Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 048 : Penerobosan


__ADS_3

Perkataan Wen Qi terdengar ke telinga ketiganya, membuat ketiganya langsung menoleh memandang Wen Qi.


"Kakak!"


"Pak tua!"


Kedua anak kecil itu berlari dan berhenti di depan Wen Qi.


Kakak ...


Pak Tua ...


Wen Qi merasa aneh dengan sebutan itu.


Atau mungkinkah selama ini mereka memanggilku seperti itu?


Wen Qi memikirkan itu sejenak, dan tidak bisa untuk tidak menghela nafas.


"Xiao Long, panggil aku dengan sebutan lain!" kata Wen Qi kepada bocah laki-laki itu.


"Dengan sebutan lain?" Xiao Long menggaruk kepalanya karena tidak mengerti. "Bukankah kau orang tua ku, apakah salah aku memanggilmu Pak Tua?"


Wen Qi memejamkan matanya dan mengatur nafasnya. "Terserah kau saja."


"Baiklah!" Xiao Long tampaknya sudah menemukan ide di kepalanya, "Aku akan memanggilmu Ayah Angkat mulai sekarang!"


"Ughhh ... lupakan saja, terserah bagaimana kau mau memanggilku." Wen Qi sedikit merasa aneh di umur 18 tahun ia sudah dipanggil dengan sebutan seperti itu.


Wen Qi lalu menoleh ke arah Sheng Yun, dan menatapnya dari bawah ke atas. "Kau sudah menerobos rupanya ..."


Sheng Yun terlihat agak terkejut karena Wen Qi dapat mengetahuinya, namun ia tetap mengangguk, "Ini karena kebaikan Tuan sebelumnya, aku berhasil memecahkan hambatan yang selama ini menghalangi kultivasiku!"


Sheng Yun saat ini merupakan Immortal Venerable Middle Stage, sosok seperti itu bukanlah seorang kultivator yang lemah di Alam Abadi.


Terlebih lagi umur Sheng Yun baru 6.109 tahun dan bisa dibilang masih relatif muda di dunia kultivasi ini, kedepannya Azure Holy Land pasti akan lebih memperhatikannya dan dampak baiknya Wen Qi akan dapat menikmati lebih banyak sumber daya untuk dirinya.


"Mulai selanjutnya, aku akan datang menemuimu di sini, tapi setiap enam bulan sekali!" ungkap Wen Qi.


"Baik, Tuan!" Sheng Yun mengangguk mengerti, namun dia seperti sedikit kecewa.


***


Selepas berbicara dengan Sheng Yun, Wen Qi akhirnya memasukkan Xiao Long dan Jia'er kembali ke dalam Istana Emas Langit, lalu pergi terbang kembali ke arah Azure Holy Land.


Sebenarnya jarak antara Azure Holy Land dengan Kota itu tidaklah terlalu jauh karena cuman ribuan mil, Wen Qi bahkan dapat mencapainya dengan waktu kurang dari satu detik, hanya saja saat ini Wen Qi terbang cukup pelan karena dia ingin mencari tempat yang bagus.


Swuuushhh ...


Tepat di bawah kaki gunung dengan puncak bersalju, Wen Qi mendarat di sana dan mengeluarkan Xiao Long serta Jia'er.

__ADS_1


"Kalian sepertinya juga ingin menerobos ranah, bukan?" Wen Qi bertanya, tapi ia juga sudah langsung mengetahuinya.


"Iya! Aku merasa sudah tidak kuat untuk menahannya lagi!" kata Xiao Long.


"Aku juga, Kakak!" kata Jia'er.


"Baiklah, kalian berpisahlah dari sini, tapi jangan terlalu jauh!" perintah Wen Qi. Ia berani membiarkan mereka pergi karena dia sudah memeriksa 1.000 mil di sekitar sini aman dengan Kesadaran Spiritualnya.


Keduanya akhirnya menangkupkan tinju sebelum akhirnya berpisah ke timur dan barat, meninggalkan Wen Qi seorang diri.


"Aku juga harus mencari tempat yang bagus!"


Swiiippp ...


Ia langsung menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap sudah tiba di atas puncak gunung es yang dingin bagi para kultivator Immortal Stage, bahkan dapat membuat Nascent Soul Stage mati kedinginan.


"Fiuhhhhh~!" Wen Qi menyesuaikan nafasnya dengan sekitar, menghirup udara dingin di sekitarnya.


"Baiklah!" Wen Qi mencari tempat untuk duduk, sebelum akhirnya ia bermeditasi dalam diam selama beberapa belas menit.


Tepat ketika telah berlalu lima belas menit, Wen Qi membuka matanya kembali dan berkata, "Menerobos!"


Krakkkkk ...


Suara nyaring dan berdenging terdengar dengan jelas tepat ketika Wen Qi mengucapkannya.


Swuuushhh ...


Krakkk ...


Swuuushhh~!!


Aura pada tubuhnya terus naik hingga akhirnya memecahkan batasan yang menghalangi dan memasuki ranah kecil baru.


Immortal King Middle Stage!


Wen Qi membuka matanya kembali dan menghembuskan nafas ringan. "Huffttt ..."


Ia mengepalkan tinjunya dan merasa kekuatan murni yang mengalir di dalam tubuhnya.


Murni dan kuat!


Wen Qi merasa jika dia mempunyai kekuatan seperti ini, bukan hal mustahil dapat bertarung dengan Sheng Yun (Immortal Venerable Early Stage), bahkan jika Sheng Yun dalam kondisi primanya.


Glegar!!


Glegar!!


Suara guntur dahsyat juga mulai terdengar dari sisi barat dan timur, lalu awan hitam mengepul di atas kedua titik tersebut.

__ADS_1


"Keduanya sepertinya akan memulai ... kesengsaraan petir pertama mereka!"


Glegar!...


Di atas sebuah batu, Xiao Long duduk melipat kaki dalam meditasinya.


Glegar!


Petir langsung menghantam turun dan membombardir tubuhnya, merusak pakaiannya dan menunjukkan kulit seputih susu dan semulus giok yang bertahan di bawah petir kesengsaraan.


'Ini hanyalah petir kecil, hal seperti ini bukanlah lawanku!' kata Xiao Long dalam batinnya, dan ia semakin berusaha untuk melawan menyerap semua kesengsaraan petir.


Dalam bulan-bulan terakhir dia sudah bekerja keras dalam Manual Kultivasi Naga yang diberikan oleh Wen Qi, juga dia sudah memakan begitu banyak daging dan core Spirit Beast kuat yang diberikan oleh Wen Qi, sehingga fondasinya benar-benar sangat kuat.


Dalam bulan-bulan terakhir juga Wen Qi sudah memberikan Pil Jiwa Abadi, dan Pil Tubuh Abadi, yang membuat tubuhnya benar-benar hampir abadi sepenuhnya.


Gunanya kesengsaraan petir ini adalah untuk menyempurnakan Keabadiannya untuk menjadi True Immortal Dragon (ranah yang sama dengan True Immortal).


Berbeda dengan kultivator ras manusia yang perlu memiliki Dao Heart, Naga berbeda, mereka tidak harus memilih itu, jadi mereka hanya harus memenuhi dua persyaratan, yakni: Tubuh Abadi dan Jiwa Abadi.


Jadi ... dia hanya perlu melewati Kesengsaraan Petir ini.


Sementara itu di sisi lain, Jia'er dalam wujud Gadis Kecil tengah duduk di atas batang kayu yang patah, matanya terpejam dan bulu matanya bergetar secara perlahan.


Shuaaa ...


Matanya terbuka, di matanya seperti kristal menakjubkan yang indah, ketika dia membuka matanya, tampaknya ia sudah merasakan sesuatu yang aneh.


Duarrrr ...


Satu petir jatuh menimpanya dengan keras, membuat bulu badan peri kecil itu berdiri semuanya tapi dia hanya fokus untuk menyerap semuanya.


'Aku harus bertambah kuat! Agar dapat membalas semua yang diberikan oleh Kakak!' batin Jia'er.


Kesengsaraan Petir kedua kemudian menyambarnya kembali, namun Jia'er masih tetap di sana dengan nafas yang teratur dan pori-pori yang terus menerus menyerap kekuatan murni dari Kesengsaraan Petir.


Swuush.. Swuush..


Jeder!


Petir terus berjatuhan hingga akhirnya petir keenam berlalu dan hanya meninggalkan Jia'er yang rupawan dan cantik jelita.


Calamity Tribulation Lapisan 1!


Berhasil!


Jia'er segera meremas tinjunya dan merasakan kekuatan murni Yuan Qi yang mengalir di dalam dirinya.


"Aku berhasil!"

__ADS_1


[Bersambung!]


__ADS_2