
Sheesh ...
Wen Qi juga mengeluarkan pedangnya, bukan Pedang Penakluk, melainkan pedang tingkat Immortal Venerable Early Stage yang diberikan (direbut) oleh Sheng Yun.
"Hmm ..." Yun Mao sedikit tertegun sejenak, tidak menduga Wen Qi juga memiliki harta karun seperti itu.
Sebelum ke sini dia juga sudah mengirim beberapa informan yang memata-matai informasi tentang Wen Qi.
Dari semua itu dia mengetahui bahwa Wen Qi hanya kultivator lepas yang baru-baru ini mendaftar, tidak ada latar istimewa yang dimiliki oleh Wen Qi.
'Wajar bagiku memiliki Pedang Tingkat Immortal Venerable, karena aku anak dari Holy Master (Master Sekte) di sini, tapi dia?' Yun Mao memberikan tatapan jijik.
"Manusia malang mana lagi yang menjadi korbanmu? miskin!" Yun Mao terus menyatir Wen Qi, baginya ini adalah kesempatan untuk melepaskan semua unek-uneknya yang sudah ia pendam sangat lama.
"Kau terlalu banyak omong kosong, bagaimana mungkin raja ini mencuri barang orang lain?" Wen Qi tersenyum mengejek.
Yun Mao hanya menggelengkan kepalanya. "Kau tetap seorang bajingan!"
"Dan kau tetap seorang bodoh!" balas Wen Qi.
"Kau ..." Yun Mao menjadi kesal dan kemudian keduanya saling melemparkan ejekan satu sama lain hingga membuat para penonton kebingungan.
"Apa yang mereka lakukan?"
"Keduanya seperti kucing orange dan kucing hitam."
"Hukum Satir mereka sudah berada di tingkat tertinggi!"
"Hei, mana ada Hukum satir!"
Tepat ketika orang-orang sedang sibuk membicarakan keduanya, tiba-tiba saja Yun Mao mengeluarkan suatu perkataan yang membuat wajah Wen Qi membeku.
"Kau hanya pengecut, pecundang, jika aku saat itu tidak dilukai oleh 7 sampah itu, mungkin aku bisa dengan mudah membunuhmu!"
"Yun Mao!" Wen Qi melonjakkan auranya hingga seperti api unggun yang menyala-nyala. "Mereka bukan sampah!"
Yang dimaksud oleh Yun Mao jelas adalah 7 Tangan Dewa, atau 7 bawahan terkuat dari Wen Qi di kehidupan sebelumnya.
Entah kenapa ketika menyinggung hal itu Wen Qi tiba-tiba menjadi kesal.
"Heh? ini tidak seperti dirimu saja, Scammer ..." Yun Mao tersenyum jahat. "Apakah karena wanita itu? aku ingat ada seorang wanita cantik di antara ketujuhnya, mungkinkah kau ... hahahaha!"
Wen Qi tersinggung, ia langsung semakin menggenggam erat pedangnya dan menyelimutinya dengan Api Merah Tua nya.
"Hoh? Legendary Immortal Body Type Api yah ... yah, itu wajah untuk orang seperti kita miliki." Yun Mao tidak terkejut, sebaliknya ia bertambah bersemangat.
"Tanpa Tubuh Yin-Yang sialan itu, kau hanya serangga di hadapanku!"
Bufffttt!
__ADS_1
Yun Mao juga melepaskan lonjakan auranya, dan menghunuskan pedangnya ke samping.
Kini keduanya sudah melepaskan beberapa persen kekuatan mereka, dan itu sudah membuat udara seperti mengental dan langit menjadi gelap.
Swoosh!
Dalam hitungan kurang dari satu detik keduanya sudah melesat dan bertemu satu sama lain.
Ting!
"Lumayan!" Yun Mao tersenyum.
"Hmph!" Wen Qi mendengus dan membuka jarak lagi lalu menyerang sekali lagi.
Tring!
Gerakan pedang mereka diselimuti oleh Hukum Pedang Bintang 4, kuat dan mematikan, membuat gerakan mereka lebih fleksibel dan menghasilkan tebasan yang cepat.
'Masih kurang!' pikir keduanya.
Swoosh!
Hukum Pedang Bintang 5 dikerahkan, kali ini setiap kali benturan pedang yang terjadi benar-benar mematikan dan berdenging di telinga setiap orang yang menyaksikan.
"Haaaaaa ..."
"Haaaaaa ..."
Ting!
"Bola Lima Elemen!"
Segera muncul lima bola energi dari Api, Air, Tanah, Emas, dan Kayu yang langsung dikirimkan kepada Wen Qi oleh Yun Mao.
"Wen Qi!" Yu Lin berteriak dengan terkejut, tapi semuanya sudah terlambat.
Boom Boom!
Tempat Wen Qi berada dibombardir oleh serangan-serangan itu dan mengendapkan debu ke langit, sementara tatapan semua orang menjadi tercengang.
"Serangan semacam itu ... aku khawatir tidak ada Immortal King yang dapat bertahan ..."
"Dia pasti sudah mati!"
"Yah, sangat disesalkan, padahal kelihatannya ia cukup berbakat."
"Siapa bilang aku mati?!" teriakan Wen Qi terdengar dari dalam kabut debu, tak lama setelah debu-debu itu mulai menghilang, terlihat Wen Qi yang sedang menahan lima serangan barusan dengan kedua tangannya yang sudah menciptakan sebuah pelindung berwarna hitam dan putih (Yin-Yang).
Bukan hanya menahan, bahkan setelahnya Wen Qi berhasil memantulkannya kembali sehingga serangan-serangan itu kembali kepada Yun Mao.
__ADS_1
"Cihhh, sudah kuduga!" Yun Mao berdecak kesal sebelum akhirnya mengambil ancang-ancang untuk menebas lima serangan yang sedang datang.
"Tebasan kilat!"
Tubuh Yun Mao sedikit ditundukkan ke bawah, tepat ketika ia mengucapkan nama tekniknya, ia langsung meloncat dengan kecepatan cahaya ke arah bola-bola energi yang datang dan melakukan serangan zig-zag.
Sing Sing Sing Sing Sing!
Bahkan sebelum seseorang bisa sadar, bola-bola elemen barusan itu sudah menghilang menjadi bintik-bintik cahaya.
Cepat!
Hanya itu yang ada di benak semua orang.
"Wen Qi, ayo serius, aku masih punya banyak urusan untuk dilakukan!" kata Yun Mao dengan nada remeh.
'Ughh, sangat mengesalkan melawan pengguna Hukum Yin-Yang sepertinya ketika diriku adalah seorang pengguna Lima Elemen!' batin Yun Mao.
Dalam konsep lima elemen, selalu ada lawan yang sebanding di antara elemen-elemen itu, seperti air dan api, api dan tanah, dan seterusnya.
Tapi, jika ditelusuri lebih jauh, ada juga elemen yang mampu menyeimbangkan segalanya.
Itu adalah gabungan Elemen Yin dan Elemen Yang.
Dan yah, meski sekarang Wen Qi sudah tidak memiliki [Immortal Body: Yin-Yang] tapi ia masih menguasai Hukum Yin dan Hukum Yang, hal inilah yang membuatnya dapat menggunakan kedua elemen itu, meski tidak sekuat ketika menggunakan [Immortal Body: Yin-Yang].
"Merepotkan!" gumam Yun Mao.
Wen Qi juga menatapnya, ia mengangguk. "Aku khawatir kau akan cepat mati jika aku mengeluarkan semuanya."
"Kau mencobanya!"
"..."
Wen Qi menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya. "Baiklah, jika itu yang kau mau."
"Asura King!"
Setelah Wen Qi melantunkan perkataan itu, seketika tubuhnya sedikit membengkak dan pakaiannya robek sepenuhnya, lalu dari kiri dan kanannya, tumbuh empat tangan yang terlihat mematikan.
Bukan hanya sampai di situ saja, tapi juga muncul tiga wajah lainnya di kepala Wen Qi, kiri kanan dan belakang, sekarang ia benar-benar terlihat seperti seorang Asura.
Pada setiap tangan yang muncul itu memegang Hukum-Hukum yang dikuasai oleh Wen Qi.
Tombak dan panah pada dua tangan, lalu dua tangan terakhir memegang cahaya putih dan cahaya hitam yang merupakan perwujudan dari Hukum Yin dan Hukum Yang.
Setelah perubahan barusan juga warna matanya berubah menjadi merah darah dan terlihat kejam, serta muncul mata ketiga di kepalanya yang berwarna sangat hitam.
"Iblis!"
__ADS_1
[Bersambung!]