Scammer Cultivator

Scammer Cultivator
Chapter 053 : Turnamen Kompetisi


__ADS_3

Turnamen antar keempat akademi bergengsi di dalam Azure Holy Land pada akhirnya dimulai.


Juru pertandingan juga mulai membacakan nama-nama peserta yang akan bertarung.


"Ting You melawan ... Tang Zhang!" teriak Juru pertandingan yang memiliki kultivasi Immortal Venerable Early Stage.


Para peserta yang dipanggilkan namanya langsung pergi ke atas tempat bertarung dan memberikan salam formal satu sama lain, artian mereka menghormati satu sama lain.


"Aku Ting You dari Akademi Bintang!"


"Aku Tang Zhang dari Akademi Menengah!"


"Mohon bimbingannya!"


"Baiklah, mulai!" perintah sang juru setelah melihat kedua belah pihak sudah siap.


"Ya!"


Pertarungan akhirnya dimulai, serangan demi serangan dilancarkan demi melukai pihak lawan, dan gerakan menghindar dilakukan sebaik mungkin untuk meminimalisir kemungkinan terluka atau cedera pada saat bertarung.


Dan ini merupakan pertarungan yang memanjakan mata, semua orang adalah perwakilan terbaik dari masing-masing akademi, jadi ini adalah pertandingan antara terbaik vs terbaik.


Segala pertarungan dilaksanakan, namun orang yang dicari oleh Wen Qi belum menunjukkan dirinya, orang yang mencolok ...


"Mereka semua kuat-kuat, aku sedikit gugup!" Yu Lin berkata dengan pandangan agak terkejut.


"Tenanglah, Lin'er, tenang dan konsentrasi, itu adalah kunci kemenangan." Qian Mei menasehatinya.


"Baik, guru!"


"Selanjutnya!"


"Wing Youwei melawan ... Yu Lin!"


Terlalu tiba-tiba ... pikir Yu Lin.


"Master, kalian, aku pergi dahulu!" kata Yu Lin sebelum akhirnya bangkit berdiri.


"Saudari Lin, semangatlah!"


"Ya, kami mendukungmu!"


"Enn!"


Ketiga yang lain tampaknya benar-benar mendukung Yu Lin, dibandingkan dengan Wen Qi yang hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Pergilah ..." kata Qian Mei.


"Baik, Master!"


Yu Lin meloncat turun dari kursi penonton dan tiba di atas tempat bertarung.


Yu Lin membuang muka ke sisi lain, dan yang menjadi lawannya yang rupanya adalah seorang wanita juga.


"Wing Youwei dari Akademi Bintang!"

__ADS_1


"Ehh ... emmm." Yu Lin juga menangkupkan tinjunya dan berkata, "Yu Lin dari Akademi Bumi!"


"Apakah kalian berdua sudah siap?" tanya sang juru pertandingan.


"Siap!" jawab keduanya secara serentak, sambil mengeluarkan pedang mereka masing-masing.


"Mohon bimbingannya!" keduanya menangkupkan tinju lagi, sebelum akhirnya mengambil posisi bersiap.


"Baiklah, mulailah!"


"Mmmm!"


Pertarungan antar dua wanita itu pun dimulai, dengan pedang indah di tangan mereka, itu berhasil menciptakan percikan api yang membara.


Tringgg!


Keduanya berbenturan pedang lagi dan memandang satu sama lain dengan tatapan penuh ambisi.


"Flame Body!"


Tepat setelah keduanya mengatakan itu, di seluruh tubuh mereka langsung diselimuti oleh api yang menyala-nyala.


Api itu difokuskan semuanya dengan cepat kepada Pedang mereka sehingga kelihatan semakin mematikan, lalu pertarungan kembali berlanjut.


Bang!


Setiap kali pedang api itu saling bertabrakan, itu seperti benturan antara dua lonceng kuil, mengakibatkan gelombang kejut yang menyebar ke sekitar.


Wen Qi menyaksikan semua ini dengan pandangan santai sambil menilai situasi.


'Cukup kuat, jika sosok seperti ini berada di Bidang Bintang atau Alam Fana, mungkin satu serangan mereka cukup untuk menghancurkan Bidang Bintang yang berisi kuadriliun bintang itu.'


"Hyahhhhhh!!"


Di atas tempat bertarung, Wing Youwei mencoba menebas lengan kiri Yu Lin, namun sebelum berhasil Yu Lin sudah terlebih dahulu menghindar beberapa inchi ke belakang sehingga hanya pakaiannya saja yang terobek.


Sebagai balasan itu, Yu Lin juga mengayunkan pedangnya ke arah perubah Wing Youwei, tapi juga hanya bisa merobekkan pakaiannya saja sehingga memamerkan tubuh ramping berotot wanita tersebut.


"Wow ..." Banyak lelaki hidung belang yang kemerahan ketika melihat tubuh mulus Wing Youwei.


Wing Yuowei melompat ke belakang untuk membuka jarak, ia mengatur nafas, begitu juga Yu Lin yang terlihat sudah agak lelah.


"Kau lumayan kuat!" Puji Wing Youwei.


"Kau juga tidak buruk!" Yu Lin sedikit menyeringai sambil mengusap keringat di dagunya.


"Mari akhiri ini!"


"Ya!"


Keduanya lanjut bertarung kembali, bedanya kali ini lebih sering memberikan banyak serangan beruntun yang menguras tenaga mereka.


Yu Lin lebih sering menggunakan serangan menusuk, sementara Wing Youwei lebih sering menggunakan serangan menyamping yang mengincar lengan Yu Lin.


Setiap serangan mengandung tekad dan semangat mereka, masing-masing dan tiap-tiap serangan berdasarkan insting dan evaluasi mereka kepada satu sama lain, seolah mereka mencoba untuk beradaptasi satu sama lain dengan cepat.

__ADS_1


"Teknik Rahasia: Bola Api!"


Yu Lin memunculkan lima bola api dengan suhu 100 Juta derajat celcius yang langsung dia kerahkan ke arah Wing Youwei sementara dirinya melompat ke belakang.


"Bola api yang menakutkan, tapi ..." Wing Youwei juga melompat ke belakang sementara tangannya membentuk segel tangan, "Naga Api!"


Swoosh!


Fire Qi dari dalam tubuhnya langsung mewujudkan lima ekor naga api yang terbang ke depan dengan rahang terbuka ingin melahap Bola-Bola Api tersebut.


"Ledakan!"


Kabut asap memenuhi seluruh tempat, sementara itu di dalam kabut asap, keduanya sudah kembali melancarkan serangan ilmu pedang mereka dengan cepat kembali.


"Tebasan ..."


"Tebasan ..."


Keduanya sudah mengayunkan pedang mereka ketika mereka berkata ...


"Langit!"


"Bumi!"


Tringggg!


Bang!


Kabut asap putih di tempat mereka sepenuhnya menghilang, menunjukkan Wing Youwei dan Yu Ling yang kini sudah menaruh pedang mereka di masing-masing leher mereka.


"Terkejut!"


Semua orang menganggap ini adalah seri, tapi sang juru atau wasit pertarungan ini belum mengumumkan apa hasil pertarungan ini.


"Hmmm ..." Juru wasit melihat dengan lebih teliti dan cermat, baru kemudian dia sadar ada darah yang sedikit mengalir di leher Wing Youwei.


"Pemenangnya adalah Yu Lin!"


"Yeahhhhh!!" Ketiga murid akademi bumi yang lain terlihat gembira.


Mereka benar-benar penggemar Yu Lin, seperti itulah yang dipikirkan oleh Wen Qi ketika melihat semangat di wajah mereka.


Sementara mereka bersenang, ada juga Akademi Bintang yang dilempari ejekan, dan hinaan. Seperti itulah dunia ini, pemenang dipuji, yang kalah hanya mendapatkan cacian.


Yu Lin akhirnya kembali ke samping Qian Mei dan ia tidak bisa menahan diri lagi sebelum akhirnya jatuh ke pangkuan Qian Mei.


"Master ... aku ... aku sangat lelah."


"Kerja bagus, tidurlah!" kata Qian Mei dengan senyum tulus sambil mengusap kepala gadis itu.


'Wanita ini sepertinya tidak terlalu buruk ...' batin Wen Qi, 'Setidaknya ia masih peduli pada Yu Lin.'


"Apa yang kau lihat Wen Qi? apa kau juga ingin?" Qian Mei menatapnya dengan senyum provokasi.


Wen Qi yang mendapatkan respon seperti itu sedikit mencibir, dia menarik kembali kata-katanya, 'Wanita ini tetaplah hanya seekor rubah betina!'

__ADS_1


Wen Qi berdehem sekali dan mengalihkan pembicaraan. "Ehem! Pertarungan selanjutnya sepertinya akan segera dimulai!"


[Bersambung!]


__ADS_2