Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 047 : Percakapan Dengan Sheng Yun


__ADS_3

"Tu-Tuan ... apa itu Naga?" tanya Sheng Yun dengan wajah tidak percaya.


Memang benar ada naga di Alam Abadi ini dan mereka sangat kuat, namun keturunan mereka sangatlah sedikit dan di mana tempat tinggal mereka pun hanya orang-orang kuat saja yang tahu. Jadi ini kali pertama bagi Sheng Yun untuk dapat melihat sosok Naga yang agung dan legendaris itu.


"Dan, apakah itu Ras Grass Spirit yang keberadaannya sudah sangat langka?" Sheng Yun melihat Jia'er yang ada di atas kepala Xiao Long.


Memikirkan ada Naga yang membiarkan kepalanya dinaiki oleh orang lain, Sheng Yun merasa matanya benar-benar terbuka saat ini. Naga adalah ras yang angkuh dan sombong, meski mereka termasuk Spirit Beast, namun mereka sering kali tidak ingin disebut Ras Spirit Beast, itulah kenapa mereka lebih sering disebut Ras Naga.


Bisa dilihat seberapa angkuh mereka ini.


"Ya, kau punya mata yang bagus, keduanya memang ras yang kau sebut itu!" jawab Wen Qi dengan santai, dia tidak takut Sheng Yun akan membocorkan rahasia ini, bagaimanapun hidup dan matinya ada di tangan Wen Qi sendiri.


Mendengar jawaban dari Wen Qi, Sheng Yun hanya bisa membuka mulut dan menutupnya kembali, tidak tahu harus berkata apa.


'Bukan hanya mempunyai bakat sangat tinggi ... dia bahkan dapat mempunyai dua ras langka bersamanya, siapa dia sebenarnya?' batin Sheng Yun. Memikirkan latar belakang Wen Qi, entah kenapa Sheng Yun berpikir bahwa mungkin saja Wen Qi keturunan kultivator kuno yang kuat.


"Tuan, silahkan duduklah, aku akan menyiapkan hidangan untuk kalian!" kata Sheng Yun. Dia benar-benar ingin bersikap baik agar mendapatkan kesan baik di hadapan Wen Qi, apalagi setelah mengetahui Wen Qi mungkin dari latar belakang kuat.


Yah, Wen Qi sendiri tahu itu tapi dia tidak terlalu peduli, faktanya manusia selama hidup akan saling memanfaatkan demi keuntungan, termasuk dirinya juga.


"Ayo, aku akan memberikan kalian berdua teknik yang bagus, akan buruk saat menghadapi Kesengsaraan Petir nanti kalian masih dalam wujud ini, bisa-bisa kalian menjadi kupu-kupu dan ular panggang!"


Wen Qi mengajak keduanya ke ruangan lain yang masih satu di dalam ruangan kamar itu, di sana Wen Qi kelihatan menyentuh dahi keduanya dan mengalirkan aliran cahaya ke dalam benak mereka, membuat keduanya akhirnya tenggelam dalam kultivasi.


'Jika persepsi mereka bagus, harusnya cepat saja, aku harus segera kembali juga ke sekte, karena batas keluar sekte hanyalah dua minggu.'


Wen Qi menatap keduanya sekali lagi dan memastikan semuanya sudah aman, lalu ia pun berjalan keluar dan menutup pintu ruangan tersebut.


Tepat ketika ia keluar, ia melihat bahwa Sheng Yun telah menyeduhkan teh, dan menyiapkan beberapa kue-kue di atas meja yang berada di samping jendela.


"Tuan, silahkan ..." ucap Sheng Yun.


Wen Qi mengangguk dan duduk di sana, ia juga mempersilahkan Sheng Yun untuk duduk.

__ADS_1


"Kau tahu harus memberikanku apa kan?" kata Wen Qi setelah meminum teh di gelas sedikit.


"Tentu Tuan!" jawab Sheng Yun. Ia langsung menaruh sebuah cincin ruang ke tangan Wen Qi.


Wen Qi menerimanya dan memeriksa isinya, hasilnya memang sangat memuaskan, bagaimanapun ini adalah sumber daya milik Immortal Venerable.


"Kau sekarang bawahanku, tidak baik jika keterampilanmu begitu lemah." Kata Wen Qi kepadanya, "Apa saja Hukum yang kau pelajari?"


'Apakah Tuan ingin memberikanmu sesuatu?' Sheng Yun berpikir sejenak. "Aku mempelajari 3 Hukum: Pedang, Array, dan Api!"


"Ilusi ..." Wen Qi bergumam. "Apa Bintangnya?"


"Jawab Tuan, Hukum Pedang Bintang 5, Hukum Array Bintang 4, dan Hukum Api Bintang 4!"


Setelah mendengarnya Wen Qi mengangguk puas, "Itu lumayan bagus!"


"Lumayan?" Sheng Yun tidak tahu harus berkata apa. Ia balik bertanya, "Jika boleh tahu, apa saja Hukum yang Tuan pelajari?"


'Hukum Pedang, Tombak, Panah, Array, Alkimia, Penempaan, Ilusi, Pengendali Binatang, dan Kegelapan, dan masih ada beberapa lagi.' Batin Wen Qi, 'Juga setelah mendapat [Immortal Body: Azure King] aku mendapatkan pemahaman tentang Hukum Api dan sekarang di Bintang 4.'


Jadi dia benar-benar menguasai banyak Hukum, hanya saja akan melelahkan jika menggunakan semua Hukum itu, jadi dia lebih mengutamakan Hukum Pedang dan Hukum Tombak karena tidak terlalu menguras kekuatan.


"Tuan?" Sheng Yun sedikit memiringkan kepalanya.


"Yah, aku tidak terlalu berbeda denganmu!" ungkap Wen Qi.


"Hanya saja ilmu ku, lebih dalam dari pada kamu!" setelah selesai berkata, jari telunjuk Wen Qi sudah mengetuk dahinya dan mengalirkan cahaya emas masuk ke dalamnya.


Tepat ketika sinar cahaya itu memasuki kepalanya, tubuh Sheng Yun langsung mematung, ia merasa bahwa ada banyak pemahaman tentang Hukum yang dia pelajari sedang mengalir ke dalam dirinya dan menunjukkan berbagai misteri dan rahasia langit kepadanya, sesuatu yang sangat sulit dibayangkan oleh seorang Immortal Venerable sepertinya.


'Aku hanya memberikannya sedikit misteri, jika dia mampu sepenuhnya mempelajarinya nanti, ada kemungkinan dia mempelajari Hukum Bintang 6, semua tergantung pada bakatnya.'


Pada akhirnya Wen Qi bangkit berdiri dari sana dan pergi ke kamar Sheng Yun untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Sheng Yun, Wen Qi langsung duduk di atas tempat tidur dan mengeluarkan lima buah cincin ruang di tangannya.


"Empat ini adalah sumber daya bulanan milik empat idiot itu, sementara yang ini adalah milik Sheng Yun."


Di dalam milik 'empat idiot', masing-masing berisi dua juta Immortal Crystal, dan 50 Pil Fire Cloud yang sangat bagus untuk perkembangan murid Azure Holy Land.


Sedangkan di dalam cincin ruang milik Sheng Yun terdapat Seratus Juta Immortal Crystal dan 1.000 Pil Fire Cloud, benar-benar jauh berbeda dengan sumber daya murid Akademi Emas.


"Dengan semua ini, aku pasti dapat menerobos Immortal King Middle Stage!" kata Wen Qi dengan ekspresi percaya diri. Dan tanpa basa-basi lagi dia langsung mulai memurnikan semuanya.


***


Dua minggu kemudian, di dalam ruangan yang sunyi itu, Wen Qi membuka matanya kembali dan menyudahi kultivasinya.


Dia langsung meregangkan otot-ototnya dan pergi keluar kamar.


"Hei, Jia'er, kapan pak tua itu keluar?"


"Aku tidak tahu, memangnya aku istri Kakak Wen?"


"Tapi kau lebih tua! kenapa kau tidak paham?"


"Kalian berdua, jangan terlalu ribut, nanti Tuan terganggu."


"... Maaf!"


Wen Qi menyaksikan semua percakapan itu tepat ketika dia baru saja keluar dari ruangan.


Seorang bocah berambut merah menyala, dengan dua tanduk kecil di dahi, dan seorang gadis kecil berumur antara tujuh atau delapan tahun, keduanya sedang berbicara sambil makan di meja makan, sementara Sheng Yun yang bertugas mengawasi keduanya dengan cara duduk di tengah-tengah mereka.


"Kalian berhasil?"


[Bersambung!]

__ADS_1


__ADS_2