
"Uhh ..." Lan Qing sedikit kurang senang, tapi setidaknya Wen Qi sudah agak mau. "Kalau begitu pergilah, bodoh!" Lan Qing mendorong tubuh Wen Qi tanpa menggunakan energi sedikitpun, langsung mendorongnya masuk ke dalam Void Tunnel.
Shiu!
Wen Qi menghilang ke dalamnya, meninggalkan Lan Qing yang berwajah sedih, "Mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu dengannya ..."
"Hah, lupakan saja!" Wen Qi berbalik, dan memanggil seseorang.
"Nyonya, ada kabar baru!" ucap seorang yang baru saja datang itu.
"Kabar apa?"
"Seluruh Cabang Holy Land ... sudah diratakan!"
Shock!...
Setelah terkejut sejenak, Lan Qing pun menjadi tenang kembali dan berpikir mungkin ini ulah dari Wen Qi.
Segera ia merentangkan tangannya dan memberikan perintah, "Katakan kepada semua orang, kemungkinan ada seorang Immortal King atau bahkan Immortal Venerable dari Alam Abadi Emas yang datang ke alam ini untuk membuat kekacauan, kemarin juga Ia datang ke sekte kita dan membunuh Tuan Wei Yu, lalu kabur setelahnya!"
"Baik!" Sosok itu dengan cepat menghilang.
"Ughh, apa bocah itu sudah merencanakan hal ini juga? dia mungkin memiliki potensi yang sangat besar di masa depan!"
"Wen Qi!"
Shiu!...
Putih keputihan, bagaikan kabut yang tebal, semua kabut-kabut itu memenuhi penglihatan Wen Qi saat ini, sehingga dia baru sadar akan sesuatu.
Dirinya saat ini ada di ...
"Kyahhhhh!!"
Dengan teriakan itu, Immortal Qi pun terpancar dan menghilangkan seluruh kabut putih di sana, membuat pandangan Wen Qi benar-benar jelas di sini.
Tuing...
Tuing...
Melihat gumpalan lemak yang penuh di depannya, Wen Qi memejamkan matanya secara perlahan dan mencoba bersikap tenang.
"Ehem, nona-nona, aku sepertinya salah jalan, jadi aku akan pergi!" kata Wen Qi, dan segera ia berbalik untuk mencari jalan keluar.
__ADS_1
Tapi baru saja ingin menemukan jalan keluar, sebuah gayung mandi yang dilapisi oleh Immortal Qi telah melayang dengan kecepatan puluhan kali kecepatan cahaya, langsung mengenai kepala belakang Wen Qi sendiri.
Bang!
Ledakan energi terdengar dengan sangat kuat, lalu Wen Qi pun terlempar keluar dengan sangat cepat, langsung menghancurkan dinding kayu yang menghalangi tempat pemandian tersebut.
Boom... Boom... Boom...
Terdapat lima penginapan sederhana di balik dinding pemandian, tapi semuanya dihancurkan oleh Wen Qi, hingga akhirnya dirinya berhenti terlempar ketika menabrak sebuah pohon raksasa di tengah-tengah tempat penginapan tersebut.
"Ughhh ..." Wajah Wen Qi sedikit kesakitan dan kepalanya mengeluarkan benjolan, rasanya dia selalu sial ketika pergi ke Alam yang lebih tinggi.
"Dasar pecundang, beraninya kau mengintip kami!"
Suara teriakan terdengar dengan sangat nyaring, menyebar hingga ke seluruh penginapan dan menarik perhatian banyak orang untuk melihat dari kejauhan kejadian di tempat ini.
"Aku tidak mengintip!" Wen Qi membalikkan tatapannya dan menatap ke arah langit hanya untuk menyaksikan tiga orang wanita sedang terbang di sana menggunakan handuk berwarna merah yang menutupi badannya.
"Dasar pecundang, sudah mengintip tapi masih tidak mengakuinya!" kata gadis berambut coklat yang ada di samping kiri, ia menunjuk Wen Qi seperti menunjuk seorang pencuri tidak tahu malu.
"Benar, dasar buaya tidak tahu malu!" kata gadis dengan tubuh agak gendut, yang ada di samping kanan.
"Cukup!" Gadis muda berambut merah tua mengangkat salah satu tangannya dan membungkam mulut kedua gadis di sisinya.
Seketika kedua gadis itu mengubah wajah mereka kembali menjadi penuh kesenangan, dan salah satunya mengajukan diri untuk membunuh Wen Qi.
"Senior, biarkan aku saja yang mengurus anak kecil ini! lagipula dia hanya Great Immortal!" kata gadis berambut coklat dengan senyum menjelekkan diri Wen Qi.
"Baiklah, cepat urus dia, tidak baik jika aku yang harus turun tangan," kata gadis berambut merah tua sambil mengayunkan jarinya sebagai aba-aba agar pelayannya maju.
"Hehe, terima kasih, senior!" Gadis itu menjadi bersemangat karena ia mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kegunaannya kepada seniornya.
"Apa kalian sudah selesai?" kata Wen Qi sambil mengorek hidungnya, "Kalian bahkan lupa menggunakan c e.l.a.n.a dalam."
"Apa?!"
Seketika ketiganya buru-buru melihat ke bawah dan memang benar seperti tidak menggunakan pelindung apapun di bawah sana, saking amarahnya mereka kepada Wen Qi, mereka terlalu buru-buru!
"B-Brengsek! cepat bunuh bocah itu!"
"Baik, senior!"
Gadis yang diperintahnya itu langsung dengan cepat melesat turun ke bawah dengan kecepatan amat cepat dan dalam sekejap sudah tiba di hadapan Wen Qi.
__ADS_1
Ia pun menendang dengan kaki kirinya dari bawah ke atas, mengincar dagu Wen Qi, tapi itu kelihatan lambat di mata Wen Qi, mengakibatkan Wen Qi berhasil menghindarinya dengan melompat ke belakang sedikit, lalu matanya melihat gua sempit itu yang dilindungi oleh cahaya misterius.
"Brengsek, apa yang kau lihat?!" Gadis itu menendang turun kembali, mengincar kepala Wen Qi dengan sangat berambisi karena sudah lalai dalam kesempatan pertamanya.
Paaaa!...
Dengan pandangan terkejut di bawah mata semua orang, Wen Qi saat ini benar-benar menahan kaku gadis itu hanya dengan satu jarinya.
"Immortal King Middle Stage, jangan banyak gaya!" Wen Qi mencibirnya, sementara tangan kirinya sudah bersiap-siap dengan tinju yang berapi-api.
"Matilah, dasar bodoh!"
Tinju itu dilayangkan dengan kecepatan yang amat cepat, bahkan sebelum satu detik berlalu, tinju Wen Qi telah memukul telak dari bagian bawah wanita tersebut.
"Berhenti!"
Setelah teriakan berlalu, tiba-tiba muncul gadis berambut merah tua di sana yang menahan tinju Wen Qi demi melindungi pelayan gadisnya.
Buffftttt...
Seluruh tangan Wen Qi tampak menegang ketika memukul gadis yang tiba-tiba muncul ini, tapi tetap saja pukulannya berhasil membuat pihak lain terpental ke belakang bersama gadis yang dia lindungi.
"Kau cukup kuat! Padahal hanya Great Immortal Peak Stage!" kata gadis berambut merah sambil menyeka setetes darah yang keluar dari mulutnya.
"Senior!" Gadis gemuk, yang adalah pelayan keduanya, mendarat ke tanah dan memandangi seniornya dengan tatapan khawatir, "Senior terluka!"
"Tenang saja, ini hanya cedera biasa, yang penting kalian aman!"
Mendengar ucapan senior mereka, kedua gadis itu semakin merasa bersyukur memiliki senior seperti gadis berambut merah itu.
"Cehhh, sebaiknya kita selesaikan sampai di sini saja!" Wen Qi melihat ke sekeliling dan sadar bahwa sudah menarik perhatian banyak orang, tidak akan ada yang baik jika menarik lebih banyak lagi.
"Selamat tinggal!"
Wen Qi langsung merobek ruang dengan tangannya dan melompat ke dalamnya.
"Brengsek, dia ingin kabur!" gadis gemuk yang selalu khawatir, akhirnya mengeluarkan amarahnya dan hendak berbalik untuk menghentikan Wen Qi, tapi tangannya langsung ditahan oleh seniornya.
"Biarkan dia pergi!"
"Tapi senior, bukankah pihak keluarga senior memiliki tradisi khusus itu?"
"Ukkk ... lupakan saja tentang tradisi itu, kalian jangan sampai memberitahu kakakku ataupun para tetua!"
__ADS_1
[Bersambung!]