
"Iblis!"
Mungkin seperti itulah yang dipikirkan semua orang saat ini ketika melihat perubahan Wen Qi yang bisa dibilang cukup menakutkan.
Empat tangan lain muncul, dua tangan paling belakang memegang Hukum Yin dan Hukum Yang, dua tangan di tengah memegang Hukum Panah dan Hukum Tombak. Sementara dua tangan di depan, salah satunya memegang pedang yang sudah dilapisi oleh Hukum Pedang.
Bukan itu saja yang membuat semua orang saat ini tidak bisa membantu untuk tidak terkejut, akan tetapi ...
"Rupanya dia pengguna Lima Hukum juga, dan lagi itu semua Hukum Bintang 5! Keduanya benar-benar monster di dunia ini." Qian Mei memandang mereka dengan tenang, tapi ada rasa semangat untuk bisa menyaksikan pertarungan mendebarkan ini.
"Huffttt ..." Wen Qi menghembuskan nafas panas keluar dari hidungnya dan memandang Yun Mao dengan tatapan tajam.
Yun Mao berkata, "Wen Qi ..." Dia secara perlahan memejamkan mata, lalu membukanya, "Ayo! Aku akan mengalahkanmu kali ini!"
"Dewa Elemen!"
Boom!
Ledakan Qi menyebar dari dalam tubuh Yun Mao, membuat gelombang Immortal Qi yang terhempas hingga ke sekeliling tribun, membuat para Immortal Venerable terpaksa harus turun tangan untuk melindungi para murid.
Sheessshh ...
Sebuah lingkaran cahaya berwarna putih muncul di belakang punggung Yun Mao, yang menyinari sampai ke mana-mana, padahal siang hari.
Namun bukan itu intinya. Selanjutnya terjadi juga perubahan yang mencolok pada setiap tubuhnya, mulai dari seluruh tubuhnya yang berubah menjadi emas karena diselimuti oleh Hukum Emas.
Tinjunya pun mulai diselimuti oleh Hukum Tanah, kedua matanya pun berwarna merah menyala seperti kobaran api karena terselimuti oleh Hukum Api, dan meski tidak kelihatan, tapi vitalitas pada tubuhnya kini meningkat dikarenakan penuh dengan Hukum Kayu.
Perubahannya tidak menakutkan, tapi ia lebih terlihat seperti seorang dewa pembunuh yang turun dari langit untuk menghakimi manusia.
"Wen Qi, ini mengingatkan masa lalu." Yun Mao tersenyum getir.
"Ya, saat ketika aku membunuhmu!" sambung Wen Qi tanpa senyum sedikitpun, hanya niat membunuh yang bisa dia arahkan kepada Yun Mao.
"Ckkk ..." Yun Mao mendengus dingin mendengarnya. "Kali ini kau yang akan kalah!"
"Kau bisa mencobanya."
__ADS_1
"Baiklah ...!!" Tanpa basa-basi lagi Yun Mao langsung melesat dengan kecepatan cahaya dan tiba di depan Wen Qi dengan gerakan menikam dengan pedangnya.
Tring!
Tombak di tangan ketiga Wen Qi menghalau serangan itu, lalu Wen Qi pun mencengkram pedangnya dengan erat dan hendak menusuk ke arah perut Yun Mao.
Sruuuttt ...
Tinju kiri Yun Mao yang kini sudah diselimuti oleh Hukum Tanah langsung mencengkeram pedang Wen Qi sebelum bisa mengenainya.
Yun Mao menggumamkan sesuatu, lalu mulutnya tiba-tiba membengkak seperti katak. "Semburan Naga!" Dari dalam mulutnya langsung disemburkan keluar Hukum Air yang langsung mengarah ke arah wajah Wen Qi.
"Ckkk!" Wen Qi sedikit berdecak kesal dalam hatinya, sebelum akhirnya menggunakan tangan kirinya yang kosong untuk menghalau serangan itu, mengakibatkan dirinya sedikit terpental ke belakang dalam kondisi melayang.
Dalam kondisi itu, Wen Qi mengalir kekuatan Hukum Yin-Yang kepada panahnya, lalu melesatkan tanpa menggunakan busur sekalipun. "Panah Yin-Yang!"
Swoooshhh!!
Dengan cepat Panah itu ditembakkan, lalu Wen Qi pun memutar badannya untuk berdiri tegak sementara saat ini Yun Mao harus berhadapan dengan Panah Yin-Yang.
"Merepotkan!" Yun Mao mau tidak mau langsung menggunakan kekuatan Hukum Tanah sehingga dalam sekejap muncul banyak dinding tanah di hadapannya.
Swoosh!
"Hei, Panah itu datang ke sini!"
Para penonton menjadi cukup merinding menyaksikan panah yang dilapisi oleh Kekuatan Yin-Yang mengarah ke arah mereka.
"Tenanglah!"
Seorang Tetua langsung maju ke depan mereka dan merentangkan kedua tangannya ke depan sehingga menciptakan sebuah pelindung seperti perisai emas yang melindungi mereka.
'Ini pasti cukup—!'
Booomm!!
Perisai emas itu memang benar-benar bisa menahannya, tapi setelah beberapa saat itu dihancurkan dan panah bergerak melewati samping telinganya.
__ADS_1
Swoosh!
Untung saja di belakangnya sudah tidak ada murid-murid, jadi panah itu hanya berlanjut keluar dari area penonton.
Gila!
Bagaimana bisa?!
Bukan hanya tetua itu saja yang terkejut, tapi bahkan mereka para Immortal Venerable Early Stage tidak bisa menahan untuk tidak terkejut.
Mulut tetua yang sebelumnya memasang perisai sedikit berkedut. "Aku kira 30% kekuatan saja sudah cukup, bocah ini benar-benar monster," gumamnya sambil melihat ke arah Wen Qi. Pandangannya pun diarahkan kepada Yun Mao, 'Tapi Tuan muda Yun juga luar biasa, layak menjadi anak dari Holy Master!'
"Wen Qi!" Yun Mao kembali bertemu dengan Wen Qi dan melancarkan serangan yang lebih cepat dari sebelumnya, begitu juga Wen Qi yang terus menerus melancarkan serangan balasan.
Pertarungan mereka sangat mendebarkan saat ini, setiap serangan mewakili Hukum Bintang 5, hukum yang biasanya hanya para Immortal Venerable Middle Stage bisa gunakan.
Namun, karena penggunaan Hukum Bintang 5, otomatis kekuatan mereka pun berkurang dengan sangat cepat, jadi keduanya tidak berani menggunakan gerakan yang sia-sia.
Dengan berlalunya waktu, Wen Qi pun terus dipojokkan, hal ini dikarenakan faktanya Yun Mao adalah Immortal King Peak Stage dan itu masih lebih kuat dari Immortal Venerable Early Stage.
Sementara Wen Qi sendiri adalah Immortal King Middle Stage, dan kekuatannya paling-paling hanya setara Immortal Venerable Early Stage, jadi jelas ada perbedaan!
"Hahaha! Kau semakin melemah, Scammer!" Yun Mao tertawa ketir sambil terus mengayunkan pedangnya ke arahnya.
"Ughh ..." Wen Qi sedikit tak tertahankan, dan terpaksa menyelimuti Pedangnya dengan Hukum Api Bintang 4 untuk bisa lebih seimbang, tapi tetap saja masih sulit.
Secara perlahan dengan berlalunya waktu, Wen Qi semakin terpojok hingga beberapa kali dia hampir saja dipukul mundur ke luar arena pertandingan, tapi dengan kemampuannya, dia selalu bisa menghindari hal itu.
"Sial, apa dia akan kalah?" Qian Mei menggigit bibir bawahnya dan menatap lanjut.
Yu Lin dan tiga murid Akademi Bumi yang lain juga menatap dengan serius dan tidak pernah berkedip, justru mereka bahkan sering kali mendapatkan pencerahan ketika menyaksikan pertarungan melampaui ranah ini.
Sekarang semua orang benar-benar hanya terfokus kepada mereka berdua, seolah hanya mereka pemeran utama di dunia ini!
"Uhukkk ..." Wen Qi sesekali memerintahkan seteguk darah dan termundur, tapi meski begitu Yun Mao juga terlihat cukup babak belur dan hanya cukup lebih dari Wen Qi saja.
"Wen Qi, menyerah saja!" Yun Mao melancarkan serangan berikutnya dengan pedang yang sudah dilapisi dengan Hukum Emas.
__ADS_1
Wen Qi juga mengaliri Hukum Yin dan Hukum Yang ke atas pedangnya dan menangkis, sebab hanya gabungan Hukum Yin dan Hukum Yang yang dapat menghalau serangan elemen.
[Bersambung!]