
Siang harinya, karena sudah diizinkan untuk pulang, Trisha pun memilih untuk menenangkan dirinya ke panti, beberapa bulan ini dia memang belum berkunjung lagi ke sana.
Berharap dengan pulang ke sana, dia dapat merasa lebih baik lagi, dia juga belum siap untuk bertemu dan berhadapan bersama dengan Darrel saat ini.
Melihat tatapan penuh keraguan darinya sekilas saja, sudah membuat dia sesakit itu, bagaimana jika dia lebih lama lagi melihat hal itu, pasti perasaannya kian hancur.
"Non kita sudah sampai," ucap Andi membuat Trisha tersadar dari lamunannya itu.
"Iya Mas, makasih ya. Mas Andi mau mampir dulu ke dalam?" tanya Trisha berusaha tersenyum.
"Tidak perlu Non, saya mau langsung pulang aja, tidak apa-apa 'kan?" ucap Andi.
"Iya tidak apa Mas, pulang saja." Trisha pun turun dari mobil.
"Eh iya Mas, boleh minta tolong gak, tolong kalau Mas lagi tidak terlalu sibuk, tolong mintain barang-barang pribadi aku ke Darrel ya, terutama dompet sama ponsel aku," ucap Trisha.
"Iya Non, dianterin ke sini aja Non?" tanya Andi.
"Iya Mas." Angguk Trisha.
"Baiklah nanti saya sampaikan, kalau begitu saya langsung pergi aja ya Non," pamit Andi.
Trisha mengangguk, dia menatap mobil yang Andi bawa itu, lalu mulai masuk ke gerbang yang hanya sebatas dada dan berjalan memasuki panti.
Panti tampak sepi karena biasanya di jam segini, anak-anak yang masih kecil pasti lagi pada tidur siang, sedangkan anak-anak yang sudah sekolah ada yang belum pulang atau sedang belajar.
Trisha mengetuk pintu panti dan tak lama kemudian pintu pun terbuka, disusul oleh kemunculan Ayu yang cukup kaget dengan kedatangannya yang mendadak itu.
"Bu," panggil Trisha berusaha tersenyum.
__ADS_1
"Kamu kenapa tidak ngasih tau kalau mau ke sini, kamu juga ke mana aja udah lama tidak bisa dihubungi," cerac Ayu panjang lebar sambil membawa Trisha masuk.
Mereka kemudian duduk di sofa yang ada di ruang tamu, Ayu sudah meminta Titi untuk membuatkan minum untuknya terlebih dahulu.
"Ibu beberapa hari yang lalu sampai nelepon ke tempat kerjamu, tapi rekan kerjamu bilang kamu ikut bos kamu ke luar kota," terang Ayu.
Mendengar ucapan Ayu itu, Trisha yakin jika yang mengatakan hal itu pasti mengikuti perintah Romi, dia merasa bersyukur dengan hal itu, karena dengan begitu ibunya tidak kepikiran.
Jika sampai Ayu tahu, jika dia sempat diculik dan disekap, wanita yang sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya itu pasti akan khawatir.
"Iya Bu, akhir-akhir ini aku memang sibuk banget, jadi sekarang memutuskan untuk pulang dulu ke sini," terang Trisha tersenyum pada Ayu.
Dia tidak ingin ibunya tahu apa yang telah terjadi padanya, terlebih lagi ibunya belum tahu, jika sebenarnya dia sudah menikah dengan Darrel.
"Apa kamu benar-benar tidak ada masalah Nak?" tanya Ayu menatap Trisha dengan dalam.
"Ibu sama anak-anak baik-baik saja, mereka lagi belajar sama tidur siang, jadi tidak keluar kamar," terang Ayu.
"Iya syukurlah kalau gitu Bu," ucap Trisha.
"Kamu kelihatan kurang sehat, wajah kamu pucat gitu."
"Mungkin karena kecapean aja Bu, kalau gitu aku mau istirahat dulu ya Bu."
"Ya udah, nanti ibu panggil untuk makan siang ya," sahut Ayu yang diangguki oleh Trisha.
Trisha pun pergi ke kamarnya, dia segera merebahkan dirinya di kasur miliknya, tak lama kemudian dia pun kembali menangis memikirkan tentang sikap Darrel itu.
Bahkan ketika dia tahu, jika Darrel lngsung pulang dan malah meminta Andi untuk menjaganya, kesedihan itu kian bertambah.
__ADS_1
"Kenapa kamu lebih percaya dengan omongan orang lain daripada omonganku sendiri Rel," gumam Trisha memeluk dirinya sendiri.
Sementara itu, di luar kamarnya. Ayu menatap pintu kamarnya itu dengan wajah khawatir. Meskipun Trisha tidak mengatakan apa pun, tapi dia yakin ada hal yang tidak beres dengan anaknya itu.
"Kenapa Bu?" tanya Titi yang menyusulnya duduk di sofa.
"Aku merasa ada yang Trisha sembunyikan Mbak," sahut Ayu dengan helaan napas ringan.
"Mbak Trisha sakit ya, dia keliatan agak pucat," ucap Titi yang melihat kondisi Trisha tadi.
"Kayaknya iya Mbak, tapi ada hal yang dia tutupi dari aku kayaknya," ucap Ayu lagi.
"Mungkin Mbak Trisha belum siap cerita aja Bu, atau mungkin dia memang lagi kurang enak badan karena kesibukannya."
"Aku harap juga begitu Mbak." Angguk Ayu.
Sebenarnya bukan hanya itu keraguan dirinya akan keadaan anaknya itu, kali ini kedatangan anaknya itu berbeda dengan biasanya.
Kali ini anaknya itu hanya datang membawa dirinya sendiri, wanita yang sudah dia anggap anak sendiri itu, bahkan tidak membawa dompet atau pun ponsel, karena dia tahu sendiri, jika biasanya Trisha tidak pernah melupakan ponsel.
Dia selalu membawa ponsel ke mana pun karena benda itu juga hal sangat penting, karena dia selalu bilang takut kalau yang menghubunginya untuk
"Bu mau masak untuk makan siang sekarang saja," ucap Titi membuat Ayu tersadar dari lamunannya itu.
"Iya Mbak, ayo sekarang saja," sahut Ayu yang langsung bangun dari sofa.
Mereka pun pergi ke dapur dan memulai masak untuk makan siang para penghuni panti, sama seperti sebelumnya, Ayu selalu dibantu olah Nia dan Titi untuk mengurus panti dan anak-anak di sana.
Sementara Trisha saat ini tengah tertidur menenangkan dirinya, dari masalah Darrel dan rumah tangganya itu.
__ADS_1