
"Pedang Penakluk!"
Ketiganya berseru kegirangan, dan menatap rakus kepada Wen Qi.
Melihat tingkah mereka ini, Wen Qi tersenyum dingin dan berkata sambil menyodorkan Pedang Penakluk ke depannya, "Apa kalian menginginkan ini?"
"Ya—"
Sebelum ketiganya dapat berkata lebih jauh lagi, Wen Qi langsung memotong, "Pedang Penakluk hanya ada satu, kepada siapa aku harus berikan?"
Terdiam!...
Benar juga, Pedang Penakluk hanya ada satu, sementara mereka ada bertiga, tentu saja tidak akan adil.
Tapi ketiganya tampak berpikir keras.
"Benar juga!" kultivator muda berambut hijau langsung menunjuk Wen Qi dengan jarinya, "Anjing kampung, berikan itu kepadaku sekarang!"
'A ... Anjing Kampung?' wajah Wen Qi seketika menjadi gelap.
"Saudara Yian Li, jangan terlalu sombong, pedang itu adalah milikku!" ucap kultivator muda berambut hitam legam, tapi perkaranya juga tidak setujui oleh pihak lainnya.
"A Yuzhuo, Pedang Penakluk itu adalah milikku!" ucap kultivator muda berambut kuning dengan wajah keras kepala.
**Pada akhirnya ketiganya menatap satu lain dengan rasa permusuhan, namun sepertinya salah satu dari mereka mendapatkan ide yang bagus.
"Benar, kita bawa pedang itu bersama-bersama kepada Pemimpin Azure Holy Land saja! Dengan begitu kita akan mendapatkan imbalan besar!"
Mendengar pendapat dari Yian Li, keduanya yang lain sepertinya nampak berpikir sejenak, lalu menyetujuinya.
"Itu sepertinya ide bagus!"
"Aku juga berpikir ini ide yang bagus!"
Setelah keduanya menyetujui ide ini, dari dekat juga terdengar suara lain.
"Hmm, ide yang bagus, tapi itu akan tetap menjadi rencana!"
Seketika ketiganya merinding, dan cepat-cepat memasang pelindung di depan mereka.
Slash!...
Seperti menghancurkan kayu kering dan menghancurkan gulma kering!
Pelindung yang diciptakan oleh gabungan ketiganya itu langsung terpotong secara horizontal sebelum dapat tercipta secara sempurna.
__ADS_1
Tidak sampai di situ saja, Pedang Penakluk juga terus berlanjut hingga memotong tubuh ketiganya.
Pah!...
Seperti memotong ekor cicak, setelah tubuh ketiganya terbelah dan terpisah ke tanah, otak ketiganya sepertinya masih sadar, sehingga ketiganya menatap dengan penuh ketakutan kepada Wen Qi.
Semenit adalah hal yang wajar bagi seorang True Immortal dapat bertahan, namun ini juga merupakan penyiksaan karena mereka harus menanggung penderitaan sebelum akhirnya meninggal.
Melihat raut wajah keputusasaan dari ketiganya yang tergeletak dengan sebagian tubuh, Wen Qi memasang tatapan dingin.
"Jangan menatapku seperti itu ..." Wen Qi mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya ke bawah, "Dasar bodoh!"
* * *
Setelah selesai mengakhiri hidup ketiganya, Wen Qi mencari sebuah pulau untuk menyembuhkan dirinya, sekaligus untuk memeriksa apa saja yang dia dapatkan kali ini.
"Sebelumnya aku mendapatkan total 5 inti monster, yang cukup unik." Wen Qi bergumam dan mengeluarkannya.
"Kelima inti monster ini mengandung kekuatan elemen air yang kuat, mungkin akan sangat baik menggunakannya untuk menyempurnakan teknik tingkat saint milikku!"
Sebuah Teknik Saint, haruslah teknik yang berasal dari Alam Suci, dan untuk di alam abadi, namanya adalah Teknik Immortal, dan pastinya jauh lebih lemah dari Teknik Saint.
"Teknik Saint ini kalau tidak salah namanya adalah Porcupine Ball!" gumamnya mengingat teknik satu ini.
"Sebaiknya aku mempelajarinya saja, karena sepertinya akan lebih banyak bahaya untuk jalan ke dalam sana!"
Wen Qi sadar bahwa ini haruslah masih setengah perjalanan, namun musuh sudah seperti ini, bagaimana jika masuk lebih dalam? bahkan mungkin Spirit Beast Alam Great Immortal Stage juga akan ada.
Dirinya saat ini hanyalah setara Great Immortal Early Stage, merupakan hal menakjubkan karena dia bisa melawan banyak ranah di atasnya, padahal perbedaan antara Early Stage dengan Peak Stage itu sangatlah jauh bagi kultivator normal.
Wen Qi memang seorang jenius!
Tanpa warisan orang kuat, hanya bermodalkan bakat, tekad, dan keberuntungan, dia dapat mencapai ranah tertinggi di Alam Suci di kehidupan sebelumnya.
* * *
Beberapa hari kemudian, Wen Qi terbang keluar dari pulau terpencil tersebut dan terbang terus menuju Hutan Abadi Kuno.
Namun, keberuntungan sepertinya ada di pihaknya. Selama sebulan ini, Wen Qi sama sekali tidak menemukan lawan yang kuat, paling kuat hanyalah Spirit Beast tingkat True Immortal Early Stage, hal ini membuat Wen Qi merasa senang, karena dengan begitu akan lebih mudah.
Setelah sehari kemudian, Wen Qi akhirnya dapat melihat sebuah daratan yang terbentang luas di depan sana.
Hutan Abadi Kuno!
'Daripada disebut hutan, ini layak disebut sebuah benua kecil!'
__ADS_1
Bahkan panjang Hutan Abadi Kuno dari kiri ke kanan mungkin setara dengan ratusan bintang yang dijejerkan secara bersama, dan untuk panjang ke belakang, itu sangat luas dan tidak diketahui.
"Hehe, semoga aku mendapatkan banyak hal bagus di dalam sana!"
Wen Qi mempercepat kecepatannya, dan dalam sekejap telah menempuh jarak sejauh dua juta mil dalam beberapa detik.
"Ughhh!"
Tubuh Wen Qi ketika memasuki Hutan Abadi Kuno, langsung tertarik turun ke daratan, seolah ada sesuatu tak kasat mata yang menekan seluruh tubuhnya ke bawah.
Tap!...
Setelah mendarat, Wen Qi melihat ke sekeliling, "Prinsip dunia yang aneh, sepertinya tidak mengizinkan seorang Great Immortal dan ke bawahnya untuk terbang!"
Hal seperti ini bukan pertama kali, memang ada beberapa tempat di dunia ini yang aneh seperti ini, jadi dia tidak terlalu terkejut.
Wen Qi menggelengkan kepalanya, dan masuk lebih dalam.
* * *
Setelah seharian penuh masuk ke dalam Hutan Abadi Kuno, Wen Qi sadar tentang satu hal, yaitu ada banyak orang!
Memang dia belum pernah bertemu dengan seseorang, namun ada tersisa banyak bekas pertarungan, baik kuat maupun lemah.
Dan dari kelihatannya, rata-rata adalah kultivator True Immortal Stage yang datang ke Hutan Abadi Kuno ini.
"Mereka ini datang tidak secara perseorangan, tapi sepertinya dalam sebuah tim antara tiga sampai lima orang, mungkin hany aku satu-satunya Immortal Stage yang masuk tanpa rekan ke dalam Hutan Abadi Kuno!"
Ledakan!...
Wen Qi tiba-tiba memandang ke arah timur, di mana terdengar suara ledakan barusan. Tapi Wen Qi tidak tertarik, dia lebih memilih masuk lebih dalam daripada mengurus hal yang tidak terlalu menarik minatnya.
Lagi pula tujuannya mencari Eternal Fruit, dan tidak mungkin Eternal Fruit hidup di tempat yang minim energi langit dan bumi di tempat ini.
* * *
Tring!
Di tengah-tengah tanah lapang yang tandus, Wen Qi kini sedang bertarung dengan seekor tikus tanah raksasa yang menyerang Wen Qi dengan cakar tajam dan runcingnya.
Ting!...
Wen Qi melompat ke belakang, dan menatap Tikus Tanah Raksasa di depannya dengan serius, "Kau sangat menganggu!"
[Bersambung!]
__ADS_1