Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 058 : Penjara Es


__ADS_3

Tepat di daerah pinggiran utara Azure Holy Land, terdapat sebuah pegunungan tertutupi salju putih yang tingginya kira-kira 50.000 meter, membentang luas dari timur ke barat dan sangat dingin!


Tidak ada kultivator Fana yang akan bisa menginjakkan kaki ke tempat ini.


Wen Qi dibawa oleh tetua yang bertugas ke atas puncak gunung, yang mana terdapat sebuah dataran seluas 100 meter di atasnya, dan terdapat sebuah pintu masuk ke dalam gunung es ini.


"Ayo jalan!" Tetua Jun Pei memaksanya dengan cara mendorongnya dengan kasar, sehingga Wen Qi dengan terpaksa berjalan lebih dahulu hingga masuk ke dalam pintu.


Setelah mereka berdua masuk, apa yang dilihat oleh Wen Qi adalah sebuah ruangan batu dan terdapat seorang petugas yang berjaga di sana, dan petugas itu adalah ... Immortal Venerable Middle Stage!


Wen Qi mengerutkan keningnya, ketika dia dipaksa oleh Tetua Jun Pei untuk menghadap petugas di sana.


"Tetua Liun." Jun Pei tersenyum kepada petugas yang berjaga itu.


"Ahh, Tetua Jun!" Tetua Liun tersenyum tipis, lalu matanya sedikit teralihkan kepada Wen Qi, "Tingkat berapa?"


"Tiga saja!" jawab Jun Pei dengan wajah penuh arti.


"Tiga? kenapa tidak langsung membunuhnya saja?" Tetua Liun mengangkat alisnya lalu mengerutkannya. Dia bingung, sebab tempat yang dimaksud oleh Jun Pei ini tidak memungkinkan seorang Immortal King Middle Stage untuk tinggal.


"Tenang saja, aku mengetahuinya." Jun Pei mengibaskan tangannya, dia sudah saksikan sendiri seberapa kuat Wen Qi. 'Bocah ini tidak mungkin mati di tempat seperti itu,' pikirnya.


"Hehhh, baiklah ..." Tetua Liun menghela nafas dan mengangguk, dia justru sedikit kasihan kepada Wen Qi karena harus masuk ke tempat semacam itu.


Karena Tetua Liun sudah tidak mempermasalahkan, Jun Pei juga menjadi lega. Dia berkata kepada Wen Qi, "Kau punya pil, 'kan? gunakan sendiri agar kau sembuh, jika kau tidak sembuh, mungkin dalam seminggu tubuhnya sudah membeku."


Dia berhenti berbicara dan berjalan keluar, namun berhenti ketika di depan pintu, untuk meninggalkan kata-kata terakhirnya kepada Wen Qi, "Jika kau membeku, tentu saja kau mati!


Tap!


Dia langsung keluar, meninggalkan mereka berdua sendirian.


"Baiklah, Nak. Ayo ikuti aku!" Tetua Liun bangkit berdiri dan memegang bahu Wen Qi, lalu dalam sekejap dia sudah menghilang menggunakan kekuatan Hukum Ruang yang dia kuasai.

__ADS_1


Ketika muncul kembali, semua pandangan Wen Qi telah berubah, di hadapan matanya terdapat sebuah jeruji besi tebal yang di dalamnya dipenuhi dengan es-es dan salju tebal abadi yang sangat mematikan.


"Semua tahanan di Lantai 3 ini sudah keluar, jadi hanya ada kau. Kuharap kau tidak gila!" jelas Tetua Liun sambil membuka kunci jeruji dengan sebuah token giok.


'Array, kah?' Wen Qi menatapnya dengan teliti.


Setelah Tetua Liun berhasil membukanya, sekaligus menarik pintu jeruji, Wen Qi dengan inisiatif sendiri langsung menginjakkan kakinya ke dalam.


"!!!"


Hawa dingin seketika seperti masuk melalui pori-pori nya dan membekukan darahnya, membuat Wen Qi tampak terkejut untuk sesaat.


"Cepat masuklah!" Tetua Liun mendorongnya dengan telapak tangan, lalu mengunci kembali jeruji besi tempat Wen Qi dihukum.


Hahh ... Hahh ...


Nafas Wen Qi menjadi tersengal-sengal, dan hidungnya menjadi memerah seperti seseorang terkena demam, tubuhnya pun menjadi dingin seperti orang mati.


Sekarang dia paham kengerian dari Penjara Es yang rumornya sudah beredar di Akademi manapun.


Tapi berdecak kesal sudah tidak ada gunanya, jadi Wen Qi mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya.


"Sekarang sebaiknya mencari tempat aman dahulu!" Wen Qi bergumam dan melihat ke sekeliling. Tempat dia berada ini seperti gua yang dalam, jadi Wen Qi memutuskan untuk masuk lebih dalam.


Saat berjalan masuk, Wen Qi sempat mencoba untuk merobek ruang, tapi itu tidak berguna, sepertinya ada sebuah array yang melarang seseorang untuk merobek ruang dari dalam penjara es ini.


Wen Qi terus menelusuri lebih dalam, hingga akhirnya ia menemukan tempat yang tidak akan bisa dilihat dari luar.


"Kurasa di sini cukup aman!"


Wen Qi pun mengeluarkan Istana Emas Langit dan menaruhnya di tempat yang sangat tersembunyi, lalu masuk ke dalamnya.


***

__ADS_1


Di dalam Istana Emas Langit. Seorang gadis kecil dan bocah kecil sedang duduk sambil berdiskusi, keduanya jelas bukan manusia, sebab yang satu adalah seorang Grass Spirit, dan yang lain adalah Ras Naga.


Mereka adalah Jia'er dan Xiao Long, keduanya kini sudah bertambah kuat, terlebih karena banyaknya sumber daya yang diberikan oleh Wen Qi kepada mereka.


Jia'er saat ini adalah Immortal Early Stage, sementara Xiao Long adalah True Immortal Middle Stage, hal yang sangat luar biasa untuk dilakukan oleh makhluk di bawah usia 10 tahun.


Tapi ini merupakan hal wajar, lagipula pembimbing mereka adalah Wen Qi yang merupakan mantan Saint Emperor, kultivator terkuat di Alam Suci, justru sangat mengherankan jika keduanya malah berkultivasi dengan lambat.


Suatu waktu, ketika keduanya sedang berfokus pada kultivasi mereka, tiba-tiba saja sebuah lubang void muncul dan dari dalamnya keluar Wen Qi yang kondisinya sangat acak-acakan dan Death Qi seperti ingin merusak tubuhnya.


Xiao Long dan Jia'er menyadari itu dan buru-buru membuka mata mereka dan membawa Wen Qi untuk duduk di atas tempat duduk.


"Kakak, apa yang terjadi?" Jia'er bertanya dengan sangat khawatir.


"Ya, ayah angkat! Apa yang terjadi padamu?" Xiao Long bertanya dengan khawatir, tapi di matanya ia menunjukkan rasa kemarahan yang mendalam, bukan kepada Wen Qi, tapi mungkin dimaksudkan kepada pelaku yang menyerang ayah angkatnya.


"Hah ..." Wen Qi menghela nafas. Entah kenapa setelah melalui semua ini, dia benar-benar merasa sangat apes, tapi setelah melihat keduanya khawatir kepadanya, hati Wen Qi menjadi sedikit lebih tenang.


Wen Qi berkata dengan senyum tipis, "Aku tidak apa-apa, kalian lanjutlah berkultivasi."


"Tapi kakak ..."


"Tapi Ayah ..."


Keduanya masih khawatir, tapi Wen Qi hanya tersenyum tenang dan memegang kepala keduanya. "Turuti saja apa kataku, aku tidak apa-apa."


"Benarkah?"


"Enn ..."


Keduanya hanya bisa menghela nafas, dan mengangguk, "Ayah angkat, aku akan membantumu nanti ketika aku menerobos Immortal King Stage! Aku akan menjadi alatmu untuk membunuh musuh-musuh, aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendiri seperti ini lagi."


Xiao Long meski sudah kecil, tapi dia sudah mulai memahami tentang dunia luar dari Wen Qi, bahwa dunia luar sangat berbahaya. Jika tidak berbahaya, Wen Qi pasti sudah membiarkan keduanya keluar setiap hari.

__ADS_1


Oleh karena itu, dia bersama Jia'er sudah bertekad untuk sepenuh hati berkultivasi dan berkultivasi, agar suatu hari mereka memiliki kekuatan yang kuat dan dapat membantu Wen Qi.


[Bersambung!]


__ADS_2