
"Kau bukan lawan yang mudah!" Sheng Yun mencoba untuk mengerahkan kesadaran spiritual supaya mengeluarkan senjatanya dari dalam cincin penyimpanan, tapi dia tiba-tiba merasakan kesakitan yang menyiksa dalam jiwanya lagi.
"Sial, ini terlalu sakit!" Sheng Yun berdecak kesal, dan sudah tidak ada waktu lagi, karena tepat setelah dia selesai berbicara, Wen Qi telah muncul di depannya dengan pedang penakluk yang sudah diperkuat hingga lima kali lipat kekuatannya.
Boom!
Sheng Yun terpental jauh ke belakang, bahkan pelindung yang baru ia ciptakan sesaat sebelum Wen Qi menyerang ikut dihancurkan dibawah kemampuan melipat gandakan kekuatan lima kali lipat.
Boom!
Tubuh tingkat Immortal Venerablenya menabrak dinding dan membuatnya sedikit hancur dan debu mengepul, namun belum berselang lama berbagai bola api sudah melesat keluar dari dalam debu yang mengepul itu untuk mematikan Wen Qi.
Swoosh... Swoosh... Swoosh...
Wen Qi menghindar dengan lincah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dikarenakan dia adalah pengendali Istana Emas Langit, dia bisa pergi ke mana saja yang dia mau selama berada di dalam Istana Emas Langit ini.
Tepat ketika ia berhasil menghindari salah satu bola api, bola api itu tiba-tiba meletup dan memunculkan Sheng Yun yang langsung meninju ke arah Wen Qi.
'Teknik Perubahan!' Wen Qi memuji wanita ini dengan teknik uniknya itu, cepat-cepat dia salto ke belakang sehingga tinju Sheng Yun hanya menghancurkan lantai di bawah tempatnya berada sebelumnya hingga membuat cukup retakan di sana.
"Ckkk, kau benar-benar bukan kultivator biasa, mungkinkah kau mantan Immortal Venerable juga?" Sheng Yun bertanya dengan raut wajah kurang yakin, "Dan apakah itu Pedang Penakluk yang legendaris?"
"Tidak perlu bertanya, ayo selesaikan ini saja!" balas Wen Qi, langsung meluncur ke depan lagi dan lanjut bertarung dengan Sheng Yun.
Ia bahkan terpaksa mengeluarkan lagi kekuatan [Immortal Body: Azure King] untuk melakukan segalanya, demi bertarung dengan Sheng Yun.
Pertarungan itu terus berlanjut sangat lama, bahkan sudah ribuan tembok yang mereka hancurkan akibat dampak pertarungan, namun semua itu belum usai dikarenakan keduanya sampai saat ini masih beradu kekuatan.
Hingga ketika satu bulan sudah berlalu, pertarungan mereka benar-benar sudah sampai pada puncaknya.
Baju dan celana Wen Qi benar-benar sudah acak-acakan, dan disekujur tubuhnya terdapat luka-luka yang mematikan, namun untunglah ada [Physicue Scripture] yang selalu meregenerasi tubuh dagingnya berulang-ulang.
Sementara itu, Sheng Yun bahkan jauh lebih buruk, seluruh tubuhnya benar-benar acak-acakan, bahkan gaun indah yang ia kenakan sudah tersobek-sobek hampir di semua bagian sehingga menampakkan tubuh indahnya itu yang semulus giok.
__ADS_1
Api Merah milik Wen Qi benar-benar sangat mematikan, bahkan jiwa dan semua jenis Qi dapat dibakarnya, hal ini membuat Sheng Yun sangat kesusahan, juga Pedang Penakluk yang menjadi sumber kekuatan terbesar Wen Qi.
Dan yang membuatnya paling buruk adalah selama dia bertarung, cederanya ikut bertambah semakin dan semakin parah, hingga dirinya saat ini benar-benar harus menanggung rasa sakit yang tak tertahankan dan sulit untuk fokus pada pertarungan.
"Hah ... Hah ..."
"Hah ..."
Di atas udara, kedua sosok saling memandang satu sama lain dengan wajah pucatnya masing-masing.
"Ayo selesaikan semua ini sekarang!" Sheng Yun sudah tidak tahan lagi, jika dia dipaksa untuk bertarung lebih lama, Sheng Yun yakin cederanya yang ada akan semakin memburuk dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Seperti dia, Wen Qi juga masih menahan pikirannya dan bersiap untuk melakukan serangan terkuatnya saat ini, tapi itu hanyalah rencana bodoh.
"Sungguh bodoh jika aku menurutimu, hahaha!" Wen Qi tersenyum mengejek, "Selamat tinggal!"
Swipp...
Saking seriusnya pertarungan, Sheng Yun bahkan melupakan kalau lawannya adalah pemilik tempat ini ...
Bergetar!...
Seluruh tempat itu seketika bergetar kuat, dan dalam sekejap seluruh tembok mulai menghimpit ke arahnya, membuat wanita itu menjadi panik karena kekuatannya benar-benar sudah sangat melemah saat ini.
Swish...!!
Wen Qi muncul kembali di luar dan tanpa basa-basi langsung memakan banyak pil penyembuh miliknya bagaikan kacang goreng langsung ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.
Setelah beberapa jam, Wen Qi berhasil memulihkan beberapa persen kekuatannya dan masuk kembali ke dalam Istana Emas Langit.
Kejadian benar-benar berlalu dengan cepat, dan Sheng Yun berhasil dikalahkan dan dijadikan budak oleh Wen Qi.
Mungkin itu adalah awal dari mimpi buruk ketika jatuh ke tangan seorang penjahat seperti Wen Qi.
__ADS_1
***
"Ahhh ... Uhmmm ... Uhhh ..."
Beberapa saat kemudian, di atas ranjang yang sama di dalam kamar yang sama, Sheng Yun tengah terbaring di sana tanpa mengenakan apapun, dan kedua tangannya menggenggam erat selimut putih itu sambil mengalihkan pandangan yang penuh dengan kesakitan.
Tubuh ramping seputih susu itu bergerak naik turun, dan gundukan gunung itu bergerak dari tadi ke atas dan bawa seperti jeli yang digoyangkan.
Di tempat itu hanya terdengar suara *papapapa* dan erangan yang agak kuat, entah sedih atau nikmat. Kamar yang tenang itu benar-benar hidup saat ini, ditemani dengan bau wewangian diudara, aktivitas yang dilakukan Wen Qi dengan Sheng Yun benar-benar sangat menggairahkan.
"Ahngggg, kumohon berhenti!" Sheng Yun terus berkata dengan nada minta maaf, tapi mana mungkin Wen Qi mendengarnya?
"Kau sekarang hanya budak, seperti inilah tugasnya budak, yaitu memuaskan tuannya!" kata Wen Qi, dan semakin menggila memasukkan dan mengeluarkan Tongkat Sucinya.
"Uhnmmmmm~!!" Sheng Yun benar-benar menyesal saat ini.
'Ahrgggg, kesucianku benar-benar direbut oleh orang ini, padahal aku sudah berjanji pada Chi Tang akan memberikan padanya sebagai hadiah ketika ia menerobos Immortal King Perfection Stage ...' batin Sheng Yun menangis sedih, jika dia tahu akan seperti ini, ia harusnya tidak mengundang Wen Qi ke sini.
Ini benar-benar nasib sial!
'Aku bahkan belum pernah memberinya ciuman ... tapi bajingan ini malah sudah melakukan semuanya padaku, ughhh!'
Seketika tubuh Sheng Yun terasa kesakitan yang menyengat, memaksanya untuk mengerang lebih kuat.
"Hoh? apa kau mencaci diriku? itulah akibatnya!" ungkap Wen Qi. Setelah dia menanamkan segel budak pada Sheng Yun, Sheng Yun tidak boleh berkata buruk bahkan berpikir buruk tentangnya, jika tidak ia akan mengalami sedikit kesakitan pada dirinya.
"Maafkan aku, maafkan aku!"
Tapi semudah itukah Wen Qi memaafkannya? tentu saja tidak!
Malam hari itu penuh dengan suara erangan yang kuat, hingga tiba di pagi hari, lalu malam hari dan kembali pagi hari, pada saat itulah semuanya menjadi tenang seperti semula, serta sudah tidak ada aktivitas yang dilakukan oleh mereka lagi.
[Bersambung!]
__ADS_1