Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 037 : Menghajar Kakak & Adik


__ADS_3

Shock!...


Bahkan Zhang Ji pun belum sempat ada waktu untuk mengetahui kapan tangan Wen Qi telah bergerak.


"Kau akan mati, nanti!" kata Wen Qi dengan santai, seolah membunuh Zhang Ji adalah hal yang mudah.


"Ughhh..." Zhang Ji sendiri benar-benar malu saat ini, ketika dirinya yang merupakan Immortal King Middle Stage tidak bisa melakukan banyak hal di hadapan Wen Qi.


Memalukan! sangat memalukan!


Terlebih lagi Wen Qi bahkan berani mengatakan dirinya akan mati di depan semua orang, ini merupakan penghinaan terbesar di dalam hidupnya.


Seketika pikiran jahat muncul di benaknya, dan dengan gerakan tangan, sebuah pedang besar telah muncul di tangan kanannya.


"Berhenti sampai di sana!" suara teriakan terdengar dari lantai ke-dua, yang berada tepat di atas tempat ke duanya.


"Bajingan siapa..." Zhang Ji mendongak dan ingin memarahi orang yang meneriakinya dari atas, namun ketika dilihat siapa orang itu, nyalinya langsung menciut.


"Senior Han Leng!" serunya.


Wajah jika Zhang Ji terlihat ketakutan, bagaimanapun Han Leng merupakan Immortal King Peak Stage, selain sebagai murid, dia juga merupakan penjaga keamanan kantin akademi.


"Dilarang bertarung di dalam Kantin Akademi! cepat hentikan atau aku akan mematahkan kaki kalian berdua!" kata Han Leng dengan penindasan yang kuat ke arah Wen Qi dan Zhang Ji.


Zhang Ji sendiri merasakan penindasan yang benar-benar menekankannya, tapi Wen Qi ... dia sudah dari tadi menarik kembali garpu miliknya dan menyantap makanannya kembali dengan santai.


'Bagaimana bisa dia tidak terpengaruh?!' batin Zhang Ji keheranan.


"PERGILAH!" Suara Han Leng datang sekali lagi, dan melepaskan tekanannya sebelum akhirnya Zhang Ji pergi dari sana dengan dendam yang berat dalam hatinya.


Sementara itu, Han Leng melihat Zhang Ji sudah pergi pun mengalihkan pandangannya kepada Wen Qi, lalu tidak mempedulikannya lagi.


Waktu berlalu, dan semakin banyak tatapan kasihan yang diarahkan kepada keduanya, juga ada beberapa tatapan yang ... seperti ingin membunuh keduanya!


"Saudara Wen, sekarang kita harus apa???" Leng Yu berkata dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya, dan ekspresi yang horor.


Wen Qi menyelesaikan makanannya, dan bangkit berdiri. "Apa yang aku lakukan, aku akan melakukannya sendirian. Saudara Leng urus saja dirinya sendiri."

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Wen Qi tidak menjawab lagi, melainkan langsung berjalan pergi dari sana dengan santai di tengah-tengah banyaknya mata yang memandang.


Tepat setelah Wen Qi pergi, Leng Yu juga merasakan ada beberapa tatapan yang jatuh kepada dirinya, membuat seluruh bulu badannya merinding dan buru-buru mengejar Wen Qi. 'Bahkan jika aku akan mati, setidaknya aku bisa mati berdua dengannya!'


***


Selepas keluar dari Kantin Akademi, banyak mata yang memandang keduanya dengan diam-diam, membuat Leng Yu yang selalu di belakang Wen Qi sedikit khawatir.


"Saudara Wen, kau tampaknya tenang, apakah kau sudah mendapatkan cara untuk melarikan diri? jika iya, maka jangan lupa untuk mengajak Leng bersamamu!" bisik Leng Yu sambil memperhatikan ke sekeliling agar memastikan tidak ada yang mendengar ucapan mereka.


"Hmm, kenapa aku harus melarikan diri?" kata Wen Qi sebelum akhirnya berhenti dan memandanginya dengan santai. "Jika dia memang memiliki keberanian, biarkan dia datang kepada raja ini."


"Astaga!" Leng Yu semakin terkejut dengan keberanian Wen Qi, dia tidak tahu apakah Wen Qi ini mengucapkan keberanian atau omong kosong. "Saudara Wen, kau harus tahu bahwa Zhang Ji adalah adik dari Zhang Jian, seorang murid tingkat Immortal King Peak Stage!"


"Hoh? aku sudah menduganya."


"Kau sudah menduganya?!" Leng Yu membelalakkan matanya.


"Ahhh, tamat sudah ... aku sepertinya salah memilih teman, dia benar-benar teman yang menuntun pada jalan kesesatan ..." Leng Yu memasang ekspresi penyesalan yang mendalam, tapi pada akhirnya dia masih tetap mengikuti Wen Qi, karena merasa setidaknya dia tidak mati seorang diri.


***


Setibanya mereka di kediaman tempat tinggal para murid luar, mereka sudah ditatap oleh beberapa tatapan yang kurang menyenangkan, hingga akhirnya Wen Qi tiba kembali di depan pintu kamarnya dan membukanya.


Klakkkk...


Pintu terbuka secara perlahan, menampakkan isi dalamnya yang sudah berantakan, bahkan tempat tidurnya pun telah dicuri entah ke mana.


"Aiyo, apakah murid Azure Holy Land begitu miskin sampai harus mencuri milikku?" Wen Qi tersenyum ramah, namun tiba-tiba berubah menjadi senyuman dingin, "Dia sepertinya benar-benar ingin mati, yah."


Dirinya adalah seorang pencuri dan penipu yang sangat bangga di Alam Suci, tapi kini dirinya sendiri yang menjadi korban, Wen Qi merasa harga dirinya benar-benar tidak ada di Alam Abadi Emas ini.


"Jadi kau Wen Qi itu?" Suara dingin bergema dari belakang keduanya, langsung menarik perhatian keduanya dengan serentak berbalik badan ke belakang.


"I-I-Itu dia!" Leng Yu sangat merinding.

__ADS_1


"Hmm, jadi kau membawa kakak sampahmu ini, apakah agar aku pukuli?" Wen Qi tetap mempertahankan senyum dinginnya ketika memandangi Zhang Ji yang membawa kakaknya dan beberapa orang lainnya di belakangnya.


"Aku mendengar dari Zhang Ji bahwa kau tidak sopan, tapi sepertinya memang kau benar-benar sopan," kata Zhang Jian, kakak Zhang Ji.


"Sopan atau tidak, apakah penting melakukannya kepada orang seperti kalian?" tanya Wen Qi dengan nada sedikit rendah.


"Ughh, kau sepertinya hanya manusia bodoh," Zhang Jian memegang kepalanya dan berkata dengan nada yang santai, "Patahkanlah lengan kananmu itu, dan anggap ini selesai sampai di sini."


Dari nadanya saja, dia seolah sudah yakin bahwa Wen Qi akan mematuhi perkataannya, dan dia bertingkah seperti seorang raja yang memerintah, benar-benar angkuh!


Tapi, mana mungkin seorang mantan Saint Emperor seperti Wen Qi mematahuinya. "Jangan berkata sombong, anak anjing."


Tepat ketika Wen Qi selesai mengatakan hal itu, dirinya sudah muncul di depan Zhang Jian dengan kecepatan yang luar biasa cepat dan langsung menghantam perutnya dengan tinjunya yang sudah dua selimuti dengan Immortal Qi.


Bang!


Kraukkk...


Suara nyaring patah tulang terdengar dengan sangat nyaring dan membuat siapa saja yang mendengarnya langsung merinding di seluruh tubuhnya.


Zhang Jian yang sekuat itu, di bawah pukulan Wen Qi seperti tidak berarti apa-apa. Dirinya justru saat ini dipukul hingga terpental jauh ke luar kediaman murid luar, dan tidak kembali-kembali.


"Astaga ..." Zhang Ji dan beberapa yang lainnya memiliki rahang yang ingin jatuh ke tanah ketika menyaksikan hal di luar nalar ini.


"Baiklah, sekarang giliran kalian!" Wen Qi tersenyum sinis dan mengeluarkan aura mematikan ke arah terutama Zhang Ji.


"Ma-Maafkan aku!"


*Pakpakpakpak!


Puffttt...


Mereka semua dipukul hingga benar-benar babak belur dan semua pakaian mereka serta harta mereka dilucuti dari tubuh mereka sebelum akhirnya mereka semua melarikan diri dengan diiringi gelak tawa dari orang-orang di sekitar.


[Bersambung!]


[Next Chapter bakal ada penjelasan kenapa mereka gak dibunuh 'untuk saat ini']

__ADS_1


__ADS_2