Satu-satunya Cinta

Satu-satunya Cinta
Acara Perusahaan Darrel


__ADS_3

Sementara itu Trisha yang baru ingat, kalau dia belum menghubungi Darrel pun, segera bergegas ke kamarnya.



Dia mengambil benda pipih miliknya itu di dalam tas, saat dia membuka kunci ponsel, matanya melotot karena melihat panggilan tidak terjawab dari Darrel.



Bukan hanya beberapa panggilan, tapi 50 panggilan tidak terjawab dari nomor yang sama, Trisha yakin pria itu pasti marah karena dia tidak bisa dihubungi tadi.



"Padahal belum sehari aku di sini. tapi dia sudah menghubungiku sebanyak ini, apa dia tidak kerja apa," gerutu Trisha sambil menggeleng.



Dia tidak habis pikir dengan pacarnya, bisa-bisanya menelepon hingga sebanyak itu, dalam jarak waktu yang belum juga sehari full.



Trisha pun mencoba menghubungi nomor pria itu, tapi tidak aktif, dia mencobanya lagi dan masih tidak aktif. Sesaat kemudian dia ingat, jika malam ini adalah acara di perusahaannya.



"Dia sibuk mungkin, karena nanti malam 'kan acara di perusahaannya, nanti saja deh aku telepon laginya, kalau sudah malam, aku tidak mau ganggu dia dulu sekarang," ucap Trisha.



Dia pun kembali menyimpan ponsel itu, ke dalam tas dan kembali main, bersama anak-anak sambil membagikan hadiah yang dibawanya tadi.



"Kak Trisha, kita 'kan sudah kumpul, bagaimana kalau bagiin hadiahnya sekarang juga," ucap salah satu anak dengan wajah penuh harap.



"Iya kak, bagiin sekarang saja hadiahnya," sambut anak-anak yang lainnya dengan antusias.



"Baiklah, baiklah. Kakak akan bagikan sekarang hadiahnya, tapi ingat jangan berebut ya, kalau mau kalian bisa main gantian gimana?" saran Trisha kepada anak-anak.



"Iya kak," sahut anak-anak itu dengan serempak.


__ADS_1


Trisha mulai membagikan baju dan mainan untuk masing-masing anak, dia membaginya rata ke setiap anak yang besar maupun yang kecil, dia juga membagikan cemilan yang sempat dibelinya tadi saat di perjalanan.



Trisha tersenyum melihat kebahagiaan anak-anak itu, saat menerima pakaian dan mainan baru yang didapatkan darinya.



"Kamu jangan terus-terusan mikirin mereka, kamu juga harus pikirkan diri kamu sendiri. Kamu setiap bulan selalu memberikan uang gaji kamu kepada ibu, seharusnya kamu beli keperluan kamu juga," ucap Ayu yang sudah duduk di samping Trisha.



"Kebutuhan aku juga terpenuhi Bu, rezeki yang Trisha miliki juga ada sebagiannya milik mereka, jadi Trisha memberikan apa yang seharusnya menjadi milik mereka," ucap Trisha mengusap tangan Ayu dan tersenyum.


"Kamu memang wanita yang baik, Nak. Ibu yakin lelaki yang menjadi pasanganmu kelak akan sangat beruntung memilikimu, selain cantik, baik hati, pintar juga tegar dan mandiri," puji Ayu mengusap kepala Trisha.


Ayu menganggap Trisha seperti anaknya sendiri karena Trisha adalah anak yang baik, dari sejak dititipkan ke panti oleh bibinya, Trisha selalu membantunya mengurus anak-anak yang lain dan tidak pernah rewel.



"Ibu bisa saja mujinya, jangan dipuji terus Bu, nanti aku berasa tinggi lagi," canda Trisha kepada Ibunya.



"Kita masak buat makan malam yuk


"Kamu tidak capek apa? Dari tadi sudah main sama anak-anak, sudah bantuin ibu masak makan siang juga, kamu istirahat saja dulu gih," ucap Ayu.



"Tidak Bu, Trisha tidak capek justru Trisha kangen masak bareng ibu Trisha 'kan sudah lama tidak pulang kesini dan nanti akan lama lagi tidak kesini karena sekarang Trisha selalu sibuk," Jawab Trisha.


Akhirnya mereka pun masak bersama untuk makan malam, sebenarnya di sana juga ada dua orang yang bekerja membantu Ayu, mengurus panti dan anak-anak.


Trisha memasak dengan pekerja di sana juga Ayu, dengan diiringi obrolan ringan, hingga acara masak itu kian menyenangkan.


...*******...


Sementara itu, di kantor Darrel. Zola keluar dari ruangan khusus yang ada di ruangan itu dengan penampilan sudah sangat cantik, dengan gaun malam berwarna navy dengan belahan dada yang rendah dan bagian punggung terekspos.



"Kamu memang selalu pintar memilih baju, hingga membuatmu selalu tampil memukau," puji Merry yang merasa terpukau dengan penampilan Zola itu.



Zola tampak elegant juga memukai dengan baju beserta aksesoris mewahnya, juga dandanan yang bisa membuat pria mana pun mungkin akan terpukau padanya.

__ADS_1



Mungkin hanya Darrel saja yang tidak memiliki kesan apa pun, dia hanya memasang wajah datarnya, setelah dia keluar dan langsung mendapatkan pujian dari mamamnya.



Darrel masuk ke ruang pribadinya untuk berganti pakaian, acaranya tidak lama lagi akan d mulai dia tidak ingin memiliki kesan yang tidak baik dari para kolega-koleganya.



Tidak terlalu membutuhkan waktu yang cukup lama, Darrel sudah keluar lagi, bergabung dengan orang-tua dan istrinya.



"Ayo, sebaiknya kita segera ke tempat acaranya, sebentar lagi acaranya akan dimulai," ucap Aji yang sudah mulai berdiri. Dia merapikan penampilannya terlebih dahulu.


Setelah dirasa sudah siap, mereka pun langsung menuju ke ruangan tempat diadakannya acara ulang tahun perusahaan itu.


Di ruangan itu sudah cukup ramai, para kolega yang mereka undang sudah mulai berdatangan, Darrel pun langsung berbaur berbincang dan menyapa beberapa Koleganya, begitu pun dengan Aji,



Sementara Zola dan Merry berbincang dengan para istri dari para kolega yang sudah datang ke acara itu.



"Selamat atas keberhasilannya Tuan Aji, anda pasti sangat bangga dengan Darrel yang bisa membuat perusahaan anda semakin maju, semenjak Darrel memegang alih perusahaan ini," ucap salah satu kolega Aji.


"Iya, saya sangat bangga karena dia bisa membuat perusahaan yang saya bangun dari nol, bisa menjadi sebesar ini," ucap Aji dengan bangga.


"Selamat ya, Nak Darrel, kamu memang anak pandai, hingga membuat perusahaan ini bisa sampai ke puncak saat ini," ucap salah satu kolega Aji itu kepada Darrel.



Darrel hanya tersenyum saja mendengar mereka memujinya, dia tahu mereka hanya mencari muka saja karena hal seperti itu biasa terjadi.



"Terima kasih atas semua pujiannya, tapi kalian terlalu memuji," sahut Darrel dengan ramah kepada para kolega-kolega dari papanya itu.


Darrel menyapa semua kolega-koleganya dan papanya, tak berapa lama kemudian pesta pun di mulai, MC mulai menaiki panggung dan meminta keluarga Darrel naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan kepada para tamu yang hadir di sana.


Darrel dan keluarganya pun mulai menaiki panggung kecil itu, lalu memberikan sambutan kepada para tamu undangan yang hadir di sana.


Acara itu begitu meriah dengan kedatangan bintang tamu, dari penyanyi-penyanyi papan atas yang ikut memeriahkan acara itu.


Darrel dan Zola saat ini tengah menjadi sorotan, dari pihak media. Mereka dinilai sebagai pasangan yang serasi dengan si wanita yang cantik, anggun dan si pria yang tampan dan gagah, mereka benar-benar seperti pasangan serasi.

__ADS_1


Berbagai pujian ditujukan pada pasangan itu, dari para tamu undangan juga dari semua awak media yang sengaja Aji undang untuk meliput acara perusahaannya itu.


__ADS_2