
Suara retakan terdengar di labirin yang awalnya agak sunyi ini, seperti suara seseorang yang mematahkan biskuit.
Hal ini tentu membuat semua orang sejenak terfokus pada susunan roh di depan mereka.
Krak!...
Rune array roh yang tampak indah dan bergemilang itu secara perlahan-lahan mulai memudar dan menghilang dari bagian tengah, lalu terus mulai menghilang juga ke seluruh bagian.
Tik!...
Seketika semua gempa berhenti bergerak, dan tembok yang selama ini ada di depan mereka mulai memudar secara perlahan, seperti kabut!
"Hahaha, akhirnya terbuka!" Lei Ying tersenyum bahagia dan masuk ke dalamnya, diikuti oleh mereka yang lain.
Tap Tap Tap...!!
"Woahhhh~!!"
Tepat ketika semuanya telah tiba di dalam, apa yang mereka lihat adalah setumpuk benda berkilauan yang ditumpuk di sana, serta terdapat beberapa kotak misterius, entah apa itu.
"Ehem, seperti ucapan sebelumnya, aku akan mengambil tiga barang terlebih dahulu!" Wen Qi maju beberapa langka kaki ke depan.
"Ughh!" Lei Ying yang gembira langsung suram kembali. "Ambillah dan cepat pergi!"
"Hehe, maka terima kasih!"
Di bawah tatapan semua orang, Wen Qi pun memeriksa satu persatu benda-benda di sana, bahkan semua kotak pun dia periksa.
Klak!...
Wen Qi membuka salah satu peti harta karun yang cukup besar, dengan harapan ada senjata atau apapun itu.
"Ini ..." Wen Qi sedikit menaikkan alisnya.
"Telur Naga!"
Baik itu Lei Ying, Rin Gong, dan lainnya, semua orang menatap dengan pandangan tercengang.
"Telur Naga itu milikku!" teriak Lei Ying.
"Heh? bukankah kesepakatannya tidak seperti ini?" Wen Qi menoleh dengan senyum sinis, "Apakah Tuan Muda Lei ingin menindas yang lemah?"
"Ughh, kau ..." Lei Ying semakin marah, namun dia ingat jika ada Bai Qing Luo di sini, jadi ia harus tetap menjaga wibawa sebagai Tuan Muda Sekte.
"Hmph! Ambillah, lagipula benda itu tidak akan bisa ditetaskan olehmu! kalaupun bisa, kau tidak mungkin dapat membesarkannya!"
"Hoho, lihat saja nanti, aku khawatir dia akan cepat berkembang biak dan ingin bermain api di Sekte Tuan Muda Lei!"
"Apa kau mengancamku?!"
__ADS_1
"Tidak-Tidak, aku hanya berbicara sendiri!" Wen Qi berbalik fokus kepada Telur Naga di hadapannya.
'Memang benar membesarkan seekor naga itu sulit, sulit? yah, itu hanya bagi mereka, membesarkan naga itu mudah!' Wen Qi tersenyum jahat dalam hatinya, dan segera ia mengambil Telur Naga itu dengan kedua tangannya dan melihat-lihat.
'Masih baik!'
Wen Qi pun menaruhnya ke dalam peti seukuran 40×40 cm itu, lalu memasukkannya ke dalam cincin ruangnya.
"Baiklah, apa lagi ..." Wen Qi melihat ke sekitar secara hati-hati, hingga akhirnya ia melihat sebuah kotak kristal yang menarik perhatiannya.
'Kuharap tidak mengecewakan!' Wen Qi membuka kotak tersebut secara perlahan, namun baru saja membukanya, tiba-tiba ada sesuatu yang melesat keluar dengan cepat.
Shap!...
Tangan Wen Qi bergerak cepat dan langsung menangkap hal yang terbang itu.
Buah!
Buah bisa terbang?
"Itu buah yang sudah punya sedikit kesadaran!" seru Lei Ying dengan tatapan semakin iri hati.
"Hahaha, benar-benar beruntung!" Wen Qi tersenyum dan mendekatkan buah berwarna orange itu ke depan pandangannya.
'Flame Spirit Fruit!' ucap Wen Qi dalam hati, 'Dan sudah punya sedikit kesadaran! ini pasti sudah ada sejak lama!'
'Buah ini juga berguna untuk [Immortal Body: Azure King]!'
Sebuah giok ... berukir naga ...
Wen Qi mencoba untuk menyelidikinya tapi dia masih tidak tahu apa giok ini.
'Entah kenapa perasaanku memberitahuku ini benda yang berguna ...' Wen Qi menatap giok tersebut dengan serius, lalu setelah ragu-ragu sejenak, Wen Qi pun mengambil dan menyimpannya.
'Baiklah, kurasa ini saja, lagipula aku sudah memeriksa semua benda, meski itu cukup menarik minatku, tapi mereka tidak terlalu berguna.'
Tapi tentu saja ...
"Semua benda di dalam ruangan ini adalah milikku!" ungkap Wen Qi secara terang-terangan, seolah mengaku jika dirinya adalah seorang "Pencuri".
"!!!"
"Bajingan, apa kau mencoba memonopoli semuanya?!" Lei Ying berteriak dengan nada kesal.
"Hahahaha!" Wen Qi tertawa terbahak-bahak, "Apa yang aku inginkan, maka akan aku usahakan untuk mendapatkannya! jika kau ingin bertarung, maka majulah!"
"Ckk, kau akhirnya menunjukkan jati dirimu!" Lei Ying langsung mengeluarkan tombak di tangan kirinya, namun dihentikan oleh wanita di sebelahnya.
"Tuan muda Lei, biarkan aku saja yang membunuh pemuda ini!"
__ADS_1
"Hoh? sangat percaya diri, datanglah!" Wen Qi tersenyum menantang.
"Cihhh, True Immortal Early Stage, tapi bertingkah seperti Great Immortal!" Wanita itu langsung berlari maju dengan cambuk di tangannya yang dia gunakan sebagai senjata untuk melawan Wen Qi.
"Matilah!" Wanita itu mencambuk secara horizontal dari arah kiri leher Wen Qi, berharap untuk langsung memutuskan lehernya, tapi semuanya tidak sejalan dengan yang ia harapkan.
Tuppp...
Dengan mudah Wen Qi menahan cambuk itu dengan tangannya sebelum dapat mengenai lehernya, lalu menariknya ke depan sehingga wanita itu kehilangan kontrol dan ikut tertarik ke arahnya.
"Jangan menyinggungku lagi di kehidupanmu yang berikutnya, dasar bodoh!" Wen Qi mengepalkan tinjunya yang berapi-api dan meninjunya tepat di perut wanita tersebut.
BAAAMMMM~
Krakkk~
"Uaaakkkkk~!!"
Seperti layangan putus, wanita itu langsung terlempar kembali ke depan kaki Lei Ying dengan mulut bersimbah darah, dan badan lemas.
Mati!
Satu pukulan!
Wajah semua orang di tempat itu mengeras dan mengental, tidak tahu harus berkata apa atas kejadian yang baru saja terjadi ini.
Seberapa kuat Wen Qi? sampai-sampai membunuh seorang True Immortal Peak Stage dengan sekali pukulan!?
Hal seperti ini hanya bisa dilakukan oleh Great Immortal Stage saja!
'Sial, bagaimana bisa seperti ini, padahal tadi aku berencana untuk merampoknya ketika sudah keluar dari sini, kenapa dia malah sekuat ini?!' Lei Ying menjadi ketakutan dalam hatinya.
"Tuan, tolong lepaskan aku, aku tadi dipaksa oleh Lei Ying!" Rin Gong langsung membungkuk dengan senyum gugup, berharap mendapatkan kemudahan dari Wen Qi.
"Kau, dasar pengkhianat!" Lei Ying menatap dengan wajah penuh amarah.
Tapi Wen Qi tetap tersenyum ramah. "Ho'oh, pergilah, tapi tinggalkan cincin ruang kalian terlebih dahulu!"
"Ci-Cincin ruang kami?" Lei Ying dan Rin Gong terkejut, tapi keduanya lebih takut dengan kekuatan Wen Qi.
"Saudara ini, apakah kau merampok kami, bukankah tanpa kami kau tidak akan bisa masuk ke tempat ini?" Bai Qing Luo berkata dengan wajah tidak puas.
"Lalu?" Wen Qi tidak peduli.
"Ughh, kau ..."
Wen Qi mengangkat hidungnya ke atas, "Pokoknya harta atau nyawa, pilihlah sendiri!"
Ia benar-benar berlagak selayaknya seorang perampok profesional, seolah semuanya ada di dalam kendali tangannya sendiri.
__ADS_1
[Bersambung!]