
"Tentu saja!" Wanita itu menegaskan ulang agar Wen Qi benar-benar percaya sepenuhnya kepadanya.
Wen Qi sudah tak peduli lagi pada surat undangan Akademi Emas - Pintu Dalam yang diberikan tempo hari, jadi ia langsung membetulkan pakaiannya dan berjalan keluar dari rumahnya.
"Apa kita bisa berangkat sekarang?"
"Eh? baiklah ..." Wanita itu sedikit heran dengan perubahan sikap Wen Qi yang tiba-tiba, namun itu bukan urusannya, lagipula ia hanya melakukan seperti yang dikatakan oleh Masternya.
"Baiklah, ayo!"
Keduanya langsung terbang pergi secara perlahan, agar ada waktu untuk memulai obrolan.
"Aku mendengar kau membunuh Pemimpin Akademi Emas - Pintu Luar, apa itu benar?" tanya wanita itu, karena alasan ini juga Masternya begitu tertarik untuk menarik Wen Qi ke Akademi Bumi.
"Saudari sudah mengetahuinya, bukankah itu sudah jelas?" balas Wen Qi dengan senyum masam.
"... Kau ada benarnya." Dia mengangguk, kenapa juga menanyakan sesuatu yang sudah jelas? ia menyesal sudah bertanya itu kepada Wen Qi.
Dia akhirnya memikirkan hal lain untuk dibicarakan.
"Aku belum sempat memperkenalkan namaku sebelumnya, aku adalah Yu Lin! Aku seorang Immortal King Perfection Stage, dan mendapatkan bimbingan langsung dari Pemimpin Akademi Bumi ... Master Qian Mei!"
"Jadi Saudari Yu!" Wen Qi mengangguk dengan raut wajah tersenyum untuk menjaga kepura-puraannya.
"Saudara Wen! aku mendengar bahwa kau baru bergabung dengan Azure Holy Land ..."
'Hmm ...' Wen Qi sedikit menyipit, 'Informasi berjalan dengan sangat cepat, bahkan mereka mengetahui itu.'
"Memang benar, aku baru bergabung dengan Azure Holy Land!" ungkap Wen Qi, karena tidak ada gunanya juga menyembunyikannya.
"Jadi begitu, dari mana Saudara Wen sebelum ke sini?" Yu Lin bertanya dengan nada pensaran.
'Sial, apa wanita ini ingin menginterogasiku?' Wen Qi berdecak kesal.
"Ehem, kenapa Saudari menanyakan hal ini?" Wen Qi bertanya.
Yu Lin sepertinya paham dengan kesalahpahaman Wen Qi. "Tidak banyak ... selama masa hidupku aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkultivasi di Holy Land, sehingga tidak punya waktu untuk menjelajahi dunia luar, jadi aku tertarik menanyakannya padamu!"
'Hmm, jadi begitu!'
"Ahhh, aku berasal dari ..."
__ADS_1
'Benar, dari mana? tidak mungkin aku akan berkata berasal dari Alam Abadi Bumi!'
Pada satu detik itu Wen Qi mengerahkan seluruh sistem kerja otaknya dan memikirkan jawaban yang bagus.
"Aku berasal dari wilayah pelosok Domain Azure, di sebuah kota kecil bernama Kai You!" jawab Wen Qi dengan nada santai agar pihak lain tidak menaruh curiga padanya.
"Heh ... jadi begitu!" Yu Lin mengangguk paham.
Keduanya akhirnya berbincang-bincang tentang hal-hal sederhana sebelum akhirnya tiba di sebuah pegunungan sebelah barat yang sangat luas dan besar.
Tinggi pegunungan itu adalah 100 km.
Di bagian terbawah terdapat bangunan berwarna serba kuning, merupakan Akademi Kuning.
Di pertengahan terdapat pula Akademi Bumi dengan warna bangunan serba coklat.
Lalu paling atas ... itu tidak kelihatan karena tertutup oleh awan tebal abadi yang sepertinya tidak akan menghilang sampai kapanpun itu.
Keduanya terbang lebih pelan lagi, lalu mendarat langsung di bagian teratas Akademi Bumi, di depan sebuah rumah indah yang cukup megah.
"Master!" Yu Lin sedikit berteriak.
"Sabar!" Suara balasan terdengar dari dalam, lalu seorang wanita seksi bertubuh montok membuka pintu rumah tersebut dari dalam.
"Master!" sahut Yu Lin.
"Yu Lin?" Wanita itu menengok pula ke arah Wen Qi, "Kau Wen Qi?"
Wen Qi maju satu langkah dan menangkupkan tinjunya. "Senior, nama junior memang adalah Wen Qi!"
"Kau cukup sopan." Wanita itu mengangguk cukup puas.
"Ayo kita masuk." Wanita itu melirik pula ke arah Wen Qi, "Kau juga!"
"Enn!"
Ketiganya akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah kecil namun megah itu, setelah masuk ke dalamnya Wen Qi dapat melihat berbagai perabotan dan hiasan-hiasan berkilauan di dinding-dinding rumah yang memperindah ruangan rumah ini.
Keduanya akhirnya diajak ke dalam ruang tamu dan duduk di masing-masing tempat, sementara Qian Mei duduk berhadapan sejajar dengan Wen Qi sambil memangku kakinya, menunjukkan paha putih mulus tanpa lecet itu.
"Master, aku akan pergi, aku masih ada urusan lain!" kata Yu Lin sebelum akhirnya bangkit berdiri lagi dan berjalan ke arah luar.
__ADS_1
"Wen Qi." Qian Mei tiba-tiba memandangnya. "Seharusnya Yu Lin sudah memperkenalkan diriku kepadamu, kan? Aku adalah Qian Mei, pemimpin Akademi Bumi ini!"
Wen Qi mengangguk mengerti. Setelah beberapa percakapan lagi, Qian Mei tiba-tiba mengatakan tujuannya.
"Aku melihat bahwa kau benar-benar sangat berbakat! Bahkan dapat membunuh Lelaki Tua itu dengan kejam ..." Imbuhnya, "Karena itu aku ingin kau mengikuti kompetisi antar Akademi Bumi, Akademi Emas, Akademi Bintang, dan Akademi Menengah!"
Semuanya merupakan akademi yang mengolah murid ramah Immortal King Stage!
"Kompetisi yah ..." Wen Qi memegangi dagunya. "Senior sampai menawarkan 400.000 Immortal Crystal seperti yang diberitahukan oleh Yu Lin, apakah ada lawan kuat di kompetisi ini?"
Qian Mei berkata dengan nada yang dalam, "Ya! Ia adalah anak dari Master Sekte! Namanya adalah Yun Mao!"
Tepat setelah mendengarkan nama itu, Wen Qi sedikit melebarkan matanya.
"Dia juga hanya seorang Immortal King Middle Stage sepertimu. Tapi dia bisa membunuh Immortal King Perfection Stage dengan cukup mudah!" ungkap Qian Mei.
"Apa kau ingin mengikuti kompetisi ini? jika kau menolak, maka itu tidak apa-apa ..."
"Kapan kompetisi ini akan diadakan?" Wen Qi bertanya dengan telapak tangan yang mengepal.
"Hoh?" Qian Mei menaikkan alisnya, ia melirik tangan Wen Qi yang mengepal, dan paham sepertinya Wen Qi sedang kesal.
"Itu akan diadakan setahun dari sekarang!" jelas Qian Mei.
"Setahun dari sekarang ..." Wen Qi bergumam, "Aku baru saja menerobos Immortal King Middle Stage, butuh beberapa minggu untuk mengkonsolidasikan ranahku."
"Kau sepertinya tertarik dengan penawaranku ini." Qian Mei tersenyum lebar, "Wen Qi, bisakah kita sedikit bermain? aku tahu sejak tadi kau selalu menatap pahaku ..."
***
[Bonus buat MC]
***
Setelah satu jam berlalu, Wen Qi berjalan keluar dari rumah itu dengan wajah cukup cerah.
Sementara di dalam kamar rumah tersebut, Qian Mei berbaring dengan wajah lelah dan bercak cairan di mana-mana.
"Pemuda itu lebih tampan dan lebih ahli gerakannya daripada suamiku, ahh ... aku sudah puluhan kali dibuat keluar, aku tidak akan mencoba bermain dengannya lagi, atau aku akan dibuat malu seperti ini."
[Bersambung!]
__ADS_1
Aneh yah? tapi itu faktanya yang biasa terjadi di kisah zaman kuno, NTR sering terjadi di mana-mana.