
Wen Qi pun mengambil cincin ruang tersebut, dan memeriksa isinya menggunakan kesadaran spiritualnya, dan apa yang dia lihat cukup membuatnya tersenyum bahagia.
"100.000 Immortal Crystal!"
"Dengan ini aku akan bisa meningkatkan kekuatanku dengan cepat!" Wen Qi berseru dan memakai cincin tersebut ke jarinya.
Kini sudah tidak ada lagi hal yang tersisa, jadi Wen Qi pun memutuskan untuk berjalan pergi, menelusuri jalan labirin yang entah ke arah mana, hanya mengandalkan hatinya sebagai pembimbing.
Tepat setelah berjalan selama beberapa jam, akhirnya Wen Qi tiba-tiba merasakan keanehan di depannya, rupanya ada empat orang di sana!
Wen Qi tentu tidak panik, tapi dia tetap waspada.
Melihat Wen Qi yang tengah berjalan datang, salah seorang kultivator muda memegang kipas tangan, memandang rendah Wen Qi dan berkata, "Kita sudah menunggu selama ini, tapi yang datang hanya True Immortal Early Stage sepertinya!"
"Ughh, aku mengerti apa yang dimaksud anda, tuanku!" kultivator wanita mengenakan dress cukup terbuka, datang dan mendukungnya.
"Haruskah aku mengusirnya, tuan muda?" seorang yang lain, yaitu seorang lelaki paruh baya berkumis tebal, maju selangkah sambil memukul-mukul tinjunya.
Tuan muda itu mengangguk, dan berkata: "Bunuh saja sekali—"
"Biarkan dia ikut dengan kita ..." Seorang gadis muda berambut hitam menyanggah keputusan Tuan Muda tersebut, membuat orang-orang yang ada di tempat itu menoleh dan memandang gadis muda itu dengan tidak percaya.
"Saudari Qing Luo, aku tahu kita butuh bantuan, tapi apa yang True Immortal Early Stage sepertinya bisa lakukan?" ucap tuan muda tersebut.
Wanita itu, yang bukan lain dan bukan tidak adalah Bai Qing Luo, tetap kokoh dengan perkataannya, "Kenapa tidak kita coba saja?"
"Apa—"
"Aiyo, memangnya siapa yang ingin bergabung dengan kalian?"
Suara Wen Qi terdengar tepat ke telinga semuanya, membuat beberapa dari mereka menjadi berwajah suram.
"Anjing kampung, apa kau tidak diajarkan tata krama? aku adalah Lei Ying, Tuan Muda Sekte Dunia Kilat!" ungkap tuan muda tersebut dengan mata memelototi Wen Qi, berharap memberikannya sedikit tekanan.
Tapi sepertinya itu tidak berhasil, Wen Qi bahkan masih mempunyai waktu untuk mengupil hidungnya, seolah tekanan yang diberikan hanyalah angin sepoi-sepoi.
"Kau!!" Lei Ying semakin marah, dan hendak mengambil tindakan, tapi Bai Qing Luo menghentikannya.
"Tidak usah pedulikan apa yang diucapkan oleh saudara Lei." Bai Qing Luo maju selangkah ke depan, dan bertanya kepada Wen Qi, "Apa kau bisa membantu kami?"
"Hoh?" Wen Qi mengangkang alisnya, dan memegang dagunya, katanya: "Berikan alasan kenapa aku harus membantumu!"
__ADS_1
"Alasan katamu ..." Bai Qing Luo sedikit tak tertahankan juga, dan cukup kagum dengan keberanian Wen Qi ini.
'Kami semua adalah True Immortal Peak Stage, tapi dia tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, apa yang membuatnya begitu percaya diri seperti ini?' batin Bai Qing Luo.
"Sudah kuduga, dia ini hanya anak sombong!" Lei Ying menunjuk Wen Qi dengan tatapan tidak senang disertai iri hati, 'Kenapa Bai Qing Luo terlalu ramah dengan dia?!'
Mendengar ocehannya, Wen Qi sama sekali tidak peduli, matanya hanya menatap Bai Qing Luo untuk menunggu jawaban.
Bai Qing Luo terdiam dan termenung, setelah beberapa saat baru dia berkata, "Jika di dalam penghalang itu ada harta berharga, kau akan mendapatkan 20%!"
"Apa? 20%?" Bukan hanya Lei Ying yang terkejut, tapi bahkan kedua orang di sampingnya ikut tidak setuju.
Namun, perkataan Wen Qi yang selanjutnya membuat mereka semakin terkejut.
"20%? lupakan saja, aku tidak tertarik."
"!!!"
"Lalu berapa yang kau mau?" Bai Qing Luo bertanya dengan kening mengerut, dia merasa bahwa Wen Qi ini benar-benar memiliki nafsu makan yang besar.
"Bagaimana kalau begini, aku akan mengambil tiga benda berharga terlebih dahulu!" Wen Qi menawarkan.
"Ti-Tiga?" Bai Qing Luo tersedak di mulutnya.
"Baiklah ..." Bai Qing Luo berkata, membuat Lei Ying tersenyum bahagia, namun perkataan yang selanjutnya membuat senyumnya menghilang, "Kita sepakat!"
"Guhhhh~!!"
"Hehe, itu keputusan yang bagus!" Wen Qi tersenyum santai, berbeda dengan Lei Ying yang tengah memendam ketidaksukaan dalam hatinya.
"Tuan muda, aku punya rencana!" wanita penjilat di sebelahnya mencoba untuk merangkul lengah Lei Ying dan memasang tatapan genit.
"Rencana?"
* * *
Ajakan dari mereka pun diterima oleh Wen Qi, dan akhirnya semua orang di tempat itu berjalan ke tempat yang dimaksud.
"Jadi ini!" Wen Qi di bawah ke dalam Jalu labirin dan berhenti tepat karena di depannya adalah jalan buntu, tapi mata Wen Qi bukan mata amatir, dia bisa langsung mengetahui bahwa ini bukan tembok, melainkan adalah susunan (array) roh!
Ilusi?
__ADS_1
"Heh, matamu cukup bagus!" Bai Qing Luo memandang Wen Qi dengan kagum.
"Ckkk, itu pasti kebetulan saja!" sela Lei Ying, seraya mengibaskan tangannya yang penuh dengan Immortal Qi ke arah tembok di depannya.
Jreng!...
Sebuah rune susunan (array) roh langsung muncul di sana.
"Tuan muda Lei benar, dia bukan Master Array, jadi dia pasti hanya menebak saja!" Lelaki paruh baya bernama Rin Gong juga menyetujuinya.
"Yayaya, jadi apa yang harus kita lakukan?" Wen Qi bertanya..
"Hmm, sudah kuduga kau bukan Master Array!" Rin Gong tersenyum mengejek, sebelumnya dia masih berpikir bahwa Wen Qi mungkin Master Array, tapi melihat ketidaktahuannya, ia tidak lagi berharap.
Rin Gong lalu berkata, "Ini adalah susunan roh tipe ilusi, setelah aku amati beberapa saat yang lalu, aku juga menemukan cara membukanya!" Rin Gong lalu menunjuk ke arah array tersebut, "Masukkanlah Immortal Qi kalian masing-masing ke salah satu bulatan itu, dan harus seimbang, seirama, dan tidak boleh berhenti sampai berhasil!"
"Bagaimana jika tidak berhasil?" Bai Qing Luo bertanya.
"Emm, mungkin saja kita akan menerima serangan balik!" jawab Rin Gong.
Mendengar hal itu, seketika wajah semua orang menjadi serius dan menatap rune array di tempat mereka dengan cermat.
'Ini memang array penyembunyian yang baik ...' pikir Wen Qi.
"Baiklah, daripada berlama-lama lagi, sebaiknya kita mulai sekarang!" Lei Ying berkata dengan tidak sabaran.
"Enn!"
Setiap dan masing-masing berdiri sejajar di depan, dan dengan aba-aba dari Rin Gong, semua orang langsung mengaliri Immortal Qi ke atasnya.
Swoosh!...
Ketika Immortal Qi kelimanya masuk ke dalam tempat yang sudah dikatakan, segera semua Immortal Qi mengalir melalui rune array dan membuatnya bersinar berwarna ungu cerah.
"Lagi!"
"Ya!"
Semua orang dengan cepat memacu immortal Qi di dalam diri masing-masing dan mengalirinya ke atas susunan roh tersebut. Pada awalnya memang tidak ada nampak perubahan, namun dengan berlalunya waktu, susunan array tersebut mulai bersinar semakin cerah dan bergetar cukup kuat, bahkan dinding-dinding dan langit-langit juga bergetar karenanya.
Krak!...
__ADS_1
[Bersambung!]