
Pagi hari, di atas ranjang, Wen Qi yang selama ini tidur akhirnya perlahan membuka kelopak matanya dan bangkit untuk duduk.
Baru kemudian ia melihat Sheng Yun sedang berjalan masuk dari luar sehabis mandi, kulitnya yang putih pucat terlihat mempesona, membuat siapapun ingin membuka kain handuk yang menutupi tubuh indah tersebut.
"Kau sudah bangun." Sheng Yun melihat ke arah Wen Qi dengan tatapan cukup dingin.
"Yahh, benar-benar memuaskan untuk dua hari ini," Wen Qi berkata sambil menguap. Ia juga langsung bangkit berdiri dan berjalan pergi mendekat ke arah Sheng Yun.
"Apa yang ingin—!"
Sheng Yun awalnya berpikir Wen Qi ingin melakukan hal lain, namun rupanya setelah sampai di samping Sheng Yun, tangan Wen Qi hanya melepaskan handuk di tubuhnya dan berjalan pergi.
"Aku ingin membersihkan tubuh juga, di bagian mana kamar mandinya?"
"Guhhh ..." Sheng Yun dengan kesal menjawab, "Sebelah kanan!"
"Baiklah ..." Wen Qi berjalan keluar dan pergi ke arah kanan.
"Huhhh, sekarang aku benar-benar sudah hancur, kesucianku juga sudah direnggut, aku benar-benar sudah tidak layak untuk Chi Tang ..." gumam Sheng Yun.
Chi Tang adalah minat cintanya, keduanya nampaknya saling suka sama lain, namun belum sampai di tingkat 'itu', Sheng Yun sebelumnya sempat berpikir untuk memberikan kesuciannya setelah Chi Tang mencapai ranah Immortal King Perfection Stage, tapi sayang sekali ... Wen Qi sudah lebih dulu mengambilnya.
[Netori Moment]
***
Setelah selesai membersihkan diri hingga sepenuhnya bersih, Wen Qi akhirnya kembali ke kamar mereka berdua. Setibanya di sana, ia sudah melihat Sheng Yun sedang duduk di kursi yang menyampingi jendela kamar.
"Ughhh, air di tempat ini sedikit dingin," keluh Wen Qi sambil membersihkan rambutnya yang masih basah.
"Seharusnya kau tidak tinggal di sini kalau begitu," kata Sheng Yun dengan nada dan maksud yang menyinggung.
"Hehe, aku tidak sebodoh itu." Wen Qi melepaskan handuknya di sana, dan membuat wajah wanita itu merah seketika, memikirkan benda tumpul sepanjang 30 sentimeter itu masuk ke dalamnya, ia benar-benar merinding.
"Hmm ..." Wen Qi tidak terlalu mempedulikan tatapan pihak lain, ia langsung cepat-cepat mengeluarkan satu set pakaian baru dan mengenakannya pada tubuhnya.
"Baiklah, ayo kita bicarakan sesuatu." Wen Qi melangkahkan kakinya, dan duduk di salah satu kursi yang menghadap Sheng Yun.
"Berikan cincin ruang milikmu!" titah Wen Qi.
__ADS_1
"Kau masih ingin merampok—!"
"Berhenti memanggilku 'Kau', aku juga punya nama, namun karena kau budak, panggillah aku dengan sebutan yang bagus sedikit!" potong Wen Qi.
"Ughh ..." Sheng Yun langsung terdiam, dan tidak bisa membantah apapun, karena jika ia bantah, maka tidak akan ada akhir yang baik. Jadi setelah terdiam sejenak, Sheng Yun pun mengucapkan sesuatu.
"Tuan ..."
"Itu lebih bagus, cepat berikan aku cincin ruang milikmu!" titah Wen Qi.
"Tapi Tuan ..." Sheng Yun terlihat sangat enggan, namun dia sendiri akhirnya menggigit bibir bawahnya, dan melepaskan cincin ruang miliknya untuk diberikan kepada Wen Qi.
"Hmm, pelayan yang baik!" Wen Qi menerima cincin ruang itu dan langsung memasukkan kesadaran spiritual miliknya ke dalamnya.
Wen Qi akhirnya memasang tatapan sedikit terkejut, dan mengeluarkan semua isi cincin ruang tersebut ke atas lantai.
Swuush.. Swuush.. Swuush..
Satu per satu benda-benda berharga dikeluarkan secara tertata rapi, hingga akhirnya yang terakhir ikut keluar.
"Kau mempunyai banyak hal bagus." Wen Qi mengangguk penuh semangat.
Tangan Wen Qi mengambil salah satunya, dan menuangkan isinya ke atas telapak tangannya.
Segera sebuah pil merah tua dengan corak kuning menggelinding keluar, membawa aura yang panas dan penuh semangat.
"Ini Pil Fire Cloud yah ..."
Wen Qi sudah mendengar kalau setiap orang di Azure Holy Land mempraktekkan sebuah teknik atribut api bernama Flame Body, dan sepertinya Pil ini adalah sumber daya utama untuk peningkatan atribut api dalam tubuh.
'Ini juga akan berguna untuk meningkatkan kekuatan [Immortal Body: Azure King] milikku!' batin Wen Qi bersemangat.
"Aku ambil semua Pil Fire Cloud ini!" ungkap Wen Qi, dia menatap wajah Sheng Yun untuk melihat apakah pihak lain keberatan atau tidak.
Tapi Sheng Yun hanya bisa menggigit bibir bawahnya, dan mengangguk. Lagipula bahwa tanpa izinnya, Wen Qi bisa mendapatkan semua yang ia mau tentang miliknya.
"Gadis baik, aku akan memberimu ice cream edisi terbatas!"
***Skip***
__ADS_1
"Uhmmm ... uahhh ..."
Sheng Yun bangkit berdiri dari hadapan Wen Qi yang sedang duduk di kursi, dirinya berusaha untuk menelan Cairan Santan pemberian Wen Qi, tapi wajahnya sedikit tertekan karena rasanya agak asin dan berlendir.
'Aku tidak menyangka aku benar-benar menelannya!' batin Sheng Yun.
*Toktoktoktok*
"Hmm, ada orang datang?" Wen Qi bangkit berdiri dan membetulkan pakaiannya sendiri.
"Aku akan memeriksanya, Tuan!" kata Sheng Yun dan langsung berbalik untuk pergi.
"Aku juga ikut!" Wen Qi merasa bahwa seseorang yang ditemui ini pastilah bukan orang biasa, jadi dia sedikit tertarik.
"Hmm, baiklah ..."
Keduanya pada akhirnya berjalan turun bersama-sama, dan Sheng Yun yang membuka pintu. "Siapa yang datang?".
Tepat ketika membuka pintunya, tubuh Sheng Yun langsung mematung di sana, dan pandangannya jatuh pada pemuda tampan berambut merah tua di hadapannya.
"Ju-Junior Chi Tang ..." Sheng Yun berkata dengan terbata-bata.
Sebenarnya pemuda di depannya adalah Chi Tang, sang murid Akademi Emas-Pintu Luar peringkat 1 dalam daftar urutan terkuat! Sekaligus juga adalah orang yang disukai oleh Sheng Yun.
"Senior!" Chi Tang menyahut dengan senyum bahagia, tapi selanjutnya senyumnya langsung memudar ketika melihat ada seorang laki-laki tepat di belakang Sheng Yun.
"Siapa kau?!" kata Chi Tang dengan nada yang dalam.
"Ehem ..." Wen Qi terbatuk dua kali, lalu dirinya datang ke samping Sheng Yun dan merangkul pinggang Sheng Yun, "Aku Wen Qi, kebetulan aku seorang Pencuri!"
Dupdup!*
Tepat saat itu detak jantung Chi Tang berdetak dua kali lebih kuat, pernyataan dan apa yang dilakukan oleh Wen Qi ini benar-benar seperti merusak akal sehatnya, dan membuat hatinya benar-benar terluka.
"Senior, aku sudah berusaha sampai sekuat ini, rupanya kau mengkhianatiku!" teriak Chi Tang dengan wajah tersakiti, "Aku sudah menerobos Immortal King Perfection Stage, loh!"
Chi Tang membocorkan langsung aura kematian ke sebelah yang diliputi oleh aura Immortal King Perfection Stage miliknya yang kuat.
"Chi Tang, tenanglah!" Sheng Yun berteriak dengan wajah agak pucat. Dirinya saat ini masihlah terluka, dan bukan hal baik untuk memulai pertarungan ... terlebih lagi dia takut, takut akan membunuhnya!
__ADS_1
[Bersambung!]