Satu-satunya Cinta

Satu-satunya Cinta
Rencana Aji


__ADS_3

Darrel dan Zola berdua tersenyum ke arah kamera, mereka berpura-pura terlihat seperti pasangan yang bahagia, di hadapan ribuan pasang mata itu.


"Selamat ya Rel, semoga perusahaan ini bisa selalu menjadi perusahaan yang lebih unggul dari perusahaan yang lainnya," ucap Romi yang baru saja datang menghampiri mereka, bersama dengan Rizky.


"Iya, terima kasih karena sudah datang," sahut Darrel tersenyum kilas pada Romi


"Selamat ya Om, perusahaannya semakin lama semakin sukses." Romi kini beralih menyalami Aji.



"Iya, selamat juga untukmu Rom, Om dengar saat ini perusahaan papamu yang kamu pegang juga sudah sangat melesat di pasaran," sahut Aji kepada Romi.



"Perusahaan yang Romi pegang, masih jauh di bawah perusahaan Om ini," sahut Romi merendah, dia tersenyum ramah pada Aji juga yang lainnya.



"Asal kamu terus berusaha, Om yakin perusahaan kamu itu bisa lebih maju lagi," ucap Aji.



"Iya Om mudah-mudahan saja Romi mampu," ucap Romi, menganggukkan kepalanya.



"Rom, kita bicara di sana saja, sambil duduk, biar lebih nyaman," ajak Darrel kepada Romi.


"Baiklah, kalau begitu Romi permisi dulu Om, Tante, ZoLa," paamit Romi kepada Aji, Merry dan Zola.


Darrel dan Romi berjalan menuju salah satu meja yang tidak jauh dari panggung untuk mengobrol, sementara Rizky memisahkan diri dari Bos dan sahabatnya itu, dia memilih menghampiri rekan kerjanya untuk mengobrol menghilangkan rasa bosannya.



"Jadi apa yang mau kamu bicarakan denganku?" tanya Romi kepada Darrel, saat sudah duduk.



"Tidak ada, aku hanya malas saja kalau harus mengobrol dengan para kolega-koleganya Papaku," sahut Darrel.



"Oh gitu." Romi mengangguk paham, dia pun mulai menyeruput sedikit minuman yang ada di mejanya itu.



"Banyak wartawan di sini dan acara ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya," sambung Romi, memperhatikan sekeliling mereka.



"Hmmm, kata kata si pak tua, pesta kali ini lebih meriah karena keuntungan perusahaan tahun ini melonjak lebih tinggi," jelas Darrel dengan enteng.



*Tapi, aku merasa ini bukan hanya karena keuntungan perusahaan saja, Om Aji pasti punya rencana di balik semua ini*. Pendapat Romi itu, hanya bisa dia utarakan dalam hatinya.



Karena, jika sampai dia mengutarakan kecurigaannya yang belum tentu benar itu, pada Darrel, dia yakin itu hanya akan membuat hubungan antara Darrel dan orang-tuanya, kian kacau.



"Kenapa kamu melamun?" Darrel membuyarkan lamunan Rom itu.

__ADS_1



"Tidak, aku hanya sedang menikmati pesta ini saja," elak Romi.



"Tumben kamu menikmati pesta seperti ini, biasanya kamu tidak terlalu menyukai pesta seperti ini," ucap Darrel dengan tatapan mata fokus pada panggung yang tengah menampilkan dari penyanyi papan atas.



"Entahla, mungkin karena pestanya meriah." Romi mengangkat bahunya tak acuh.



Setelah itu, tidak ada lagi percakapan di antara kedua sahabat itu, mereka menikmati pesta itu, meski pikiran mereka ke arah lain.



Darrel sebenarnya merasa kurang nyaman karena dia belum mendapatkan kabar dari Trisha ,tadi dia belum sempat menghubungi Trisha saat Arya menyerahkan ponsel baru untuknya.



"Kamu kenapa? sepertinya sedang tidak tenang seperti itu?" tanya Romi yang melihat Darrel seperti tidak tenang.



"Sehari ini aku belum mendapatkan kabar dari Trisha," curhat Darrel.



"Baru sehari tidak mendapatkan kabar saja, kayak yang sudah beberapa minggu tidak mendapatkan kabarnya," ledek Romi terkekeh.




"Aku pernah pacaran Rel, kalau kamu lupa," ucap Romi mengingatkan.



"Itu bukan pacaran yang sebenarnya, itu hanya cinta monyet," sahut Darrel memutar matanya.



"Saat itu aku sudah SMA, jadi itu tidak bisa disebut cinta monyet lagi," sahut Romi yang tidak ingin kalah.



"Mana ada pacaran hanya sebulan, tapi sudah putus lagi," sahut Darrel.



"Yang penting sudah tau rasanya pacaran, jadi tidak bisa di sebut belum pernah pacaran," kukuh Romi.


"Ya, ya, terserah kam lah," sahut Darrel tanpa minat.


"Aku harap besok berita tentang acara ini dan tentang keluargamu tidak Viral, karena kalau sampai itu terjadi, maka Trisha pasti akan tau semuanya."



Ucapan Romi itu membuat Darrel, semakin tidak tenang bagaimana kalau itu benar-benar terjadi maka habislah dia.


__ADS_1


"Mudah-mudahan Trisha tidak sampai mendapatkan berita tentang acara ini." ucap Darrel kepada Romi.



"Aku 'kan sudah bilang, kebohongan itu akan terungkap cepat atau lambat dan kamu harus siap dengan setiap kemungkinan itu," ujar Romi.



"Aku tau kebohongan itu, pasti akan terungkap, tapi aku tidak ingin kalau Trisha tau secepat ini karena kita baru saja memulai hubungan ini, apa pun yang terjadi aku akan berusaha untuk menyembunyikan semua ini, sampai Trisha benar-benar bisa menerima aku apa adanya," ucap Darrel dengan penuh tekad.



Darrel tidak tahu, jika sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Aji dibelakangnya, rencana agar dia dan Trisha berpisah.



Romi tidak ingin merusak mood Darrel dengan membicarakan tentang hubungannya dengan Trisha, dia pun mencoba mengalihkan obrolannya ke hal yang lainnya lagi.



Darrel sudah merasa sangat bosan di sana, dia ingin segera menghubungi Trisha, tapi dia terpaksa mengikuti kemauan para wartawan yang ingin mewawancarai tentang hubungannya dan Zola yang mereka anggap serasi itu.



"Tuan Darrel dan Nona Zola kalian benar-benar terlihat sangat serasi, apa kalian belum ada rencana untuk memiliki momongan?" tanya salah satu wartawan di sana.



"Maaf, membahas masalah itu, tapi kami penasaran, karena setau kami pernikahan kalian sudah berlangsung cukup lama, apa masih belum ada tanda-tanda hadirnya orang baru di rumah tangga kalian?" sambung wartawan itu lagi.



"Untuk sekarang kami menyerahkan semuanya pada Tuhan saja," jawab Darrel dengan senyuman yang terpaksa.



"Apa kalian memang menundanya, selama ini untuk punya anak?" Tanya wartawan lain.



"Kami memang pernah menundanya dulu, tapi sekarang sudah tidak, jadi kami sekeluarga minta doanya saja ya semoga disegerakan," jawaban Zola itu, membuat Darrel melotot tidak percaya.



Bagaimana bisa Zola mengatakan hal itu tanpa mereka diskusikan sebelumnya.



"Wah kalau begitu, kami doakan semoga kalian disegerakan untuk memiliki anak," ucap karyawan itu yang langsung diamini oleh setiap orang yang hadir di sana.



Darrel hanya bisa memaksakan senyuman di depan para wartawan itu, sementara Aji yang berada tidak jauh dengan Darrel telah menyeringai.



Entah apa rencananya kali ini yang jelas rencananya adalah untuk memisahkan Darrel dari Trisha.



Dia yakin, kini jalannya untuk memisahkan Darrel dengan wanita yang dia anggap akan menjadi pengganggu itu akan segera berakhir.


__ADS_1


"Kamu yang memaksaku untuk melakukan itu, jadi jangan salahkan Papa Nak," gumamnya masih dengan serigaian puas di bibirnya itu


__ADS_2