonton upin dan ipin kesukaan nya sambil rebahan. Alif pun langsung duduk.
Alif langsung menyantap lontong nya.
"Alif tunggu sini yah, mama mau bantu Oma ipit dulu, oke."
"Oke, mama."
*********
Alhamdulillah, sekitar jam sepuluh pagi semua nya sudah ludes terjual.
"Alhamdulillah, semoga makin berkah kedepan nya yah, Tan" ucap Ku
"Aamiin!!" tante pit mengamini doa Ku
"Besok bikin gulai apa lagi yah Tan?"
"Gulai nangka saja, soal nya banyak yang suka gulai nangka untuk lontong. kadang kalau gulai paku banyak yang pantangan makan itu." ucap tante Pit memberikan saran.
"Baik lah, tapi nangka nya masih ada kan?"
"Masih banyak Kok, nanti Tante suruh Aqsal untuk mengantar kan nya kesini."
Yah, nangka untuk bikin sayur lontong nya punya tante Pit, karna lagi berbuah banyak di rumah nya.
"Baik lah, tapi jangan malam di anter yah, Tan. nanti ngak keburu untuk ngupas dan memotong nya." ucap Ku yang di jawab dengan anggukan oleh tante Pit.
Karana tidak ada lagi kegiatan, tante Pit pun pamit untuk pulang.
"Ya sudah, kalau gitu Tante pulang dulu yah."
__ADS_1
"Oke, Tan. hati-hati." ucap Ku
"Iya." tante Pit melajukan motor nya meninggal kan Ku yang juga berjalan masuk kedalam rumah.
Ku tutup pintu, karna takut Alif keluar rumah.
*******
"Bagaimana jualan hari ini?" tanya Mas Angga saat pulang kerja.
"Alhamdulillah, Mas. Semua nya habis."
"Alhamdulillah."
"Mas mau makan atau mandi dulu?"
"Mandi dulu lah sayang, bikin kan kopi cappucino pakai susu yah." ucap Mas Angga dan berlalu menuju kamar mandi.
Aku pun bergegas ke dapur untuk membuat kan kopi yang di minta Mas Angga.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Mas Angga keluar dengan handuk yang di lilit kan di pinggang nya, seperti biasa jangan di tanya masalah roti sobek nya, karna Mas Angga tidak memiliki nya.
Mas Angga langsung memakai celana yang Ku siap kan, tanpa memakai baju.
Mas Angga kalau di rumah tidak pernah memakai baju atau pun singlet, dia hanya bertelanjang dada setiap hari siang mau pun malam pasti seperti itu, katanya gerah dan ngak bisa tidur. Ada-ada saja bukan??
"Mas, kopi nya sudah Aku siap kan di ruang tamu yah." ucap Ku saat masuk kedalam kamar.
Rumah kontrakan yang ku huni sekarang ini terbilang cukup bagus lah. Karna di lengkapi ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi, dapur dan juga dua kamar tidur dengan lantai yang sudah pakai marmer.
"Oke, sekalian ambil kan makan yah, sayang" jawab Mas Angga.
Aku tanpa banyak tanya lagi, langsung ke luar dan menuju dapur untuk mengambil kan makan untuk Mas Angga.
"Ini, Mas." ucap Ku menyodor kan nya kepada Mas Angga.
Tanpa banyak bicara lagi, Mas Angga langsung menyantap nya dengan lahap, karna memang tadi pagi Mas Angga tidak membawa bekal.
******
**MAAF UNTUK PARA READER'S SETIANYA 'SAKITNYA DI KHIANATI' DUA HARI KEMAREN TIDAK UPDATE BAB BARU.
KARNA KEMAREN AUTHOR MELAKUKAN PERJALANAN PULANG KAMPUNG, DENGAN MEMBOYONG DUA ANAK SEKALIGUS TANPA SUAMI MENEMANI KARNA ADA PIKET DI KANTOR NYA.
KEBAYANG BUKAN?? BAGAIMANA REMPONG NYA, APALAGI PULANG NYA NAIK KENDARAAN UMUM 'TRAVEL'
JADI AUTHOR MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMANAN NYA 🙏
HARI RAYA IDUL FITRI SUDAH DI DEPAN MATA, TINGGAL HITUNGAN HARI TAKBIR KEMENANGAN AKAN SEGERA KITA DENGAR.
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN
__ADS_1
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 😇🤝**