Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 052 : Pembukaan Turnamen


__ADS_3

1 tahun berlalu semenjak saat itu.


Dalam tahun itu, Wen Qi menerima banyak sumber daya, baik dari Sheng Yun, bahkan dari para murid peringkat atas di Akademi Emas sebelumnya yang pernah dia kalahkan, dan juga ia mendapatkan sumber daya yang lancar dari Akademi Bumi.


Wen Qi benar-benar melakukan upaya untuk meningkatkan kekuatannya, terlebih lagi setelah menerobos ranah Immortal King Middle Stage, Wen Qi merasa jauh lebih sulit untuk naik ke tingkat selanjutnya.


Itu wajar, sebab bahkan jika ia seorang jenius, menerobos satu ranah Immortal King dalam 1 tahun itu sudah di luar nalar.


Tapi meski begitu, Wen Qi juga membuat Api Merah miliknya semakin kuat dan kuat, bahkan sepertinya hanya sedikit lagi dari tingkat selanjutnya, tapi itu bukan hal mudah untuk melakukannya.


Kini pagi-pagi hari sekali, Wen Qi membuka kelopak matanya yang telah terpejam begitu lama secara perlahan.


"Fiuh ..." Wen Qi menghembuskan nafas leganya dan menggelengkan kepalanya untuk meregangkan otot-otot yang kaku.


"Kurasa sudah saatnya!"


Wen Qi segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar rumahnya.


Klakkk ...


Pintu kayu itu dibuka ke samping, dan Wen Qi berjalan keluar.


*Taptaptap...*


Wen Qi berhenti berjalan dan melirik ke samping kanannya, lalu secara tiba-tiba muncul serangan pedang dari samping kanannya yang menusuk lurus ke arah kepalanya, namun itu berhasil dihindari dengan mudah oleh Wen Qi.


Tapi itu bukan akhirnya, dari atas atap rumahnya pun dihancurkan oleh kapak besi raksasa yang langsung seperti ingin menggeprek tubuhnya.


Bang!


Wen Qi mengangkat tangan kirinya dan menahannya, lalu orang yang sebelumnya menyerangnya dengan pedang, kini menebas dari arah bawah menyamping ke atas tubuh Wen Qi.


Sing!


Tebasan itu sedikit salah sasaran dan hanya berjarak beberapa sentimeter dari tubuhnya.


"Tertipu kau!"

__ADS_1


Dari belakangnya, sebuah panah emas ditembak dengan kecepatan yang sangat cepat.


Wen Qi menghela nafas. "Kalian sangat merepotkan!" Wen Qi mengungkapkan kekesalannya sebelum akhirnya melepaskan Immortal Qi nya ke sekitarnya sehingga membuat baik rumahnya ataupun bangunan-bangunan di sekitarnya ikut hancur berkeping-keping.


Swuush... Swuush... Swuush...


Tiga orang yang menyerangnya sebelumnya kini muncul kembali agak jauh dari hadapannya dan punggung mereka benar-benar berkeringat dingin ketika menghadapi tekanan kekuatan yang dilepaskan oleh Wen Qi.


Wen Qi memelototi mereka lagi dengan tajam, melepaskan aura penekanannya yang membuat ketiganya merasa seperti ditiup oleh angin malapetaka yang begitu kuat.


Tapi hanya berlalu tidak lebih dari tiga detik, dan semuanya kembali mereda diiringi oleh tawa Wen Qi.


"Hehehe, apakah sudah cukup?" Wen Qi secara perlahan menoleh ke atas atap salah satu bangunan di kejauhan.


Di atas atap itu, Qian Mei berdiri bersama Yu Lin dan menatap ke tempat bertarung barusan.


Tatapan Qian Mei terlihat puas dan tersenyum puas. Sementara Yu Lin hanya bisa memasang ekspresi terkejut yang sangat mendalam.


"Dia benar-benar mengalahkan ketiganya sendirian! rupanya kabar itu benar-benar nyata adanya!" gumam Yu Lin.


"Aku memang percaya dia dapat mengalahkan Immortal King Perfection Stage, tapi aku tidak menyangka dia bisa mengimbangi tiga seperti itu dengan mudah, mungkin dia bisa mengimbangi si Yun Mao dari Akademi Menengah!" kata Qian Mei dengan senyum puas.


"Kau tidak mengecewakan ratu ini!" puji Qian Mei.


"Terima kasih, senior!" Wen Qi mengangguk dengan tenang.


Qian Mei mengangguk lagi, lalu menoleh kepada para lawan Wen Qi, "Kalian bertiga, lumayan bagus juga!"


"Terima kasih senior! maafkan kelemahan kami!" kata ketiganya sambil membungkukkan badan dalam-dalam.


Qian Mei terlihat tidak terlalu. "Baiklah, ayo kita pergi!" ujar Qian Mei.


"Enn!"


***


Turnamen antar Akademi Emas - Akademi Bumi - Akademi Bintang - Akademi Menengah.

__ADS_1


Tempat diberlangsungkannya Turnamen Besar itu berada di sebuah arena besar yang dikelilingi oleh tempat penonton.


Arena tempat para peserta turnamen akan bertarung berbentuk persegi panjang seluas tiga kilometer!


Turnamen besar yang melibatkan lima murid terpilih dari masing-masing Akademi, memiliki tujuan sebagai tolak ukur siapa yang menjadi akademi terbaik.


Terlebih dari itu, bagi mereka para unggulan dalam turnamen ini akan mendapatkan penawaran dari para Tetua Akademi Berlian/Akademi Langit/Akademi Galaxy/Akademi Tinggi untuk menjadi murid mereka.


Ini merupakan uji coba sekaligus kesempatan besar bagi mereka yang selama ini memimpikan ranah Immortal Venerable, sebab mendapatkan bimbingan langsung dari Immortal Venerable itu seperti mendapatkan jalan yang lebih mudah dan mulus.


"Baiklah!"


Di atas panggung yang berada di bagian depan arena bertarung, seorang juri pertarungan menggemakan suaranya ke seluruh tempat turnamen.


"Turnamen ini hanya memiliki satu ronde saja!" Kata juri pertarungan itu, "Kami akan mengambil nama para peserta dari kotak besi ini, dua nama yang keluar akan bertarung satu sama lain hingga salah satunya menang atau ada yang menyerah!" katanya sambil menunjukkan Kotak Besi yang ada tepat di sampingnya.


"Peraturan turnamen ini juga sederhana, yakni diperbolehkan menggunakan artefak apapun dan kartu truf apapun itu! Yang tidak diperbolehkan adalah ... membunuh lawan!"


"Houh? peraturannya agak berbeda dengan 50 tahun lalu, biasanya diizinkan untuk membunuh, kali ini berbeda." Qian Mei duduk di salah satu tempat duduk sambil memangku kakinya, sementara Wen Qi dan yang lain berada di sampingnya.


Wen Qi kelihatan tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu. Ia justru berkata, "Pertarungan ini terlalu menguntungkan mereka yang memiliki keberuntungan bagus!"


Qian Mei juga tampak setuju dengannya. "Memang itu benar, jika ada seseorang yang sudah terluka parah di pertarungan lain dan kebetulan bertemu dengan peserta yang masih penuh kekuatan, itu akan terjadi ketidaksetaraan." Imbuhnya, "Tapi begitulah, dunia memang tidak adil, jadi biasakanlah diri kalian."


'J@lang ini masih mempunyai kata-kata bagus rupanya,' Wen Qi mencibir dalam hatinya.


Merasakan tatapan dari Wen Qi, Qian Mei langsung menoleh ke arahnya. "Kau setuju dengan perkataanku, kan?" Ia lalu mendekatkan bibirnya di telinga Wen Qi, "Menangkanlah dan buat Akademi Bumi sebagai akademi terbaik, mungkin aku akan memberikanmu service tambahan."


Yu Lin tidak mendengar hal itu, tapi tiga pemuda yang berada di samping Wen Qi sedikit mendengarnya dan tidak bisa membantu untuk tidak menjadi iri.


Wen Qi pun hanya memasang raut wajah cerah, seolah dia benar-benar tertarik dengan itu. Yah, jika ekspresinya terlalu datar, itu akan tidak baik.


"Baik, Senior!" jawab Wen Qi.


"Eh, apa? apa yang kalian bicarakan?" Yu Lin bertanya kepada mereka dengan penasaran.


"Tidak ada ..." Qian Mei tersenyum kepada muridnya itu, "Hanya beberapa hal kecil."

__ADS_1


"Ohhh ..." Yu Lin tidak curiga dan percaya, bagaimanapun dia adalah murid yang tidak pernah meragukan guru atau masternya sendiri.


[Bersambung!]


__ADS_2