Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 057 : Pertarungan III


__ADS_3

Boom!


Wen Qi kali ini benar-benar terlempar ke belakang dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Sedangkan Yun Mao pun melompat ke belakang sambil berputar di udara, dan ketika menyentuh tanah kembali, wujudnya sudah menjadi biasa.


"Klons!"


Yun Mao menggunakan segel tangan, dan dalam sekejap muncul 4 klon baru di sekitarnya.


"Gunakan serangan terbaik!" titahnya kepada para kloning.


"Ya!" jawab semua klon serentak.


Tap!...


Wen Qi juga bangkit berdiri dengan kesusahan, sekarang wujudnya juga sudah berubah kembali, dan dia sedikit tidak berdaya.


'Sial, seluruh Immortal Qi ku sudah hampir habis! haruskah aku menyerah saja?' batin Wen Qi.


'Tapi ... sepertinya sudah terlambat!' Wen Qi melihat ke depan, pada pandangannya, Yun Mao dan keempat klon merentangkan kedua tangan mereka ke depan.


Di setiap depan telapak tangan, masing-masing Hukum Elemen yang mereka kuasai dipadatkan seperti bola cahaya yang dalam beberapa detik sudah ditembakkan ke arahnya.


"Sialannnn!!" Wen Qi buru-buru merentangkan kedua tangannya ke depan, dan bergumam: "Perisai Kegelapan!"


Swoosh!


Sebuah pelindung kegelapan yang besar langsung tercipta dari Hukum Kegelapan yang dia kuasai, kali ini dia benar-benar habis-habisan menggunakan semua Immortal Qi miliknya.


Ia bahkan mengorbankan setetes Esensi Darah untuk mengisi beberapa belas persen Immortal Qi nya agar dapat membuat pelindung tambahan di belakang Pelindung Kegelapan itu yang tercipta dari Hukum Yin dan Hukum Yang.


"Hyahhhhhh!!"


Booom!!


Lima serangan terkuat membombardir tempat Wen Qi, mengakibatkan sebuah ledakan super besar yang langsung menghancurkan seluruh arena pertandingan, dan bahkan dampaknya menyebar ke sekitar, memaksa para Immortal Venerable harus bergabung untuk menciptakan pelindung raksasa.


Boooooooommmm!!


Pandangan semua orang menjadi serius ketika dampak ledakan itu secara perlahan mulai menyusut dan debu mulai mengendap memenuhi seluruh arena pertandingan.


Siapa yang menang?


Mungkin itu yang ada di benak semua orang di tempat ini.

__ADS_1


Pada detik-detik penantian mereka, tiba-tiba saja semua orang dikejutkan ketika debu sudah mulai mereka.


Sringggg!!


Terlihat jelas di atas tempat bertanding yang masih tersisa, Wen Qi kini menaruh Pedangnya yang tajam di samping leher Yun Mao, begitu juga Yun Mao yang kini menaruh pedang di samping leher Wen Qi.


Terkejut!...


Bagaimana bisa?


Semua orang kebingungan, padahal baru beberapa detik lalu Wen Qi ada di sisi lain arena, kenapa dan bagaimana bisa sekarang ada di hadapan Yun Mao?


Merobek ruang? itu tidak mungkin sebab ruang pasti terganggu akibat serangan sebelumnya, hanya mereka yang memahami Hukum Ruang yang bisa melakukan hal berbahaya semacam ini.


"Wen Qi, kau benar-benar tidak ingin dibunuh olehku, heh ..." Yun Mao memandangnya dengan dingin.


Wen Qi membalas, "Kalah adalah hal biasa, tapi mati adalah hal yang memalukan bagi diriku!"


"Kau hanya pengecut!" Yun Mao berdecak kesal.


Pengecut?


Semua orang bingung apa maksud perkataan Yun Mao barusan.


Tiba-tiba suara menyebar ke telinga semua orang, lalu dari langit, turun seorang lelaki tua berambut putih mengenakan jubah biru.


"Holy Master!" Para tetua langsung menangkupkan tinju mereka ketika melihat kehadiran lelaki tua ini yang rupanya adalah seorang Holy Master atau dengan kata lain adalah pemimpin dari Azure Holy Land ini.


Auranya sangat tenang, sehingga semua orang tidak bisa menyadari apa ranah kultivasinya, yang jelas itu sangat mendalam!


"Holy Master, maafkan kelancangan saya. Tapi apa yang anda maksud dengan merusak reputasi murid Azure Holy Land?" salah satu tetua bertanya.


Seketika tatapan semua orang langsung terfokus kepadanya, untuk menantikan apa yang akan diucapkan olehnya.


"Dia menggunakan Jimat Teleportasi Absolut," Imbuhnya, "Dan itu haruslah kelas Immortal Venerable Middle Stage."


Terkejut!...


"Dia benar-benar pecundang!" Beberapa murid langsung mengarahkan tatapan menjijikkan kepada Wen Qi.


"Ya! Benar! Aku lebih baik mati dari pada melakukan tindakan memalukan seperti ini!" Para murid yang lain setuju.


Seketika banyak ejekan dan siulan yang diarahkan kepada Wen Qi, sebagai bentuk kekesalan para murid kepadanya, bahkan para tetua pun memandang Wen Qi dengan kecewa.

__ADS_1


"Saudara Wen ..." Yu Lin memandangnya dengan khawatir, dia lah yang membawa Wen Qi ke sini, jadi hal ini membuatnya sedikit merasa bersalah.


"Hmm ..." Qian Mei juga sedikit menatap Wen Qi dengan tatapan kecewa sekaligus agak khawatir.


'Bakatnya sangat bagus, aku harus menyelamatkannya, dia akan menjadi aset berharga Akademi Bumi di masa depan! Sekarang saja dia kalah, tapi jika ranahnya sama, mungkin dia bisa menyeimbangi Yun Mao.'


Setelah memutuskan seperti itu di dalam benaknya, Qian Mei pun maju selangkah ke samping dan menangkupkan tinjunya.


"Holy Master, anak ini adalah murid Akademi Bumi ku, biarkan aku saja yang menghukumnya!" kata Qian Mei.


"Wanita ini ..." Beberapa tetua dari Akademi lain jelas tahu apa yang diinginkan oleh Qian Mei, bagaimana mereka bisa membiarkan itu?


"Ehem, Nyonya Qian, bocah ini melakukan hal pecundang kepada Tuan muda Yun dari Akademi Menengahku, harusnya aku yang menghukumnya," kata tetua dari Akademi Menengah.


Hal ini semakin membuat kesal akademi yang lain.


"DIAMLAH!" Holy Master tiba-tiba angkat bicara, sentakan suaranya saja sudah cukup untuk melepaskan Immortal Qi yang kuat ke sekitar dan membuat semua orang keringat dingin.


"Bocah!" Holy Master melihat ke arah Wen Qi.


"Hmm?" Wen Qi menoleh.


"Mulai hari ini, kau akan menanggung hukumanmu dengan tinggal di dalam Penjara Es!" ungkapnya.


"!!!"


Mata semua orang terbuka lebar, bahkan Qian Mei tidak berharap Holy Master akan sekejam ini.


"Itulah keputusanku!" tegas Holy Master, terutama kepada para tetua-tetua.


"Jun Pei, bawa dia ke Penjara Es!"


Setelah dia memberi perintah seperti itu, seorang Immortal Venerable Middle Stage pun tiba-tiba muncul di dekat Wen Qi dan tanpa basa-basi lagi langsung membawanya pergi.


"Wen Qi ..." Yu Lin bangkit berdiri dan memandang ke arah kepergian mereka dengan khawatir dan kasihan.


Qian Mei juga menghela nafas, dia sudah melakukan upaya terbaik, tapi semua keputusan ada di tangan Holy Master, dia tidak bisa apa-apa.


Sementara Yun Mao juga hanya berdiri di sana dan melihat ke kejauhan, dia bergumam, "Aku masih saja dipermainkan oleh triknya, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa membunuhnya!"


Sejak awal dia benar-benar bermaksud untuk membunuh Wen Qi, dia tidak peduli tentang hukuman nanti, sebab dia adalah anak dari Holy Master, di tempat ini, siapa yang berani menghukumnya?


'Tapi biarkan saja dia menjadi putus asa di tempat itu, aku juga ingin melihat wajah keputusasaan nya nanti, hehe.'

__ADS_1


[Bersambung!]


__ADS_2