Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 018 : Memurnikan Pil Tubuh Abadi


__ADS_3

"Dia mengetahui tentang tubuhku?!" Wajah Bai Qing Luo menjadi serius, faktanya tubuhnya ini hanya diketahui oleh orang-orang penting di sektenya, bagaimana Wen Qi bisa mengetahuinya?


Di dalam hutan yang jauh, Wen Qi berjalan dengan wajah tenang.


"Dengan Bunga Jiwa Suci, setidaknya jiwaku bisa meningkat ke tingkat yang setara dengan Great Immortal Peak Stage ..."


Wen Qi harus melakukan ini, dikarenakan sejak ia bereinkarnasi, jiwanya benar-benar berada pada titik terendah, dan sangat lemah.


Jika saja jiwa spiritualnya tidak bertambah lemah, Wen Qi sudah menjadikan Teknik jenis jiwa sebagai salah satu kartu truf nya.


"Dan juga, aku mendapatkan Rumput Keabadian!"


Kegunaan rumput ini juga merupakan salah satu hal utama dalam menerobos ranah True Immortal, yaitu jiwanya harus benar-benar menjadi abadi terlebih dahulu dan terlepas dari kefanaan dahulu.


"Ada juga beberapa rumput lain yang sangat berharga untuk meracik Pil Jiwa Suci, ini semua berkat kerja samamu, Jia'er!" Wen Qi tersenyum memandang Jia'er yang tengah memunculkan kepalanya dari dalam sakunya.


"Piaa~!"


"Hehe, sebagai balasannya, aku akan mengajarimu cara berkultivasi nanti! agar kau juga bisa bertambah kuat!"


Wajah Jia'er terlihat kegirangan dan bersemangat, meski ia tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud oleh Wen Qi.


"Baiklah, tujuan selanjutnya adalah mencari Buah Abadi (Eternal Fruit)!"


* * *


Malam hari.


Di tengah-tengah lembah yang dalam, seorang wanita tengah duduk bermeditasi di atas sebuah batu dengan tenang, namun jika dilihat dengan baik, banyak mayat di sekitarnya, bahkan ada mayat dari orang yang menyinggungnya sebelumnya, yaitu Yu Wen Ching!


Li Xing An secara perlahan membuka kelopak matanya kembali, dan tepat ketika ia membuka mata, ranahnya langsung menerobos Great Immortal Middle Stage!

__ADS_1


"Phew~ akhirnya naik juga!" Li Xing An menghembuskan nafasnya, dan menggelengkan kepalanya yang kaku.


"Huh, kapan Istana Emas Langit itu muncul? sangat lama!" Li Xing An mengeluh.


Istana Emas Langit adalah tempat di mana Immortal Venerable yang mati di dalam sini tinggal, dan dikabarkan Istana tersebut akan muncul ketika sudah tiba harinya.


"Istana itu pastilah artefak tingkat Immortal Intermediate Peak Stage atau bahkan tingkat Immortal Perfection Stage, dan pasti ada cara untuk membawanya pulang." Li Xing An berkata dengan penuh tekad, "Jika aku mempunyai artefak tersebut, akan menambah kemudahan bagiku ke depannya!"


* * *


Dua Minggu kemudian, di dalam suatu gua batu, Wen Qi tengah duduk bersila sambil menyempurnakan Tungku Pil di depannya.


Proses penyempurnaan berguna agar sebuah artefak dapat digunakan oleh seorang kultivator, dan proses ini tergantung dari seberapa baik Kesadaran Spiritual seseorang.


Contoh saja ini, dikarenakan Tungku Pil yang dimurnikan oleh Wen Qi ini adalah harta tingkat Immortal Middle Stage, jadi Wen Qi membutuhkan waktu satu minggu lebih untuk menyempurnakannya.


Tungku Pil immortal ini berasal dari hasil curiannya dari para murid inti di Cabang Green Holy Land, dia sengaja menyisakan satu hanya untuk dirinya sendiri.


"Fiuh~ akhirnya selesai!" Wen Qi meregangkan tangannya.


Buah ini merupakan Buah Abadi, Wen Qi tanpa sengaja mendapatkan satu ketika membunuh salah satu orang di beberapa hari terakhir.


"Hmm, coba aku ingat, kalau tidak salah cara membuat Pil Tubuh Abadi adalah ..."


Wen Qi mengingat-ingat dibenaknya, segala macam jenis herbal dan cara pembuatan Pil Tubuh Abadi, dikarenakan pada kehidupan sebelumnya dia lebih berspesialisasi dalam bidang petarung, sehingga ia sedikit kabur tentang alkimia.


Namun setelah mengingat-ingat selama beberapa saat, Wen Qi akhirnya mengingatnya dan memulai pembuatan, karena semua bahan sudah dia punya, baik hasil rampasan ataupun hasil menjelajah di dalam dunia kecil ini.


Seperti alkemis pada umumnya, Wen Qi pertama-tama mengaktifkan Tungku Pil dengan cara mengaliri Immortal Qi. Setelah itu, ia mulai menunggu selama beberapa saat, lalu memasukkan herbal satu per satu untuk dimurnikan di dalam Tungku Pil yang panas.


Wush Wush!

__ADS_1


Uap panas terbang keluar, membawa aroma tidak enak bagi penciuman, membuat Jia'er yang berdiam diri di dalam saku Wen Qi hampir pingsan, untung saja ia dengan cepat terbang keluar dan menjauh.


'Piapiapia.' Jia'er sepertinya memarahi Wen Qi karena bau busuk ini, meski bagi Wen Qi ini tidak begitu busuk, tapi untuk hidung Jia'er, itu seperti kentut gajah.


Wen Qi melupakan hal ini, dan hanya bisa meminta maaf dalam hati dikarenakan dia sedang sibuk dengan hal di depannya.


Kekuatan Immortal Qi mengalir, sementara itu kekuatan Hukum Alkimia Bintang 3 pun dikerahkan menjadi satu pada dalam Immortal Qi, membuat Tungku Pil semakin memanas namun tetap seimbang.


'Ugh, harusnya aku mencari teknik alkimia yang mudah dahulu!' Wen Qi sedikit menyesal dalam hatinya, teknik alkimianya saat ini benar-benar masihlah normal, jadi tidak ada teknik khusus yang dapat memudahkannya dan mempercepat proses pemurnian.


'Lupakan, lebih baik bisa daripada tidak sama sekali.' Wen Qi meningkatkan efektivitas pemurniannya lagi.


...


Tiga puluh menit kemudian, setelah selesai memurnikan semua bahan menjadi sebuah cairan kental di dalam Tungku Pil, kini masuk ke proses pembentukan.


Untuk melakukan proses ini, Wen Qi menggambar sebuah rune yang melayang di sekitar Tungku Pil dengan Immortal Qi nya.


Ada total tiga rune, yang mana fungsi ketiganya adalah untuk membuat cairan herbal di dalam berputar seperti dinamo, dan akhirnya menjadi kental seperti tanah liat basah.


Melakukan proses ini memakan banyak waktu, dikarena waktu yang dibutuhkan untuk membuat semuanya bersatu padu menjadi pil sangatlah sulit.


Tapi itu bukanlah halangan bagi Wen Qi, bagaimana pun ia memiliki pemahaman Hukum Alkimia Bintang 6 yang biasanya hanya dimiliki oleh seorang kultivator Immortal Emperor Stage saja.


Jadi setelah dua jam berlalu, proses ini mencapai akhir, dan kini hanya proses penghangatan, agar pil di dalamnya menjadi mengeras seperti adonan yang di oven untuk menjadi roti.


Pada titik ini, pengendalian suhu panas benar-benar memainkan peran penting, ibarat membuat roti, jika suhu terlalu rendah, maka akan tidak jadi, dan jika suhu terlalu tinggi, maka akan hangus, jadi suhu terbaik adalah yang pas dan untuk menjadi suhunya tetap pada titik yang sama membutuhkan konsentrasi yang tinggi tanpa gangguan sedikitpun.


"..."


Jia'er menyaksikan semuanya dengan serius, entah kenapa dia merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Wen Qi terlihat sangat dramatis dan menarik perhatian serta minatnya.

__ADS_1


Hal ini mungkin dikarenakan dia masihlah kecil, sehingga ketika melihat hal-hal baru, ia menjadi sangat penasaran atau tertarik.


[Bersambung!]


__ADS_2