
Pada sore hari menjelang malam, terlihat kedua pasangan taoist tengah terbang di atas hutan di bawah langit yang sudah mulai menguning.
"Hari sudah mulai malam, sebaiknya kita mencari penginapan di sekitar sini!"
"Enn!"
Dan begitu, keduanya pun memutuskan untuk pergi dan mencari sebuah penginapan yang berada di luar hutan lebat itu sebelum akhirnya malam hari yang tenang pun datang.
Glegar!...
Suara dentuman terdengar kuat di langit, mengejutkan beberapa orang pada penginapan yang tenang itu.
Tapi setelah mendengar bahwa itu adalah petir yang menyambar, semua orang pun kembali menjadi tenang dan fokus pada kehidupan masing-masing.
Tapi sebuah anomali tiba-tiba terjadi, beberapa saat setelah hujan yang tidak deras itu, muncul sebuah badai yang dahsyat jauh di tengah-tengah hutan, saking dahsyatnya bahkan orang-orang di penginapan dapat merasakan sedikit dampaknya.
Glegar!...
Beberapa orang penginapan berjalan keluar dan menatap dengan penuh wibawa ke arah tengah hutan.
Di depan mata semua orang, terdapat beberapa ekor naga berwarna emas, ungu, dan hitam yang panjangnya hampir seribu kaki masing-masing meraung sambil berputar-putar di tengah-tengah hutan dan menari-nari di dalam awan hitam yang sangat mengerikan.
"Astaga, ini [Kesengsaraan: Petir Penghancur Kuno!] siapa yang memicunya?"
"Apakah ada seseorang yang ingin menerobos Immortal Venerable Stage?!"
Yah, jika bukan begitu, lalu apa?
Tidak mungkin penerobosan ke Great Immortal Stage ataupun Immortal King Stage dapat memicu Kesengsaraan Petir sekuat itu, kecuali dia menyinggung langit.
Roarrrrrr...
Kekuatan petir surgawi dari dalam awan kesengsaraan itu menyambar ke tubuh ketiga naga itu, membuat ketiga bertambah dan bertambah kuat beberapa kali lipat, membuat setiap orang yang melihatnya ingin menelan ludah, saking kuatnya.
"Apapun itu, kita tidak boleh menggangu orang di dalam sana!"
Roar!
Ketiga naga terus berputar-putar sehingga menciptakan pusaran badai yang mematikan, lalu naga-naga itu berhenti berputar dan melaju ke bawah dengan cepat.
Keganasan ketiga naga itu terdengar selama beberapa menit dengan raungan dan suara percikan yang mendengung, tapi hanya sampai di situ saja, dan semuanya kembali menjadi tenang.
Badai yang maha dahsyat itu mulai reda secara perlahan-lahan hingga sepenuhnya menghilang, dan awan hitam pun memudar ke berbagai arah sehingga semuanya kembali normal.
__ADS_1
* * *
Wen Qi membuka matanya kembali dari meditasinya selama beberapa bulan terakhir.
Pakaiannya benar-benar sangat acak-acakan saat ini, namun jika dilihat dengan teliti, terdapat sepuluh armor di dalam pakaiannya, yang masih termasuk artefak Immortal Little Peak Stage, namun artefak pelindung itu juga telah hancur ketika menerima Kesengsaraan Petir yang baru saja terjadi.
Namun di balik kerugian itu, dengan cepat Wen Qi merasakan keuntungan yang lebih dari kata sebanding mengaliri seluruh tubuhnya.
Ketika Wen Qi mengepalkan tinjunya, dirasakannya bahwa di dalamnya mengalir Immortal Qi yang murni dan kental bagaikan samudera yang luas.
"Lumayan, setelah menerobos Immortal King Stage, Pedang Penakluk juga menjadi Harta Karun Immortal Intermediate Peak Stage!"
Dengan segala keuntungan ini, Wen Qi benar-benar tidak merasa rugi telah mengorbankan banyak artefak yang dia rampok dari Cabang Green Holy Land.
"Sebaiknya sekarang aku mencari tempat yang lebih baik!"
Wen Qi berkata demikian sebab daerah sekitarnya kini sudah menjadi ladang tandus, bahkan tempat awalnya yang adalah gua batu pun ikut dihancurkan hingga sedalam ribuan meter dalamnya.
Demikian, setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian baru yang lebih rapi, Wen Qi pun meninggalkan tempat itu dan pergi mencari sebuah tempat yang aman.
* * *
Pada suatu tempat, Wen Qi mendarat kembali dan mengeluarkan Istana Emas Langit di dekat sebuah batang pohon, lalu masuk ke dalamnya.
Dia menghilang, dan ketika muncul kembali, Wen Qi sudah tiba di dalam sebuah ruangan yang sangat amat luas.
Tempat ini benar-benar 100% adalah isi dari Istana Emas Langit, hanya saja semua dinding labirin sudah dipisahkan dengan kendali Wen Qi untuk menciptakan sebuah ruangan kosong yang sangat luas.
Para penghuninya juga sudah dilepaskan oleh Wen Qi, sebab menurut Wen Qi mereka tidak terlalu berguna, juga ketika melihat mereka dia teringat dengan masa lalunya di kehidupan sebelumnya yang pernah ditangkap untuk dijadikan budak tanpa rasa bersalah, benar-benar tidak enak.
"Piaaaa~!!"
Ketika pertama kali muncul di sana, Wen Qi langsung disambut oleh teman peri kecilnya.
"Jia'er!" Wen Qi tersenyum dan membiarkan jarinya diayun-ayunkan oleh Grass Spirit kecil itu dengan wajah bahagia.
"Kau sudah mendirikan fondasimu dan menerobos Body Tempering Stage 6, heh, lumayan!" kata Wen Qi dengan nada memuji, membuat peri kecil itu tersenyum malu dan hingga di atas jari Wen Qi.
"Pia-Pia!"
Wen Qi tidak terlalu mengerti, tapi sepertinya ia ingin mengucapkan terima kasih.
"Benar juga, di masa depan aku akan sangat mengunjungimu, sepertinya ..." kata Wen Qi.
__ADS_1
"Piaaaaaaaa ..."
"Tapi tenang saja, aku akan memberikanmu teman baru!"
"???"
Melihat kebingungan Jia'er, Wen Qi pun melepaskannya sebelum akhirnya mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.
TELUR NAGA!!!
"Piaaaa? (Telur ayam?)"
Tidak menjelaskan kepada Jia'er lagi, Wen Qi pun duduk ke lantai dan menaruh Telur Naga itu ke atas pangkuannya, sementara kedua tangannya memegang Telur Naga itu dari kedua sisinya.
'Semoga berhasil!'
Wush!...
Seketika seluruh tubuh Wen Qi memancarkan aura api berwarna merah tua, hal ini sedikit mengejutkan Wen Qi juga, karena dia ingat api sebelumnya adalah berwarna oranye.
'Haha, pasti berhasil dengan Api ini!'
Segera Wen Qi mengaliri seluruh Fire Qi dari dantiannya melalui jaringan Meridiannya, menuju ke arah tangan dan bagian pahanya yang menopang Telur Naga.
"Fire Qi!"
Hroonnnn...
Bagaikan terik matahari yang menyilaukan dan panas, secara perlahan seluruh Fire Qi di tangan Wen Qi dikendalikan dengan sangat profesional, sehingga berhasil menyelimuti seluruh sisi telur dan Fire Qi itu tetap berputar-putar bagaikan badai di planet Jupiter yang terus menerus mengelilingi inti planetnya.
Tak berhenti! Tanpa jeda!
Wen Qi selalu dan terus menerus menutupi Telur Naga dari berbagai sisi dengan Fire Qi yang membara-bara namun terkontrol.
Hingga waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah tiga bulan berlalu, dan Wen Qi juga sedikit tak tertahankan.
Apakah telur ini produk gagal?
Wen Qi berpikir seperti itu dikarenakan menurutnya Telur Naga haruslah dierami selama 2 bulan saja dan pasti sudah ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.
Tepat ketika Wen Qi hampir memutuskan untuk menyudahinya, tiba-tiba saja terdengar suara seperti detakan dari dalam telur itu,
Dan bersamaan dengan itu, muncul siluet hitam kecil di dalam Telur tersebut yang mirip seperti seekor cicak.
__ADS_1
[Bersambung!]