
"Kau tidak akan percaya kepada penipu, yah ..." Wen Qi tersenyum santai, dan bertanya kepadanya, "Lantas bagaimana jika perkataanku ini benar?"
Ia menjawab, "Jangankan menjadi bawahan mu ... aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan selama 500 tahun tanpa keberatan sedikitpun!" Wanita itu berkata dengan serius, bisa dilihat dari nada berbicara dan raut wajahnya itu.
'Hoh?'
Wen Qi tersenyum, seolah dia tahu sesuatu, tapi tidak mengatakannya, karena menurutnya itu masih sebatas tebakan belaka.
"Aku akan menunjukkan mu sesuatu!"
Setelah berkata, Wen Qi pun memejamkan kedua kelopak matanya dengan tenang sejenak selama beberapa saat, lalu membukanya kembali.
Niat Suci!
Wushhhh ...
Dengan suara dentuman energi yang menggebu dalam dirinya, tubuh Wen Qi langsung mengeluarkan sesosok raksasa emas setinggi lima puluh meter menjulang ke langit-langit.
Sosok itu memiliki rupa yang mirip dengan Wen Qi, namun lebih perkasa dan wibawa serta aura yang dikeluarkannya layaknya seorang dewa perang kuno yang turun dari langit.
"Astaga ..."
Merasakan aura dan tekanan yang dipancarkan oleh sosok emas di hadapannya, wanita itu hanya bisa terdiam sejenak, melamun.
Namun, sosok emas itu hanya muncul 10 detik dan memudar sampai menghilang secara perlahan.
"Hah ... Hah ... Hah ..." Wen Qi berkeringat deras dan berkata dengan wajah sedikit pucat, "Apa kau sekarang percaya? bahkan dibandingkan dengan Niat Kaisar milik Immortal Emperor, punyaku jauh lebih lemah, tapi jauh lebih mendalam!"
"..." Dia masih tertegun, sampai akhirnya terbangun ketika Wen Qi mengatakan hal itu.
"Apa yang kau katakan itu benar ... Itu jauh lebih mendalam dan perkasa! Meski itu sangat lemah ..."
Melihat wanita di hadapannya yang sudah mulai percaya, Wen Qi pun tersenyum dalan hatinya, 'Niat Suci adalah Perwujudan dari seseorang yang memahami konsep Kesucian, sebenarnya tidak begitu menguras tenaga dan bisa disesuaikan seberapa besar Niat Suci harus dikeluarkan, tapi untuk meyakinkan wanita ini, aku harus berpura-pura lelah ...'
"Tapi ini belum tentu benar! mungkin saja yang baru saja itu adalah sebuah teknik rahasia ..." Wanita itu tetap berpegang teguh pada keyakinannya dan memilih untuk tidak percaya kepada Wen Qi dahulu.
__ADS_1
Wen Qi yang pusing pun menggelengkan kepalanya, "Apa kau ini bukan kultivator?"
"Kultivator? tentu saja aku kultivator," ungkapnya.
"Tidak, tidak," Wen Qi menggelengkan kepalanya. "Kultivator sejati percaya bahwa Martial Dao itu tak ada habisnya, kau ini bukan kultivator sejati!"
Tup!...
Jantung wanita itu berdetak kencang dan matanya sedikit melebar ketika mendengarkan perkataan Wen Qi yang baru saja terucapkan.
"Jangan hanya melamun, katakan, apakah kau mau mengikutiku atau tidak?!" Wen Qi mengulurkan tangannya, bertindak seperti seorang yang sangatlah ramah.
"..."
Tap!...
Wanita itu mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Wen Qi.
"Kita sepakat, tapi ingat, hanya 500 tahun!"
* * *
"Hah, kau tidak bisa mengendalikannya?!" Wen Qi nampak tersentak mendengar jawaban wanita di hadapannya.
"Ya, apa gunanya aku berbohong? artefak ini juga berhasil aku dapatkan saat sedang melarikan diri 500 tahun yang lalu, dan aku belum sempat menyempurnakannya dikarenakan aku juga terkena cedera dan baru saja sembuh beberapa saat yang lalu!"
Mendengar ungkapan wanita di depannya ini, Wen Qi tampak terdiam, dan bergumam dalam hatinya, 'Sial, jika aku tahu akan begini, bagaimana mungkin aku tertarik menjadikannya bawahanku?!'
Wen Qi bertanya lagi, "Lalu, Cai Xi, apa saja yang kau ketahui tentang labirin ini? kau dapat tinggal di dalam sini selama 1.000 tahun tanpa gangguan, itu artinya kau tahu tempat yang aman di dalam labirin ini, bukan?"
"Tentu saja aku tahu!" Cai Xi mengangguk, dan menjelaskan, "Sesaat sebelum aku cedera parah, aku sempat menyelidiki seluruh jalur labirin menggunakan Kesadaran Spiritual ku, dan bisa dibilang aku mengetahui semua jalan, bahkan ruang rahasia dan jebakan di dalam labirin ini!"
"Itu bagus!" sahut Wen Qi dengan wajah penuh senyuman.
"Lantas, apa yang kau rencanakan sekarang?" Cai Xi bertanya dengan raut wajah penasaran.
__ADS_1
"Apa lagi? tentu saja menemukan semua harta karun berharga di labirin ini!" jawabnya.
"Dengan dirimu yang saat ini? asal kau tahu, untuk mendapatkan harta karun, kau harus melawan banyak Spirit Beast dan lainnya yang sangat kuat!" Cai Xi tampak cukup meragukannya, bagaimanapun meski Wen Qi dapat mengalahkannya, tapi itu karena dia menganggap remeh Wen Qi, jika tidak, Wen Qi tidak akan menang saat ini.
"... Sudahlah, cukup tuntun saja aku!" Wen Qi terlihat sudah malas berbicara lagi, karena terlalu buang-buang waktu menurutnya.
"Emm, baiklah ..."
* * *
Beberapa hari kemudian berlalu bagai angin malam yang cepat, hingga tanpa sadar kini Wen Qi sudah mendapatkan begitu banyak harta karun di tangannya, dan menghindari lebih banyak jebakan di labirin ini.
Dalam beberapa hari terakhir juga Wen Qi sudah mendengar-dengar sesuatu yang terkait dengan labirin ini maupun tidak, baik dari pengunjung tempat ini, maupun dari Cai Xi sendiri.
Menurut yang dia dengar dari Cai Xi, Cai Xi sendiri baru saja terbangun dari kultivasi penyembuhannya tepat ketika Istana Emas Langit muncul, saat itu Cai Xi ingin pergi ke ruangan pusat, namun tanpa sengaja dia menemukan Wen Qi dan bermaksud untuk menjadikannya sebagai muridnya, tapi nasib berkata lain.
Lantas kenapa Cai Xi tidak terkirim ke luar saat sedang masa pemulihan? menurut Cai Xi, ruangan yang dia tempati kala itu sepertinya adalah ruangan khusus atau tidak — semacam kegagalan.
Wen Qi juga berpikir demikian, karena menurut pemahaman Wen Qi sebagai master penempaan Bintang 6, ini pastilah karena kecacatan pada artefak ini, dan ada juga kemungkinan kedua yaitu karena adanya Spirit Artifact (Roh Artefak) yang mengendalikannya.
Tapi untuk kemungkinan kedua ini sangatlah rendah, karena jika memang adalah Spirit Artifact yang mengendalikan Istana Emas Langit ini, maka sudah pasti ia tidak akan mengizinkan seorang seperti Cai Xi tinggal dalam masa penyembuhan selama 1.000 tahun di dalam sini.
"Jadi ... di depan sana!"
Wen Qi dan Cai Xi berhenti bergerak dan menatap ruang gelap di depan mereka.
"Aku ingat terakhir kali ketika memeriksa seluruh Istana Emas Langit ini menggunakan kesadaran spiritualku sesaat sebelum aku terluka parah, bahwa tempat ini adalah pusatnya!"
"..." Wen Qi terdiam sejenak, dan menatap ke dalam dengan tenang, 'Tidak ada keanehan ...'
"Kalau begitu aku yang masuk, kau tunggu aku di sini, jangan biarkan seorangpun berani masuk ke dalamnya!"
"Baik ... Tuan!" Cai Xi sedikit membungkuk.
Mendengar dirinya dipanggil dengan terhormat seperti itu, Wen Qi agak tertegun, tapi kemudian wajahnya kembali normal dan tidak mempedulikannya lagi, lalu memilih untuk berjalan masuk.
__ADS_1
[Bersambung!]