
[Akademi Emas-Pintu Luar]
Tempat itu terdapat di salah satu kaki pegunungan yang membentang luas di sebelah timur Azure Holy Land.
Tempatnya sangat rapi dan bersih, juga terlihat sangat banyak para murid-murid yang berkeliaran ke sana ke mari.
Setiap murid-murid itu mengenakan pakaian berwarna biru dengan simbol api emas di dada mereka yang melambangkan mereka adalah murid Akademi Emas.
Kini semua murid baru termasuk Wen Qi di bawa ke sana setelah yang terakhir memberikan mereka pakaian seragam yang sama dengan para murid-murid Akademi Emas yang lain.
"Kamar kalian masing-masing sesuai dengan angka yang ada di token murid yang sudah dibagikan sebelumnya, harap tinggal sesuai tempat yang tertera!"
"Baik!"
Setelah panitia seleksi selesai membimbing mereka, maka semua murid baru itu ditinggalkan untuk mencari kamar mereka masing-masing.
***
[Di dalam kamar 0127 | Tempat tinggal Wen Qi saat ini]
Sambil duduk di tempat tidurnya, Wen Qi menatap token murid di tangannya dan memasukkan kesadaran spiritual nya ke dalam untuk memeriksa sesuatu.
Shuaa...
Ketika Wen Qi membuka matanya kembali, jiwanya sudah tiba di dalam tempat yang aneh, dan melayang sebuah papan putih di depannya yang menggambarkan sebuah peta.
"Ini pasti denah Azure Holy Land!" Wen Qi mengamatinya dengan baik-baik dan mengingat semuanya ke dalam benaknya, lalu keluar dari sana, kembali ke tubuh dagingnya.
"Baiklah, tidak ada makanan tanpa kerja, jadi aku harus mencari pekerjaan agar mendapatkan sumber daya yang aku butuhkan!"
Tentu saja, bukan hanya itu tujuan Wen Qi datang ke sekte ini. Dia memiliki tujuan lain, yang mana jika dirinya berhasil mendapatkannya, Wen Qi merasa bahwa hal itu pasti akan membawa banyak kemajuan pada dirinya.
"Sekarang sebaiknya aku berkultivasi saja, esok hari adalah harinya Akademi Emas-Pintu Luar melaksanakan kegiatan kembali!"
***
Keesokan harinya, Wen Qi telah terbangun dari kultivasinya dan berjalan keluar ketika hari telah menjelang siang.
Mereka para murid baru, haruslah beradaptasi dengan lingkungan terlebih dahulu, jadi tujuan Wen Qi keluar adalah untuk lebih mengetahui tentang Holy Land ini.
KANTIN AKADEMI!!!
__ADS_1
Tempat itu terdapat di salah satu kawasan, dan merupakan kawasan yang cukup ramai saat ini.
Suara-suara percakapan antara para murid-murid terdengar dengan jelas, membuat suasana kantin akademi itu jauh lebih hidup.
Wen Qi pergi ke sana, Dia memesan makanan sederhana, serta air biasa saja yang di taruh di atas nampan, lalu dia pergi mencari tempat duduk.
Tap Tap Tap ...
Melihat ada tempat makan kosong dipojokkan ruangan, Wen Qi langsung segera ke sana dan duduk secara perlahan.
"Permisi, bolehkah aku duduk di sini?" kata lelaki muda dengan senyum ramah ketika menghampiri Wen Qi.
"Silahkan!" kata Wen Qi tanpa terlalu memedulikannya.
"Terima kasih, rekan taoist!" ucap pemuda itu, lalu duduk berhadapan dengan Wen Qi.
"Aku tidak pernah melihatmu, apakah kau murid baru?" tanya pemuda itu.
"Hmm, ya!" jawab Wen Qi dengan anggukan.
"Jadi begitu." Pemuda itu mengangguk paham, dan memperkenalkan dirinya, "Perkenalkan, namaku Leng Yu!"
"Jadi nama saudara ini Wen Qi."
"..."
Setelah hening sejenak, pemuda itu berkata lagi, "Karena kau murid baru, aku akan menceritakan beberapa hal tentang Holy Land ini, mungkin saja akan berguna bagimu nanti."
"Hmm, kalau begitu Wen berterima kasih!" kata Wen Qi.
"Baiklah, dari mana kita mulai ..." Pemuda itu sedikit berpikir sambil memakan makanannya. "Oh, yah, mari bicarakan tentang pembagian tingkat di Akademi Emas ini!"
"Akademi Emas sendiri terdapat dua bagian, yaitu: Pintu Luar dan Pintu Dalam! Pintu Luar bagi para murid ranah Immortal King Early Stage sampai Immortal King Peak Stage, sementara Pintu Dalam hanyalah untuk Immortal King Perfection Stage!"
"Tempat Pintu Dalam adalah di puncak pegunungan ini, dan hanya beberapa orang khusus serta para murid Pintu Dalam yang diizinkan masuk ke dalamnya!" imbuhnya.
"Jadi begitu, lalu bagaimana dengan Akademi Berlian?" tanya Wen Qi dengan santai.
"Akademi Berlian? aku kurang informasi tentang itu, akan tetap hanya para murid tingkat Immortal Venerable yang ada di dalam sana, dan mereka sering juga disebut sebagai Murid Inti, dikabarkan satu dari mereka merupakan bakat yang lahir setiap 100.000 tahun sekali!" jawab Leng Yu.
"Lalu ... jadi begitu," Wen Qi mengangguk mengerti, dan berkata: "Ini sangat berguna bagi Wen!"
__ADS_1
"Sangat baik jika saudara Wen merasa seperti itu," ucap Leng Yu. Dan keduanya akhirnya asik mengobrol sambil makan, hingga akhirnya datang seseorang yang memukul meja mereka.
"Apa kalian sudah selesai makan? sekarang pergilah! Raja ini ingin menggunakan meja ini!" kata seorang pemuda bertubuh kekar dengan lua gores di pipinya yang berbentuk seperti pedang.
"Zha-Zha-Zhang Ji!" Leng Yu berseru dengan nada agak ketakutan ketika mengetahui siapa yang mengetuk meja mereka.
"Oh, Leng Yu? betul juga, kau belum bayar uang keamanan kepadaku untuk bulan ini, rupanya kau malah asik-asikan makan di sini, tidak tahu malu!" Zhang Ji menatap Leng Yu dengan tatapan intimidasi yang menekan.
"Hmm, siapa bajingan ini, Leng Yu?" Wen Qi membocorkan suaranya, bukan hanya mengejutkan Zhang Ji dan Leng Yu, tapi bahkan membuat seisi ruangan itu tertarik perhatian ke meja makan mereka.
"Astaga, apakah dia tidak mengenal Zhang Ji?"
"Dia akan mati! Dia akan mati!"
Beberapa murid yang sedang makan tak jauh dari tempat itu segera bergosip dengan berapi-api, membicarakan apakan Wen Qi ini akan bernasib sial atau tidak.
Sementara itu, Zhang Ji, kini wajahnya benar-benar menghitam seperti arang panci, dan niat membunuhnya sudah dia arahkan kepada Wen Qi.
"We-We-Wen Qi, cepat tarik yang kau katakan itu!" Leng Yu berkata dengan nada khawatir sekaligus ketakutan, dia berkata seperti ini karena dia merasa Wen Qi terlalu lemah untuk dapat mengalahkan Zhang Ji.
"Hmm, apakah aku harus menarik kembali kebenaran?" Wen Qi bertanya dengan nada polos, padahal maksudnya sudah jelas, dua benar-benar memandang remeh Zhang Ji.
Hal ini membuat Leng Yu merasa mati rasa di sekujur tubuhnya, dan dia benar-benar tidak tahu cara mengakhiri ini bagaimana lagi.
"Bocah, apa kau meremehkan diriku?" Zhang Ji berkata kepadanya.
"Ya!" Wen Qi berkata tanpa rasa takut sedikitpun.
Shock!...
"Sialan!" Zhang Ji menyelimuti seluruh tangannya dengan Immortal Qi miliknya dan mengibaskan tangannya dari atas ke bawah, seperti pedang yang ingin memotong bahu Wen Qi.
Gerakannya sangat cepat, saking cepatnya bahkan mereka para Immortal Early Stage tidak bisa mengikuti pergerakannya, namun Wen Qi tetap tak bergerak sedikitpun dari sana.
Hingga tepat ketika serangannya ingin mengenai tubuh Wen Qi, Wen Qi telah dengan santai menaruh garpu tepat di depan leher Zhang Ji, seolah sejak awal memang sudah ada di sana.
"!!!"
Shock!
[Bersambung!]
__ADS_1