Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 013 : Perjalanan Menuju Hutan Abadi Kuno


__ADS_3

Setelah Li Xing An pergi cukup lama dari sana, dari dalam kabut asap yang tebal dan mematikan, tubuh Wen Qi melesat keluar dengan cepat dengan wajah agak kesakitan.


"Ugh ... untung saja tubuhku sangat kuat karena ada [Physicue Scripture]!" Wen Qi mulai mengatur nafasnya dan menyelidiki luka-luka di tubuhnya.


Setelah terakhir kali menerobos ranah Immortal Peak Stage, fisik Wen Qi sudah sangat kuat, setidaknya setara Great Immortal Early Stage.


Jadi, meskipun mengalami beberapa kerusakan pada dirinya, namun Wen Qi masih dapat menahannya untuk saat ini.


"Semua cedera padai tubuh akan sembuh sepenuhnya dalam seminggu dengan perawatan [Physicue Scripture], sekarang aku hanya perlu tenang menunggu selama seminggu lagi!"


* * *


Tengah-tengah samudera yang sangat amat luas dan biru, tenang namun mematikan, sosok Wen Qi terbang sendirian sambil memegang sebuah peta di tangannya, yang dia rampok dari salah satu orang di pelabuhan beberapa hari yang lalu.


"Semoga wanita gila itu sudah jauh di depan, agar aku bisa sampai dengan cepat tanpa gangguan!" Wen Qi menatap peta di tangannya, dan melihat tak jauh dari Benua kekuasaan Cabang Green Holy Land, terdapat sebuah pulau kecil— kecil? setidaknya itu setara luasnya matahari.


Saat ini Wen Qi mengambil jalan memutar, sehingga dia harusnya tiba dalam dua bulan perjalanan.


Menyimpan petanya kembali, Wen Qi pun melanjutkan kembali perjalanannya.


* * *


Satu bulan kemudian.


Di tengah-tengah samudera yang bergelora, dan hujan yang melanda, Wen Qi tetap terbang dengan kecepatan cahaya, namun meski begitu masih belum sampai dikarenakan dia mengambil jalan memutar.


'Hmm, laut benar-benar sepi—!'


Hap!


Mulut ikan raksasa dari dalam lautan langsung meloncat keluar dan memangsa Wen Qi hidup-hidup. Namun, itu tidak berguna, karena setelah beberapa saat berlalu, tubuh ikan raksasa tersebut langsung hancur menjadi bubur, bahkan Inti Monsternya pun ikut hancur.


"Ikan Paus Raja tingkat True Immortal Middle Stage ... benar-benar sesuatu!"


Sekarang Wen Qi paham, kenapa [Hutan Abadi Kuno] sangat minim terjamah, sebab belum sampai saja sudah ada ancaman seperti ini, bagaimana selanjutnya? pasti lebih mematikan.


'Ugh, semoga tidak ada Spirit Beast yang seperti aku pikirkan!' batin Wen Qi, sementara pikirannya teralihkan secara tiba-tiba pada sesuatu di kejauhan.

__ADS_1


Ledakan!...


"Sepertinya terjadi pertarungan ..." Wen Qi menggelengkan kepalanya, "Lupakan, akan membuang waktu untuk pergi ke sana!"


Ledakan!...


Kali ini dampak ledakan lebih kuat dan membuat ruang sekitarnya bergetar kuat selah akan hancur.


Dan dengan berlalunya waktu, pertarungan pihak lain sudah mendekat ke arah Wen Qi.


Wen Qi dapat melihat jelas ada tiga orang kultivator berseragam putih dengan logo salju biru di sisi kanan dada mereka. Namun, bukan ketiganya, yang membuat Wen Qi cukup tertarik adalah bahwa ada seekor monster laut aneh, berbadan selayaknya buaya, namun moncongnya seperti lumba-lumba.


'Hmm, spirit beast tingkat True Immortal Peak Stage ... lumayan!' Wajah Wen Qi tampak tidak bergeming, tapi hatinya cukup bahagia dengan kehadiran Spirit Beast ini.


"Bodoh, lari jika kau tidak mau mati!" teriak salah seorang kultivator muda berambut hijau tua.


Namun Wen Qi tetap tidak merespon mereka, membuat ketiganya tidak lagi peduli dan cepat-cepat melarik diri seperti anak kecil dikejar anjing.


"Hmm, tidak heran bahkan ketiganya tidak bisa mengalahkan Spirit Beast ini ..." Wen Qi tersenyum pahit, dan melihat ke kejauhan, rupanya ada lebih dari satu Spirit Beast jenis ini!


Wen Qi segera mengambil ancang-ancang, tepat ketika salah satu Sprit Beast itu tiba di depannya, Wen Qi sudah mengayunkan tinjunya ke arah moncong pihak lain, layaknya seorang petinju.


Bang!


* * *


"Phew, untung saja kita selamat!" ucap kultivator muda berambut hijau tua.


"Ckk, kita harus berterima kasih kepada pemuda itu, karena dia yang menghambat, kita berhasil melarikan diri!" ucap kultivator muda berambut hitam dengan kedua gigi seperti tupai.


"Hahaha, memangnya dia masih hidup sehingga bisa mendengar ucapan terima kasih kita?" seorang yang lain tampak tidak terlalu peduli dan berpikir bahwa saat ini Wen Qi pasti telah mati.


"Ya, kau benar!"


"Hahahaha!"


Ketiganya tertawa terbahak-bahak, kelihatannya benar-benar tidak peduli ataupun khawatir dengan kelangsungan hidup dari Wen Qi.

__ADS_1


"Lupakan itu, sebaiknya kita mengambil jalur lain saja ke Hutan Abadi Kuno!"


"Yah, aku ada saran bagus untuk ini, bagaimana jika lewat jalur neraka saja?"


Suara dingin menyebar dan masuk langsung ke dalam jiwa mereka, membuat punggung ketiganya menjadi dingin, seolah ada bahaya yang mengincar nyawa mereka.


Tepat ketika ketiganya kebingungan, sebuah telapak tangan raksasa berwarna hitam legam menimpa ketiganya dari langit secepat cahaya.


Bang!


Bagaikan seorang muda menampar wajah seseorang dengan kuat dan tanpa rasa belas kasihan, begitu juga telapak tangan raksasa berwarna hitam legam ini menghantam ke bawah dengan kekuatan yang sangat mengerikan.


Akibat serangan telapak tangan raksasa ini, pula berukuran 20 mil tersebut hancur hingga rata dengan dasar laut yang dalam, serta membuat air di sana terbelah ke mana-mana sehingga menciptakan kekeringan dalam jarak 1.000 mil.


Tapi, tentu saja ketiganya belum mati!


"Bajingan siapa yang berani menyerang secara diam-diam?!" teriak kultivator muda berambut hijau tua dengan darah yang mengalir melalui hidungnya.


Melihat tingkah angkuh darinya, sosok Wen Qi tiba-tiba muncul dari dalam robekan ruang yang secara tiba-tiba tercipta.


Sejak pertama kali melihat ada robekan ruang, wajah ketiganya sudah pucat, karena robekan ruang hanya bisa dilakukan oleh alam Great Immortal Stage, jadi ketiganya berpikir bahwa yang menganggu mereka adalah orang kuat.


Namun, ketika melihat bahwa yang keluar adalah orang yang mereka temui sebelumnya, ketiganya menghela nafas, hanya karena ranah pihak lain adalah Immortal Peak Stage, bukan tandingan bagi mereka para True Immortal Peak Stage.


Tapi bagaimana Immortal Peak Stage bisa merobek ruang?


Ketiganya mengerutkan kening masing-masing, baru kemudian mereka melihat ada sebuah pedang berwarna biru menyala, dengan ukiran naga di sebelah kanan sisi pedang dan di sisi lainnya adalah ukiran Phoenix, serta gagang pedang yang berbentuk sama seperti tengkorak manusia.


"Artefak Immortal Peak Stage!"


"Tidak, sepertinya ada yang lebih spesial dari itu ..."


Ketika melihat pedang ini, ketiganya langsung teringat mengenai sesuatu yang sangat legendaris dan hampir dianggap mitos.


Seketika wajah ketiganya berubah dan menatap pedang di tangan Wen Qi dengan tatapan rakus dan ingin memiliki yang tinggi, seperti seekor harimau yang melihat mangsanya.


"Pedang Penakluk!"

__ADS_1


« Bersambung! »


__ADS_2